alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

UNBK 100 Persen, 24 SMP Numpang

LAMONGAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan tetap menginginkan 100 persen pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP.  Meskipun, 24 SMP harus menumpang ke lembaga lain untuk pelaksanaan ujian, 22 – 25 April nanti.

‘’Kalau menumpang ini kendalanya pada sarana prasarana (sarpras) yang terbatas,” ujar Kepala Disdik Lamongan, Adi Suwito.

Menurut dia, semua lembaga berkomitmen melaksanakan UNBK. Tahun lalu, ada 40 lembaga lebih yang menumpang ke lembaga lainnya. Adi menjelaskan, pemkab sudah mengalokasikan bantuan perangkat komputer bagi lembaga swasta. Jumlahnya 100 unit lebih. Namun, jumlah tersebut masih kurang. Program bantuan ini berkelanjutan.

Baca Juga :  85 Pertamini hanya Diawasi

Adi menuturkan, di Lamongan ada 48 SMP negeri  dan 98 SMP swasta. Seluruh SMP negeri bisa mandiri. Hanya sebagian SMP swasta yang masih menumpang.

Selain menumpang, ada sekolah yang statusnya menggabung dengan lembaga lainnya karena jumlah murid tidak memenuhi syarat untuk menyelenggarakan UNBK mandiri. Sehingga, secara administrasi menumpang, namun perangkatnya memanfaatkan sarpras lembaga masing – masing.

Adi mencatat 49 SMP swasta menggabung. Sedangkan dari MTs ada 65 lembaga. Seluruhnya sudah selesai proses administrasinya, tinggal perjanjian dengan PLN untuk memastikan UNBK berjalan lancar.

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur, menjelaskan, lembaga yang menumpang dan menggabung sudah tuntas administrasinya karena komitmen untuk melangsungkan UNBK 100 persen. Sehingga lembaga yang kurang murid atau sarpras tetap diusahakan agar pelaksanaan tetap serentak. Lembaga-lembaga tersebut tercatat menumpang di lembaga di atasnya dan menggabung di lembaga sederajat.

Baca Juga :  Desak Robohkan Tower Ilegal

LAMONGAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan tetap menginginkan 100 persen pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP.  Meskipun, 24 SMP harus menumpang ke lembaga lain untuk pelaksanaan ujian, 22 – 25 April nanti.

‘’Kalau menumpang ini kendalanya pada sarana prasarana (sarpras) yang terbatas,” ujar Kepala Disdik Lamongan, Adi Suwito.

Menurut dia, semua lembaga berkomitmen melaksanakan UNBK. Tahun lalu, ada 40 lembaga lebih yang menumpang ke lembaga lainnya. Adi menjelaskan, pemkab sudah mengalokasikan bantuan perangkat komputer bagi lembaga swasta. Jumlahnya 100 unit lebih. Namun, jumlah tersebut masih kurang. Program bantuan ini berkelanjutan.

Baca Juga :  Setahun 800 Balita Stunting

Adi menuturkan, di Lamongan ada 48 SMP negeri  dan 98 SMP swasta. Seluruh SMP negeri bisa mandiri. Hanya sebagian SMP swasta yang masih menumpang.

Selain menumpang, ada sekolah yang statusnya menggabung dengan lembaga lainnya karena jumlah murid tidak memenuhi syarat untuk menyelenggarakan UNBK mandiri. Sehingga, secara administrasi menumpang, namun perangkatnya memanfaatkan sarpras lembaga masing – masing.

Adi mencatat 49 SMP swasta menggabung. Sedangkan dari MTs ada 65 lembaga. Seluruhnya sudah selesai proses administrasinya, tinggal perjanjian dengan PLN untuk memastikan UNBK berjalan lancar.

Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur, menjelaskan, lembaga yang menumpang dan menggabung sudah tuntas administrasinya karena komitmen untuk melangsungkan UNBK 100 persen. Sehingga lembaga yang kurang murid atau sarpras tetap diusahakan agar pelaksanaan tetap serentak. Lembaga-lembaga tersebut tercatat menumpang di lembaga di atasnya dan menggabung di lembaga sederajat.

Baca Juga :  Seluruh Pelapis Dinding Gedung Pemkab Diganti, Anggaran Rp 6,6 Miliar
Previous articleHarga Ayam Turun
Next articleTukar Uang dengan Koin

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/