alexametrics
28.6 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Ramadan Diprediksi Cuaca Panas

- Advertisement -

BOJONEGORO – Awal puasa Ramadan mendatang diprediksi cuaca panas karena memasuki musim kemarau. Mengacu data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofi sika (BMKG), musim kemarau akan masuk pada Mei mendatang. Sedangkan, awal puasa pertengahan Mei.

Muhammadiyah sudah memastikan awal puasa Ramadan jatuh pada 17 Mei. Sedangkan, pemerintah belum menetapkan pelaksanaan awal Ramadan. Data BMKG menyebutkan, awal musim kemarau pada Mei terjadi 121 zona musim. Sedangkan, pada Juni sebayak 99 zona musim. Dalam pernyataan BMKG rata-rata awal musim kemarau mundur jika dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya.

BMKG menyatakan wilayah Indonesia itu pada posisi strategis terletak pada daerah tropis di antara dua benua. Di antara samudera. Sehingga, menyebabkan wilayah Indonesia rentan terhadap perubahan iklim. Fenomena yang memengaruhi iklim yakni, El nino dan La Nina, Dipole Mode, siklus mosun Asia-Australia, dan lainnya.

Baca Juga :  Harga Bawang Merah Merangkak Naik

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sujarwo belum berani menyatakan apakah musim kemarau mundur atau tidak. Dirinya juga belum bisa memastikan apakah Mei nanti masuk musim kemarau. “Kami menunggu surat resmi dari BMKG,” terang dia. Menurut dia, saat ini masuk musim peralihan.

Yakni, dari musim hujan ke kemarau. Dia tetap mengigatkan masyarakat agar tetap waspada sebab potensi angin puting beliung cukup mengancam saat masa peralian seperti ini. “Masyarakat harus tetap berhati-hati,” kata dia. Sementara itu, beberapa hari di Bojonegoro saat pagi sampai sore hari terlihat cerah. Namun, memasuki sore dan malam cuaca berubah mendung dan gerimis. 

BOJONEGORO – Awal puasa Ramadan mendatang diprediksi cuaca panas karena memasuki musim kemarau. Mengacu data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofi sika (BMKG), musim kemarau akan masuk pada Mei mendatang. Sedangkan, awal puasa pertengahan Mei.

Muhammadiyah sudah memastikan awal puasa Ramadan jatuh pada 17 Mei. Sedangkan, pemerintah belum menetapkan pelaksanaan awal Ramadan. Data BMKG menyebutkan, awal musim kemarau pada Mei terjadi 121 zona musim. Sedangkan, pada Juni sebayak 99 zona musim. Dalam pernyataan BMKG rata-rata awal musim kemarau mundur jika dibandingkan dengan sebelum-sebelumnya.

BMKG menyatakan wilayah Indonesia itu pada posisi strategis terletak pada daerah tropis di antara dua benua. Di antara samudera. Sehingga, menyebabkan wilayah Indonesia rentan terhadap perubahan iklim. Fenomena yang memengaruhi iklim yakni, El nino dan La Nina, Dipole Mode, siklus mosun Asia-Australia, dan lainnya.

Baca Juga :  SMA Negeri 1 Lamongan Membentuk Generasi Emas Yang Bermartabat

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sujarwo belum berani menyatakan apakah musim kemarau mundur atau tidak. Dirinya juga belum bisa memastikan apakah Mei nanti masuk musim kemarau. “Kami menunggu surat resmi dari BMKG,” terang dia. Menurut dia, saat ini masuk musim peralihan.

Yakni, dari musim hujan ke kemarau. Dia tetap mengigatkan masyarakat agar tetap waspada sebab potensi angin puting beliung cukup mengancam saat masa peralian seperti ini. “Masyarakat harus tetap berhati-hati,” kata dia. Sementara itu, beberapa hari di Bojonegoro saat pagi sampai sore hari terlihat cerah. Namun, memasuki sore dan malam cuaca berubah mendung dan gerimis. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/