alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Peresmian Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora (TBB)

Radar Bojonegoro – Tiga Menteri di Kabinet Indonesia Maju mengapresiasi kinerja Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dalam gebrakannya membangun Bojonegoro. Apresiasi itu disampaikan saat peresmian jembatan penghubung Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro dengan Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Blora kemarin (3/1).

Tiga menteri menghadiri peresmian jembatan Terusan Bojonegoro-Blora (TBB) itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochammad Basoeki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Kemudian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Blora Djoko Nugroho, dan Forkompimda Bojonegoro dan Blora.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menuturkan pembangunan jembatan TBB menunjukkan kontribusi besar atas perhatian pemerintah di bidang infrastruktur. Untuk meningkatkan sarana kerja, sehingga capaian pembangunan dapat terwujud. Pembangunan jembatan berlangsung sekitar enam bulan. Mulai 1 Juli 2020 hingga 29 Desember 2020.

“Ini salah satu hasil Mou Wironegoro antara Kabupaten Ngawi, Blora dan Bojonegoro. Bahwa Bojonegoro sudah berfi kir membangun kawasan,” tuturnya. Bu Anna menjelaskan, jalan menuju jembatan masih kecil. Pada 2021 akan diadakan perbaikan termasuk 190 kilometer jalan lain. Setelah selama dua tahun sebelumnya jalan kabupaten sepanjang 642 kilometer dari 834 jalan selesai diperbaiki.

Baca Juga :  Suka Olahraga Menantang, Gadis ini Jago Main Futsal

“Jalan mantap berbasis cor dan sedikit yang memakai aspal. Kemudian kami akan selesaikan lagi 2021, sepanjang 190 kilometer. Sehingga total jalan di Bojonegoro sudah berbasis mantap,” ujarnya disambut tepuk tangan.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan secara administratif lahir, dibesarkan dan bersekolah SMP hingga SMA di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Tapi lebih merasa menjadi orang Kecamatan Cepu. “Karena ketika ke dokter, ke toko dari rumah harus ke Cepu bukan ke Bojonegoro,” jelasnya.

Pratikno menjelaskan rakyat tidak merasa ada batas antarprovinsi, justru pemerintah yang pikirannya ada batas. Oleh karena itu, inisiatif yang menjembatani antarprovinsi sesuatu yang luar biasa. “Harus didukung penuh bersama,” ungkapnya.

Menteri PUPR Mochammad Basoeki Hadimuljono mengatakan pengembangan wilayah tanpa konektivitas akan dilakukan 2021. Tiga jalan akan dibangun. Seperti jalan dari Napis hingga Watu Jagu dibangun jalan baru sepanjang 14 kilometer. Dengan leabr 7 meter. Kemudian dari Ngambon sampai Pasar dawe sepanjang 14 kilometer jalan dilakukan peningkatan dan pelebaran. Diperkirakan 2022 sudah selsai. Selain itu jalan dari Pasar Dawe melalui Karang Jati hingga menyambung dengan jalan nasional.

Baca Juga :  Dua Santri Al-Fatimah Sabet Juara Festival Ramadan Radar Bojonegoro

“Sudah tidak terpencil bisa terkoneksi dengan jalan nasional. Sehingga kawasan tidak terisoler dan berkembang dengan sendirinya,” ungkapnya. Basuki mengapresiasi Jembatan TBB karena dibangun atas dua kabupaten. Dengan gotong-royong pembengunan bisa dipercepat. “Hal yang bagus sekali dan mendukung programnya,” jelasnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akhir 2021 dari Blora dan Bojonegoro bisa ke Jakarta, Balikapapan maupun Bali. Dengan adanya Bandara Ngloram. Terbangunnya bandara tersebut atas kerja sama Gubernur Jawa Tengah, Bupati Blora dan Bupati Bojonegoro.

