alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Rekom dari Kementerian Turun, Kawasan Kota dan Pertanian Akan Ditata

Radar Bojonegoro – Desain dan tata ruang Bojonegoro bakal segera berubah. Rekomendasi perubahan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) sudah turun. Rekomendasi ini sudah lama ditunggu.

Pemkab dan DPRD setempat segera melakukan pembahasan perubahan peraturan daerah (perda) RTRW tersebut. Desakan perubahan itu setelah perda RTRW sudah cukup lama, sejak 2011 lalu. Tentu perlu peremajaan.

‘’Rekom dari pusat sudah turun. Ini tinggal pembahasan dengan DPRD,’’ kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro Anwar Mukhtadho kemarin.

Pemkab mengajukan izin perubahan perda RTRW sejak tahun lalu. Namun, rekomendasi baru turun sebulan terakhir. Tadho mengaku tidak mengetahui teknis perubahan perda RTRW itu. Sebab, masih belum dilakukan pembahasan.

Baca Juga :  Hanya Dirasakan Nelayan Besar

Ketua Badan Pembuat Perda (Bapemperda) DPRD Bojonegoro Sutikno menjelaskan, bahwa perda RTRW Bojonegoro sudah cukup lama, yakni sejak 2011. Sehingga, sudah tidak relevan lagi dengan kondisi terkini. Sehingga, perlu dilakukan perubahan karena ada yang sudah berubah.

Sutikno memastikan, perubahan perda RTRW masuk sebagai agenda utama bapemperda DPRD. ‘’Tahun ini raperda RTRW masuk dalam agenda bapemperda,’’ ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Perubahan perda RTRW itu nantinya bisa mengubah tata kota dan wilayah. Misalnya, kawasan perumahan dan pertanian. Kawasan yang sudah ditetapkan sebagai kawasan pertanian tidak bisa didirikan perumahan.

Hal itu banyak terjadi saat ini. Sejumlah lahan pertanian berubah fungsi menjadi perumahan. Terutama kawasan tidak jauh dari perkotaan. Saat ini, lanjut Sutikno, pihaknya masih menata jadwal terkait pembahasan perda RTRW itu.

Baca Juga :  Kemarau Basah, Tanggul Rawan Longsor di Lamongan

Namun, pihaknya memastikan bahwa perda RTRW itu akan dituntaskan tahun ini. Sutikno menjelaskan, perda RTRW itu juga akan berpengaruh pada perda kawasan industri. Sebab, DPRD tengah mengusulkan perda kawasan industri. Perda itu tidak akan berlanjut sebelum perda RTRW rampung.

Radar Bojonegoro – Desain dan tata ruang Bojonegoro bakal segera berubah. Rekomendasi perubahan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) sudah turun. Rekomendasi ini sudah lama ditunggu.

Pemkab dan DPRD setempat segera melakukan pembahasan perubahan peraturan daerah (perda) RTRW tersebut. Desakan perubahan itu setelah perda RTRW sudah cukup lama, sejak 2011 lalu. Tentu perlu peremajaan.

‘’Rekom dari pusat sudah turun. Ini tinggal pembahasan dengan DPRD,’’ kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro Anwar Mukhtadho kemarin.

Pemkab mengajukan izin perubahan perda RTRW sejak tahun lalu. Namun, rekomendasi baru turun sebulan terakhir. Tadho mengaku tidak mengetahui teknis perubahan perda RTRW itu. Sebab, masih belum dilakukan pembahasan.

Baca Juga :  Nol Pelamar, Sementara Andalkan Dokter Spesialis Non-PNS

Ketua Badan Pembuat Perda (Bapemperda) DPRD Bojonegoro Sutikno menjelaskan, bahwa perda RTRW Bojonegoro sudah cukup lama, yakni sejak 2011. Sehingga, sudah tidak relevan lagi dengan kondisi terkini. Sehingga, perlu dilakukan perubahan karena ada yang sudah berubah.

Sutikno memastikan, perubahan perda RTRW masuk sebagai agenda utama bapemperda DPRD. ‘’Tahun ini raperda RTRW masuk dalam agenda bapemperda,’’ ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Perubahan perda RTRW itu nantinya bisa mengubah tata kota dan wilayah. Misalnya, kawasan perumahan dan pertanian. Kawasan yang sudah ditetapkan sebagai kawasan pertanian tidak bisa didirikan perumahan.

Hal itu banyak terjadi saat ini. Sejumlah lahan pertanian berubah fungsi menjadi perumahan. Terutama kawasan tidak jauh dari perkotaan. Saat ini, lanjut Sutikno, pihaknya masih menata jadwal terkait pembahasan perda RTRW itu.

Baca Juga :  Bantuan Subsidi Upah, Data 30.000 Pekerja Disetor ke Kemenaker

Namun, pihaknya memastikan bahwa perda RTRW itu akan dituntaskan tahun ini. Sutikno menjelaskan, perda RTRW itu juga akan berpengaruh pada perda kawasan industri. Sebab, DPRD tengah mengusulkan perda kawasan industri. Perda itu tidak akan berlanjut sebelum perda RTRW rampung.

Artikel Terkait

Most Read

Ultah Nabi, Ketua Umum ”Menghilang”

Terganjal Izin Amdal

Ditemukan Kondisi Sobek hingga Bolong

Artikel Terbaru


/