alexametrics
28.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Cemas Menanti Panen Vaname, Sebelumnya Panen Gagal

TURI – Petambak vaname di Kecamatan Turi harap-harap cemas menanti panen musim ini. Gagal meraih hasil masih membayang-bayangi. Sebab, pada panenan sebelumnya, sejumlah petambak gigit jari karena gagal panen. Kasnadi, salah satu petambak vaname mengaku gagal saat panen musim lalu di akhir tahun lalu.  Saat ini, dia menanti hasil tambak yang ditanami benih vaname. ‘’Panenan lalu gagal. Semoga panenan ini hasilnya bisa lebih baik,’’ kata petambak vaname asal Dusun Jalak, Desa Sukorejo, Kecamatan Turi itu sabtu (3/2). 

Menurut dia,  gagalnya panenan lalu tak lepas dari siklus cuaca. Meski begitu, dirinya masih waswas karena budidaya vaname cukup sulit, dibanding jenis ikan lainnya. ‘’Tak bisa diprediksi karena perawatannya lebih sulit,’’ terangnya. Kasnadi mengaku lebih intens melakukan perawatan jelang panenan ini. Terutama mengantisipasi penyakit kerap menyerang budidaya varietas udang ini. Sebab, hasil panenan ini diharapkan menutup kegagalan panen lalu.  

Baca Juga :  Belum Ada Paket Wisata

Meski tingkat budidaya vaname lebih sulit, namun tak membuat produktivitasnya jeblok. Berdasar data Dinas Perikanan Lamongan produksivitas hasil perikanan budidaya ditopang dari ikan bandeng, vaname, dan ikan nila. ‘’Hasil vaname cukup tinggi meski budidayanya sulit,’’ kata Kabid Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Lamongan Tri Wahyudi. 

Tiga tahun terakhir hasil vaname selalu membayangi produktivitas ikan bandeng. Contohnya pada 2016 dan 2017 lalu hasil produksi bandeng mencapai 18 ton. Sedangkan, vaname mencapai 14 ton selama setahun. Sedangkan, pada 2015 hasil ikan bandeng sekitar 16 ton, sedangkan vaname hasilnya 13 ton. ‘’Bahkan tahun lalu hasilnya meningkat satu ton lebih dibanding produksi vaname Tahun 2015 lalu,’’ ucapnya.

Baca Juga :  BBM Terpantau Aman

TURI – Petambak vaname di Kecamatan Turi harap-harap cemas menanti panen musim ini. Gagal meraih hasil masih membayang-bayangi. Sebab, pada panenan sebelumnya, sejumlah petambak gigit jari karena gagal panen. Kasnadi, salah satu petambak vaname mengaku gagal saat panen musim lalu di akhir tahun lalu.  Saat ini, dia menanti hasil tambak yang ditanami benih vaname. ‘’Panenan lalu gagal. Semoga panenan ini hasilnya bisa lebih baik,’’ kata petambak vaname asal Dusun Jalak, Desa Sukorejo, Kecamatan Turi itu sabtu (3/2). 

Menurut dia,  gagalnya panenan lalu tak lepas dari siklus cuaca. Meski begitu, dirinya masih waswas karena budidaya vaname cukup sulit, dibanding jenis ikan lainnya. ‘’Tak bisa diprediksi karena perawatannya lebih sulit,’’ terangnya. Kasnadi mengaku lebih intens melakukan perawatan jelang panenan ini. Terutama mengantisipasi penyakit kerap menyerang budidaya varietas udang ini. Sebab, hasil panenan ini diharapkan menutup kegagalan panen lalu.  

Baca Juga :  Acuannya Jarak Rumah

Meski tingkat budidaya vaname lebih sulit, namun tak membuat produktivitasnya jeblok. Berdasar data Dinas Perikanan Lamongan produksivitas hasil perikanan budidaya ditopang dari ikan bandeng, vaname, dan ikan nila. ‘’Hasil vaname cukup tinggi meski budidayanya sulit,’’ kata Kabid Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Lamongan Tri Wahyudi. 

Tiga tahun terakhir hasil vaname selalu membayangi produktivitas ikan bandeng. Contohnya pada 2016 dan 2017 lalu hasil produksi bandeng mencapai 18 ton. Sedangkan, vaname mencapai 14 ton selama setahun. Sedangkan, pada 2015 hasil ikan bandeng sekitar 16 ton, sedangkan vaname hasilnya 13 ton. ‘’Bahkan tahun lalu hasilnya meningkat satu ton lebih dibanding produksi vaname Tahun 2015 lalu,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Diperpanjang Usai Lebaran

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/