alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Daya Beli Ponsel Biasa Masih Tinggi

BISNIS – Pangsa pasar handphone (HP) biasa ternyata masih banyak. Permintaannya masih berjalan meski di tengah gempuran ragam ponsel pintar (smartphone). Hal tersebut membuat konter masih memasarkan ponsel biasa. 

Segmentasi konsumen  masih didominasi kalangan orang tua. Konsumen ini masih mencari ponsel biasa, karena dianggap lebih simpel dan tidak membuat ribet. Cocok buat selingan meski hanya untuk mengirim pesan pendek (SMS) dan menelepon.

Farhan karyawan Toko Gori mengatakan, ponsel-ponsel biasa masih eksis di pasaran. Justru, kalangan orang tua yang menjadi konsumennya. Meski ada beberapa konsumen dari kalangan anak muda. Tak heran, setidaknya toko tersebut mampu menjual sedikitnya 30 unit ponsel biasa. 

“Stok ponsel biasa ada dua merek yang masih bertahan. Yaitu Samsung dan Nokia, konsumennya juga masih ada, para orang tua dan beberapa anak muda,” katanya.

Baca Juga :  Akhiri Hidup dengan Gantung Diri, Wanita ini Diduga Terlilit Hutang

Farhan mengatakan, kalangan anak muda memang membeli smartphone. Sehingga, segmen pasarnya para orang tua tertarik dengan ponsel biasa. Namun, para karyawan muda juga banyak yang tertarik dengan ponsel biasa. Karena kebutuhannya memang untuk telepon dan mengirim pesan singkat saja. 

“Para anak muda beli ponsel biasa untuk telepon dan SMS saja. Karena pasti punya smartphone juga,” ujarnya lantas memastikan keberadaan ponsel biasa tidak begitu saja terkikis kehadiran smartphone.

Terpisah, karyawan Toko ASL Alisa mengungkapkan, penjualan ponsel biasa masih bagus. Rerata ponsel biasa dijadikan opsi para konsumen untuk aktivitas SMS dan telepon. Selain itu, penggunaan baterai sangat jauh lebih awet dibanding smartphone. Sehingga ponsel bisa stand-by setiap waktu. “Sebulan diperkirakan 20-an unit ponsel biasa terjual,” ucapnya. 

Baca Juga :  Order Servis Laptop Meningkat

BISNIS – Pangsa pasar handphone (HP) biasa ternyata masih banyak. Permintaannya masih berjalan meski di tengah gempuran ragam ponsel pintar (smartphone). Hal tersebut membuat konter masih memasarkan ponsel biasa. 

Segmentasi konsumen  masih didominasi kalangan orang tua. Konsumen ini masih mencari ponsel biasa, karena dianggap lebih simpel dan tidak membuat ribet. Cocok buat selingan meski hanya untuk mengirim pesan pendek (SMS) dan menelepon.

Farhan karyawan Toko Gori mengatakan, ponsel-ponsel biasa masih eksis di pasaran. Justru, kalangan orang tua yang menjadi konsumennya. Meski ada beberapa konsumen dari kalangan anak muda. Tak heran, setidaknya toko tersebut mampu menjual sedikitnya 30 unit ponsel biasa. 

“Stok ponsel biasa ada dua merek yang masih bertahan. Yaitu Samsung dan Nokia, konsumennya juga masih ada, para orang tua dan beberapa anak muda,” katanya.

Baca Juga :  Bisnis Desain Kreatif Tangkap Konsumen Kado

Farhan mengatakan, kalangan anak muda memang membeli smartphone. Sehingga, segmen pasarnya para orang tua tertarik dengan ponsel biasa. Namun, para karyawan muda juga banyak yang tertarik dengan ponsel biasa. Karena kebutuhannya memang untuk telepon dan mengirim pesan singkat saja. 

“Para anak muda beli ponsel biasa untuk telepon dan SMS saja. Karena pasti punya smartphone juga,” ujarnya lantas memastikan keberadaan ponsel biasa tidak begitu saja terkikis kehadiran smartphone.

Terpisah, karyawan Toko ASL Alisa mengungkapkan, penjualan ponsel biasa masih bagus. Rerata ponsel biasa dijadikan opsi para konsumen untuk aktivitas SMS dan telepon. Selain itu, penggunaan baterai sangat jauh lebih awet dibanding smartphone. Sehingga ponsel bisa stand-by setiap waktu. “Sebulan diperkirakan 20-an unit ponsel biasa terjual,” ucapnya. 

Baca Juga :  Produksi Batik Difabel Meningkat

Artikel Terkait

Most Read

Supi Anggap Perkara Utang Piutang

Speaker Dewan Rakyat dari Rayuan

Mulai Tetapkan SOP Perahu Penyeberangan

Tunggu Konfirmasi dari Pertamina

Artikel Terbaru


/