alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Jembatan Bojonegoro – Blora Membuka Koneksi Ekonomi Antarkabupaten

Radar Bojonegoro – Aktivitas perekonomian dan pendidikan warga Kecamatan Ngraho dengan kawasan Blora selatan tak lagi ada kesulitan. Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora (TBB) yang dibangun sejak 1 Juli 2020 itu mulai beroperasi setelah diresmikan kemarin (3/1).

Jembatan melintas Sungai Bengawan Solo, itu mulai dilewati kendaraan. Tiga menteri sekaligus yang meresmikan jembatan penghubung Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro dengan Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Blora. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno yang hadir dalam peresmian Jembatan TBB itu mengingatkan masa kecilnya kerap kesulitan menuju wilayah Kecamatan Cepu, Blora.

Dia mengatakan, secara administratif dirinya lahir dan dibesarkan di Desa Dologgede, Kecamatan Tambakrejo. Serta bersekolah SMP di Padangan dan SMA di Bojonegoro. Tapi, Mensesneg itu merasa lebih dekat dengan wilayah Kecamatan Cepu. Tentu, menuju Cepu, harus menempuh beberapa kilometer menuju Ngraho terlebih dahulu. “Karena ketika ke dokter hingga ke toko dari rumah harus ke Cepu bukan ke Bojonegoro,” ujar Pratikno.

Dari situ, menurut Pratikno, masyarakat tidak merasa ada batas antara Bojonegoro dan Cepu. Seperti tidak ada batas antarprovinsi. Karena itu, inisiatif menjembatani antarprovinsi dengan adanya Jembatan TBB ini sesuatu luar biasa. “Harus didukung penuh bersama,” ujar rektor Universitas Gajahmada (UGM) periode 2012-2014 itu.

Selama ini, banyak masyarakat Blora selatan, seperti Kecamatan Kradenan, beraktivitas di wilayah Ngraho. Mulai bersekolah hingga aktivitas perdagangan. Mereka menyeberang Bengawan Solo dengan perahu. Begitu pun, sebaliknya banyak warga Ngraho butuh akses menuju Kecamatan Kradenan.

Baca Juga :  DPRD Bisa Bentuk Pansus Jembatan

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M. Basoeki Hadimuljono dalam sambutannya mengatakan, pengembangan wilayah adanya Jembatan TBB akan diiringi konektivitas infrastruktur. Tahun ini akan membangun tiga jalan. Seperti jalan dari Napis Tambakrejo hingga Watujago dibangun sepanjang 14 kilometer dengan lebar 7 meter.

Berikutnya, perbaikan jalan dari Kecamatan Ngambon sampai Pasar Dawe Kecamatan Sekar sepanjang 14 kilometer. Basuki memperkirakan 2022 sudah selesai. Konektivitas infrastruktur lainnya, juga perbaikan jalan dari Pasar Dawe melalui Karangjati (wilayah Ngawi) hingga menyambung dengan jalan nasional. “Sudah tidak terpencil bisa terkonek dengan jalan nasional. Sehingga kawasan tidak terisolir dan berkembang dengan sendirinya,” ungkapnya.

Basuki mengapresiasi Jembatan TBB karena dibangun atas dua kabupaten. Dengan gotong-royong pembangunan bisa dipercepat. Jembatan TBB ini juga mengonektivitas transportasi karena sebagai akses menuju Bandara Ngloram. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, akhir 2021 masyarakat Bojonegoro dan Blora, bisa ke Jakarta, Balikapapan, maupun Bali dengan mangakses pesawat dari Bandara Ngloram.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan Bandara Ngloram adalah mimpi panjang. Dari Bojonegoro dan Ngloram bisa bergandengan adanya Jembatan TBB. Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengatakan, pembangunan Jembatan TBB menunjukkan kontribusi besar atas perhatian pemerintah di bidang infrastruktur. Meningkatkan sarana kerja, sehingga capaian pembangunan dapat terwujud. “Ketersedian prasarana fisik jembatan merupakan faktor penunjang pengembangan suatu wilayah. Dengan menghubungkan dua kabupaten akan lebih baik lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Pedagang Pilih Sewa Bangunan, Enggan Balik ke Pasar

Pengerjaan Jembatan TBB ini penuh optimisme. Dikerjaan saat pandemi Covid-19, dan durasi pengerjaan sekitar enam bulan. Mulai 1 Juli dan selesai 29 Desember 2020. “Ini salah satu hasil MoU Wironegoro, antara Kabupaten Ngawi, Blora, dan Bojonegoro. Bahwa Bojonegoro sudah berpikir membangun kawasan,” tutur Bupati.

Bu Anna mengatakan, jalan menuju jembatan masih kecil. Tahun ini akan dilakukan perbaikan. Termasuk se Bojonegoro berencana memperbaiki jalan lainnya sekitar 190 kilometer. Di selatan Jembatan TBB, nantinya juga akan dibangun Waduk Karangnongko. Waduk proyek dari pemerintah pusat ini juga akan mengonektivitas antara Bojonegoro, Blora, dan Ngawi. Selain Jembatan TBB, menurut Bu Anna, tahun ini Pemkab Bojonegoro juga membangun jembatan menghubungkan Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban dengan Kecamatan Kanor, Kabupatan Bojonegoro.

