alexametrics
25.1 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Minta Stok dari Surabaya

LAMONGAN, Radar  Lamongan – Program donor plasma konvalesen (PK) di Palang Merah Indonesia (PMI) Lamongan dihentikan sementara. Sebelumnya, PK dibutuhkan untuk membantu pengobatan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi rumah sakit (IRS). 

Menurut Ketua PMI Lamongan, Agus Suyanto, saat ini stok PK yang tersimpan di unit PMI setempat kosong. Jika suatu hari nanti ada permintaan untuk penyembuhan pasien Covid-19, maka pihaknya memilih mengandalkan stok yang dimiliki wilayah lain.

‘’Karena stok (PK) di PMI Jawa Timur atau Kota Surabaya masih ada banyak. Nanti seandainya butuh, kita akan langsung koordinasi ke sana. Program donor PK di Lamongan sementara tidak dibuka dulu,’’ terangnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (3/1).

Baca Juga :  Akhiri Hidup dengan Gantung Diri, Wanita ini Diduga Terlilit Hutang

Penurunan permintaan plasma konvalesen dari RS rujukan Covid-19 dirasakan sejak awal Agustus, seiring menurunnya angka kasus Covid-19 di Kota Soto tersebut. Saat ini, PMI Lamongan berupaya menambah stok darah agar memenuhi kebutuhan pasien lainnya. Agus menuturkan, kegiatan donor darah keliling mulai berjalan lancar sejak beberapa waktu terakhir.

‘’Insya Allah stok darah kita cukup untuk memenuhi kebutuhan RS di Surabaya. Stok darah yang ada di PMI Lamongan 80 persennya ditopang dari program donor darah keliling. Sedangkan yang 20 persennya dari donor sukarela langsung di unit,’’ tuturnya.

Hingga kemarin (3/12), stok darah yang tersimpan di PMI Lamongan terdata 96 kantong. Rinciannya, 27 kantong golongan darah A, 34 kantong golongan darah B, 20 kantong golongan darah O, serta enam kantong golongan darah AB. 

Baca Juga :  Tak Alokasikan Perbaikan

Pria yang juga menjabat kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lamongan ini menambahkan, pihaknya menerapkan kebijakan meminta keluarga pasien untuk berpartisipasi mendonorkan darahnya. Sehingga tetap ada pengganti stok yang telah terpakai.

LAMONGAN, Radar  Lamongan – Program donor plasma konvalesen (PK) di Palang Merah Indonesia (PMI) Lamongan dihentikan sementara. Sebelumnya, PK dibutuhkan untuk membantu pengobatan pasien Covid-19 yang menjalani isolasi rumah sakit (IRS). 

Menurut Ketua PMI Lamongan, Agus Suyanto, saat ini stok PK yang tersimpan di unit PMI setempat kosong. Jika suatu hari nanti ada permintaan untuk penyembuhan pasien Covid-19, maka pihaknya memilih mengandalkan stok yang dimiliki wilayah lain.

‘’Karena stok (PK) di PMI Jawa Timur atau Kota Surabaya masih ada banyak. Nanti seandainya butuh, kita akan langsung koordinasi ke sana. Program donor PK di Lamongan sementara tidak dibuka dulu,’’ terangnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (3/1).

Baca Juga :  Mengedepankan Kolaborasi daripada Persaingan Bisnis

Penurunan permintaan plasma konvalesen dari RS rujukan Covid-19 dirasakan sejak awal Agustus, seiring menurunnya angka kasus Covid-19 di Kota Soto tersebut. Saat ini, PMI Lamongan berupaya menambah stok darah agar memenuhi kebutuhan pasien lainnya. Agus menuturkan, kegiatan donor darah keliling mulai berjalan lancar sejak beberapa waktu terakhir.

‘’Insya Allah stok darah kita cukup untuk memenuhi kebutuhan RS di Surabaya. Stok darah yang ada di PMI Lamongan 80 persennya ditopang dari program donor darah keliling. Sedangkan yang 20 persennya dari donor sukarela langsung di unit,’’ tuturnya.

Hingga kemarin (3/12), stok darah yang tersimpan di PMI Lamongan terdata 96 kantong. Rinciannya, 27 kantong golongan darah A, 34 kantong golongan darah B, 20 kantong golongan darah O, serta enam kantong golongan darah AB. 

Baca Juga :  Pedagang Lama Harus Diprioritaskan

Pria yang juga menjabat kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lamongan ini menambahkan, pihaknya menerapkan kebijakan meminta keluarga pasien untuk berpartisipasi mendonorkan darahnya. Sehingga tetap ada pengganti stok yang telah terpakai.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/