‘’Kerjasama yang bagus ini harus ditingkatkan,’’ tuturnya. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan Bandara Ngloram adalah mimpi panjang. Dan berterima kasih kepada dua bupati yang hebat ini. Dari Bojonegoro dan Ngloram bisa bergandengan. Jembatan bagus, bandara jadi. (irv)

Radar Bojonegoro – Tiga Menteri di Kabinet Indonesia Maju mengapresiasi kinerja Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dalam gebrakannya membangun Bojonegoro. Apresiasi itu disampaikan saat peresmian jembatan penghubung Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro dengan Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Blora kemarin (3/1).

Tiga menteri menghadiri peresmian jembatan Terusan Bojonegoro-Blora (TBB) itu, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochammad Basoeki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Kemudian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Bupati Blora Djoko Nugroho, dan Forkompimda Bojonegoro dan Blora.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menuturkan pembangunan jembatan TBB menunjukkan kontribusi besar atas perhatian pemerintah di bidang infrastruktur. Untuk meningkatkan sarana kerja, sehingga capaian pembangunan dapat terwujud. Pembangunan jembatan berlangsung sekitar enam bulan. Mulai 1 Juli 2020 hingga 29 Desember 2020.

“Ini salah satu hasil Mou Wironegoro antara Kabupaten Ngawi, Blora dan Bojonegoro. Bahwa Bojonegoro sudah berfi kir membangun kawasan,” tuturnya. Bu Anna menjelaskan, jalan menuju jembatan masih kecil. Pada 2021 akan diadakan perbaikan termasuk 190 kilometer jalan lain. Setelah selama dua tahun sebelumnya jalan kabupaten sepanjang 642 kilometer dari 834 jalan selesai diperbaiki.

Baca Juga :  Nyssa Tak Bisa Turun, Dewa Bela Klub Sidoarjo

“Jalan mantap berbasis cor dan sedikit yang memakai aspal. Kemudian kami akan selesaikan lagi 2021, sepanjang 190 kilometer. Sehingga total jalan di Bojonegoro sudah berbasis mantap,” ujarnya disambut tepuk tangan.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan secara administratif lahir, dibesarkan dan bersekolah SMP hingga SMA di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Tapi lebih merasa menjadi orang Kecamatan Cepu. “Karena ketika ke dokter, ke toko dari rumah harus ke Cepu bukan ke Bojonegoro,” jelasnya.

Pratikno menjelaskan rakyat tidak merasa ada batas antarprovinsi, justru pemerintah yang pikirannya ada batas. Oleh karena itu, inisiatif yang menjembatani antarprovinsi sesuatu yang luar biasa. “Harus didukung penuh bersama,” ungkapnya.

Menteri PUPR Mochammad Basoeki Hadimuljono mengatakan pengembangan wilayah tanpa konektivitas akan dilakukan 2021. Tiga jalan akan dibangun. Seperti jalan dari Napis hingga Watu Jagu dibangun jalan baru sepanjang 14 kilometer. Dengan leabr 7 meter. Kemudian dari Ngambon sampai Pasar dawe sepanjang 14 kilometer jalan dilakukan peningkatan dan pelebaran. Diperkirakan 2022 sudah selsai. Selain itu jalan dari Pasar Dawe melalui Karang Jati hingga menyambung dengan jalan nasional.

Baca Juga :  Sudah Tak Butuh RS Baru

“Sudah tidak terpencil bisa terkoneksi dengan jalan nasional. Sehingga kawasan tidak terisoler dan berkembang dengan sendirinya,” ungkapnya. Basuki mengapresiasi Jembatan TBB karena dibangun atas dua kabupaten. Dengan gotong-royong pembengunan bisa dipercepat. “Hal yang bagus sekali dan mendukung programnya,” jelasnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan akhir 2021 dari Blora dan Bojonegoro bisa ke Jakarta, Balikapapan maupun Bali. Dengan adanya Bandara Ngloram. Terbangunnya bandara tersebut atas kerja sama Gubernur Jawa Tengah, Bupati Blora dan Bupati Bojonegoro.

‘’Kerjasama yang bagus ini harus ditingkatkan,’’ tuturnya. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan Bandara Ngloram adalah mimpi panjang. Dan berterima kasih kepada dua bupati yang hebat ini. Dari Bojonegoro dan Ngloram bisa bergandengan. Jembatan bagus, bandara jadi. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/