alexametrics
23.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Resepsi Berkerumun, Pengantin Lelaki Dijerat Pasal Berlapis

- Advertisement -

Radar Bojonegoro – FNK (nama inisial), pengantin lelaki warga Dusun Mandek, Desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno, yang ditahan bakal dijerat pasal berlapis. Tim penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro hingga kemarin masih melengkapi berkas penyidikan.

Pengantin usia 30 tahun itu bermalam di penjara setelah ditetapkan tersangka karena menggelar acara resepsi pernikahan dengan kerumunan pada Jumat (1/1). Tindakan tegas ini diberikan kepada masyarakat menciptakan kerumunan.

Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Iwan Hari Poerwanto menjelaskan, unsur pidana yang disangkakan di antaranya pasal 160 KUHP tentang Penghasutan. Juga, pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, serta pasal 14 ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit. Ancaman hukumannya lima tahun penjara.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Pecahan Uang Rp 2 Ribu Diburu Netizen

Iwan menjelaskan, kronologi penangkapan berawal adanya acara resepsi pernikahan hiburan musik elekton di halaman rumah tersangka. Akibatnya, ratusan orang berkerumun, bahkan sempat terjadi perkelahian antarpengunjung. Sehingga, pihak kepolisian membubarkan acara tersebut.

“Bergegas kami bubarkan, sudah jelas melanggar aturan. Sebab tidak diizinkan menciptakan kerumunan selama pandemi Covid-19,” ujar dia.

- Advertisement -

Perwira dengan tiga balok di pundaknya itu menjelaskan, tersangka juga diduga melakukan penghasutan mengumpulkan warga salah satu perguruan silat melalui pesan singkat WhatsApp. Sehingga, sebanyak 250 orang turut menghadiri undangan tanpa menggunakan masker dan tidak mematuhi protokol kesehatan. “Tersangka FNK menggelar hajatan dengan hiburan musik elekton tanpa dilengkapi izin dari kepolisian maupun Satgas Covid-19 Bojonegoro,” jelas mantan Kasatreskrim Polres Tuban.

Baca Juga :  Pasca Lebaran, Terminal dan Stasiun Berangsur Normal

Tim penyidik juga menyita sejumlah barang bukti. Meliputi satu unit smartphone, dua lembar print out percakapan tersangka via WhatsApp untuk penghasutan, 15 lembar undangan pernikahan, foto kerumunan, dan video kerumunan.

Iwan mengimbau apabila masyarakat menemukan kerumunan-kerumunan di wilayah Bojonegoro, segera laporkan. Pihaknya tidak segan-segan menindak tegas sesuai prosedur hukum berlaku. FNK mengaku menyesal atas perbuatannya mengumpulkan massa saat resepsi pernikahan.

Tersangka mengaku tidak izin dengan pemerintah desa setempat maupun kepolisian. Alasan menggelar hiburan elekton, FNK mengatakan ingin menghormati para tamu undangan. “Saya bikin acara musik elekton itu ingin menghormati para tamu undangan resepsi. Itu saja maksud dan tujuannya,” jelasnya.

Radar Bojonegoro – FNK (nama inisial), pengantin lelaki warga Dusun Mandek, Desa Kadungrejo, Kecamatan Baureno, yang ditahan bakal dijerat pasal berlapis. Tim penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro hingga kemarin masih melengkapi berkas penyidikan.

Pengantin usia 30 tahun itu bermalam di penjara setelah ditetapkan tersangka karena menggelar acara resepsi pernikahan dengan kerumunan pada Jumat (1/1). Tindakan tegas ini diberikan kepada masyarakat menciptakan kerumunan.

Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Iwan Hari Poerwanto menjelaskan, unsur pidana yang disangkakan di antaranya pasal 160 KUHP tentang Penghasutan. Juga, pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan, serta pasal 14 ayat 1 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit. Ancaman hukumannya lima tahun penjara.

Baca Juga :  Razia Kendaraan, 627 Pelanggar Didominasi Anak di Bawah Umur

Iwan menjelaskan, kronologi penangkapan berawal adanya acara resepsi pernikahan hiburan musik elekton di halaman rumah tersangka. Akibatnya, ratusan orang berkerumun, bahkan sempat terjadi perkelahian antarpengunjung. Sehingga, pihak kepolisian membubarkan acara tersebut.

“Bergegas kami bubarkan, sudah jelas melanggar aturan. Sebab tidak diizinkan menciptakan kerumunan selama pandemi Covid-19,” ujar dia.

- Advertisement -

Perwira dengan tiga balok di pundaknya itu menjelaskan, tersangka juga diduga melakukan penghasutan mengumpulkan warga salah satu perguruan silat melalui pesan singkat WhatsApp. Sehingga, sebanyak 250 orang turut menghadiri undangan tanpa menggunakan masker dan tidak mematuhi protokol kesehatan. “Tersangka FNK menggelar hajatan dengan hiburan musik elekton tanpa dilengkapi izin dari kepolisian maupun Satgas Covid-19 Bojonegoro,” jelas mantan Kasatreskrim Polres Tuban.

Baca Juga :  Konsisten Bisnis Hijab

Tim penyidik juga menyita sejumlah barang bukti. Meliputi satu unit smartphone, dua lembar print out percakapan tersangka via WhatsApp untuk penghasutan, 15 lembar undangan pernikahan, foto kerumunan, dan video kerumunan.

Iwan mengimbau apabila masyarakat menemukan kerumunan-kerumunan di wilayah Bojonegoro, segera laporkan. Pihaknya tidak segan-segan menindak tegas sesuai prosedur hukum berlaku. FNK mengaku menyesal atas perbuatannya mengumpulkan massa saat resepsi pernikahan.

Tersangka mengaku tidak izin dengan pemerintah desa setempat maupun kepolisian. Alasan menggelar hiburan elekton, FNK mengatakan ingin menghormati para tamu undangan. “Saya bikin acara musik elekton itu ingin menghormati para tamu undangan resepsi. Itu saja maksud dan tujuannya,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/