Pembangunan ini bertujuan untuk membangun infrastrukur dan meningkatkan ketahanan pangan. Sebab, dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Bojonegoro masuk dua besar untuk ketahanan pangan di Jawa Timur. “Agar Bojonegoro bisa menopang katahanan pangan,” ujarnya.

Pihaknya mengaku sudah berkirim surat dengan menteri untuk jalan tol akan melewati Bojonegoro. Baik sesuai peraturan presiden (perpres) yang baru maupun exit tol dari Nganjuk yang bisa menghubungkan dua kecamatan yaitu Kecamatan Gondang dan Sekar. “Bisa menopang sinergitas wilayah,” ujar Bu Anna ingin membangun koneksi dengan Kabupaten Ngawi, Blora, Lamongan, Tuban, maupun kabupaten sekitar. (irv)

Radar Bojonegoro – Aktivitas perekonomian dan pendidikan warga Kecamatan Ngraho dengan kawasan Blora selatan tak lagi ada kesulitan. Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora (TBB) yang dibangun sejak 1 Juli 2020 itu mulai beroperasi setelah diresmikan kemarin (3/1).

Jembatan melintas Sungai Bengawan Solo, itu mulai dilewati kendaraan. Tiga menteri sekaligus yang meresmikan jembatan penghubung Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro dengan Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Blora. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno yang hadir dalam peresmian Jembatan TBB itu mengingatkan masa kecilnya kerap kesulitan menuju wilayah Kecamatan Cepu, Blora.

Dia mengatakan, secara administratif dirinya lahir dan dibesarkan di Desa Dologgede, Kecamatan Tambakrejo. Serta bersekolah SMP di Padangan dan SMA di Bojonegoro. Tapi, Mensesneg itu merasa lebih dekat dengan wilayah Kecamatan Cepu. Tentu, menuju Cepu, harus menempuh beberapa kilometer menuju Ngraho terlebih dahulu. “Karena ketika ke dokter hingga ke toko dari rumah harus ke Cepu bukan ke Bojonegoro,” ujar Pratikno.

Dari situ, menurut Pratikno, masyarakat tidak merasa ada batas antara Bojonegoro dan Cepu. Seperti tidak ada batas antarprovinsi. Karena itu, inisiatif menjembatani antarprovinsi dengan adanya Jembatan TBB ini sesuatu luar biasa. “Harus didukung penuh bersama,” ujar rektor Universitas Gajahmada (UGM) periode 2012-2014 itu.

Selama ini, banyak masyarakat Blora selatan, seperti Kecamatan Kradenan, beraktivitas di wilayah Ngraho. Mulai bersekolah hingga aktivitas perdagangan. Mereka menyeberang Bengawan Solo dengan perahu. Begitu pun, sebaliknya banyak warga Ngraho butuh akses menuju Kecamatan Kradenan.

Baca Juga :  Gadis ini Sangat Mengagumi Bunga

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M. Basoeki Hadimuljono dalam sambutannya mengatakan, pengembangan wilayah adanya Jembatan TBB akan diiringi konektivitas infrastruktur. Tahun ini akan membangun tiga jalan. Seperti jalan dari Napis Tambakrejo hingga Watujago dibangun sepanjang 14 kilometer dengan lebar 7 meter.

Berikutnya, perbaikan jalan dari Kecamatan Ngambon sampai Pasar Dawe Kecamatan Sekar sepanjang 14 kilometer. Basuki memperkirakan 2022 sudah selesai. Konektivitas infrastruktur lainnya, juga perbaikan jalan dari Pasar Dawe melalui Karangjati (wilayah Ngawi) hingga menyambung dengan jalan nasional. “Sudah tidak terpencil bisa terkonek dengan jalan nasional. Sehingga kawasan tidak terisolir dan berkembang dengan sendirinya,” ungkapnya.

Basuki mengapresiasi Jembatan TBB karena dibangun atas dua kabupaten. Dengan gotong-royong pembangunan bisa dipercepat. Jembatan TBB ini juga mengonektivitas transportasi karena sebagai akses menuju Bandara Ngloram. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, akhir 2021 masyarakat Bojonegoro dan Blora, bisa ke Jakarta, Balikapapan, maupun Bali dengan mangakses pesawat dari Bandara Ngloram.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan Bandara Ngloram adalah mimpi panjang. Dari Bojonegoro dan Ngloram bisa bergandengan adanya Jembatan TBB. Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengatakan, pembangunan Jembatan TBB menunjukkan kontribusi besar atas perhatian pemerintah di bidang infrastruktur. Meningkatkan sarana kerja, sehingga capaian pembangunan dapat terwujud. “Ketersedian prasarana fisik jembatan merupakan faktor penunjang pengembangan suatu wilayah. Dengan menghubungkan dua kabupaten akan lebih baik lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  Diringkus, Pencuri 20 Ponsel di Konter

Pengerjaan Jembatan TBB ini penuh optimisme. Dikerjaan saat pandemi Covid-19, dan durasi pengerjaan sekitar enam bulan. Mulai 1 Juli dan selesai 29 Desember 2020. “Ini salah satu hasil MoU Wironegoro, antara Kabupaten Ngawi, Blora, dan Bojonegoro. Bahwa Bojonegoro sudah berpikir membangun kawasan,” tutur Bupati.

Bu Anna mengatakan, jalan menuju jembatan masih kecil. