alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Siap Dipasang di 10 Titik

KOTA – Lampu penerangan jalan umum (PJU) dengan energy surya terus ditambah di jalanjalan Lamongan. Tahun ini akan dilakukan pemasangan di 10 titik di jalan raya SukodadiPaciran, tepatnya di wilayah Desa Dagan Kecamatan Solokuro. ‘’Pemasangan lampu akan dilakukan sepuluh titik khusus di wilayah tersebut karena sangat minim penerangan, terutama di tikungan tajam,’’ kata Kasi PJU Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat Lamongan, Teguh selasa (3/4).

Menurut dia, pemasangan PJU masih menunggu lelang dari pusat. Karena sulit mendapatkan saluran listrik, sehingga dipilih PJU tenaga surya. Apalagi kalau menggunakan aliran listrik, pembagian daya listriknya tidak merata. ‘’Untuk PJU tenaga surya, yang dikhawatirkan adalah sistem keamanan pada baterai.

Baca Juga :  Jalan Dibeton, Kabel Tanam Rusak

Rawan dicuri karena harganya mahal,’’ ungkapnya. Dia mengungkapkan, satu kotak baterai mencapai lebih dari Rp 2 Juta. Seperti misalnya, ada beberapa pemasangan lampu berada di wilayah Brondong diambil baterainya sehingga tidak berfungsi. Padahal lokasinya sangat membutuhkan PJU.

‘’Namun saya utamakan pada beberapa tikungan rawan laka agar pengendara nyaman,’’ ungkapnya. Kemungkinan besar, ujarnya, pertengahan tahun sudah dilakukan pemasangan karena pusat sendiri sudah memberikan nominal barang yang ditentukan ada sepuluh unit diwilayah tersebut.

untuk yang lainya, tetap akan dilakukan pemasangan namun bertahap mengajukan ke pusat. ‘’Untuk PJU yang mati sudah dilakukan pengusulan diganti dengan listrik karena biaya pemeliharaan sangat mahal sekali,’’ ujarnya.

KOTA – Lampu penerangan jalan umum (PJU) dengan energy surya terus ditambah di jalanjalan Lamongan. Tahun ini akan dilakukan pemasangan di 10 titik di jalan raya SukodadiPaciran, tepatnya di wilayah Desa Dagan Kecamatan Solokuro. ‘’Pemasangan lampu akan dilakukan sepuluh titik khusus di wilayah tersebut karena sangat minim penerangan, terutama di tikungan tajam,’’ kata Kasi PJU Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat Lamongan, Teguh selasa (3/4).

Menurut dia, pemasangan PJU masih menunggu lelang dari pusat. Karena sulit mendapatkan saluran listrik, sehingga dipilih PJU tenaga surya. Apalagi kalau menggunakan aliran listrik, pembagian daya listriknya tidak merata. ‘’Untuk PJU tenaga surya, yang dikhawatirkan adalah sistem keamanan pada baterai.

Baca Juga :  PJU Tenaga Matahari Banyak yang Padam

Rawan dicuri karena harganya mahal,’’ ungkapnya. Dia mengungkapkan, satu kotak baterai mencapai lebih dari Rp 2 Juta. Seperti misalnya, ada beberapa pemasangan lampu berada di wilayah Brondong diambil baterainya sehingga tidak berfungsi. Padahal lokasinya sangat membutuhkan PJU.

‘’Namun saya utamakan pada beberapa tikungan rawan laka agar pengendara nyaman,’’ ungkapnya. Kemungkinan besar, ujarnya, pertengahan tahun sudah dilakukan pemasangan karena pusat sendiri sudah memberikan nominal barang yang ditentukan ada sepuluh unit diwilayah tersebut.

untuk yang lainya, tetap akan dilakukan pemasangan namun bertahap mengajukan ke pusat. ‘’Untuk PJU yang mati sudah dilakukan pengusulan diganti dengan listrik karena biaya pemeliharaan sangat mahal sekali,’’ ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/