alexametrics
24 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Tak Hanya Cabai, Harga Daging Ayam Juga Melambung

Radar Lamongan – Tak hanya cabai. Ayam pedaging kini juga harganya melambung. Nur Hayati, warga Desa Tanjung, Kecamatan Lamongan mengatakan, harga ayam pedaging naik dua kali dalam seminggu ini.

Akhir Februari, harga ayam Rp 32 ribu per kilogram (kg). Awal bulan ini, harganya naik lagi menjadi Rp 36 ribu per kg. “Kenaikannya cukup banyak, sebenarnya bingung kalau mau dijual lagi,” ujarnya.

Khusnul Khotimah, salah satu pedagang pasar tradisional menjelaskan, harga ayam dari pabrik naik setiap hari. Namun, pedagang bisa meminimalisasi karena kebutuhan tinggi. “Sebenarnya dari pabrik naiknya Rp 200 – Rp 500, tapi setiap hari. Karena kebetulan awal bulan naiknya sampai Rp 1.000 ayam hidup, sehingga pedagang terpaksa menaikkan harga,” jelasnya.

Baca Juga :  Pengunjung Wisata Tak Perlu Rapid Antigen Test

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan M Zamroni mengatakan, kenaikan harga ayam pedaging termasuk hukum ekonomi. Alasannya, saat ini permintaan konsumen meningkat. “Kalau permintaan tinggi biasanya harga memang naik karena memang keuntungan mereka bergantung pada permintaan,” katanya.

Zamroni memastikan kenaikan ayam pedaging segera dikendalikan agar tidak memengaruhi daya beli masyarakat. Dia akan berkomunikasi dengan pabrik terkait kenaikan harga ayam tersebut. Zamroni khawatir harga pakan dan obat-obatan juga terjadi kenaikan. Sehingga berpengaruh pada harga jual ayam. “Kenaikan ini biasanya juga dipengaruhi oleh harga pakan dan obat yang tinggi,” jelasnya. 

Radar Lamongan – Tak hanya cabai. Ayam pedaging kini juga harganya melambung. Nur Hayati, warga Desa Tanjung, Kecamatan Lamongan mengatakan, harga ayam pedaging naik dua kali dalam seminggu ini.

Akhir Februari, harga ayam Rp 32 ribu per kilogram (kg). Awal bulan ini, harganya naik lagi menjadi Rp 36 ribu per kg. “Kenaikannya cukup banyak, sebenarnya bingung kalau mau dijual lagi,” ujarnya.

Khusnul Khotimah, salah satu pedagang pasar tradisional menjelaskan, harga ayam dari pabrik naik setiap hari. Namun, pedagang bisa meminimalisasi karena kebutuhan tinggi. “Sebenarnya dari pabrik naiknya Rp 200 – Rp 500, tapi setiap hari. Karena kebetulan awal bulan naiknya sampai Rp 1.000 ayam hidup, sehingga pedagang terpaksa menaikkan harga,” jelasnya.

Baca Juga :  Ada Tersangka Baru?

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan M Zamroni mengatakan, kenaikan harga ayam pedaging termasuk hukum ekonomi. Alasannya, saat ini permintaan konsumen meningkat. “Kalau permintaan tinggi biasanya harga memang naik karena memang keuntungan mereka bergantung pada permintaan,” katanya.

Zamroni memastikan kenaikan ayam pedaging segera dikendalikan agar tidak memengaruhi daya beli masyarakat. Dia akan berkomunikasi dengan pabrik terkait kenaikan harga ayam tersebut. Zamroni khawatir harga pakan dan obat-obatan juga terjadi kenaikan. Sehingga berpengaruh pada harga jual ayam. “Kenaikan ini biasanya juga dipengaruhi oleh harga pakan dan obat yang tinggi,” jelasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/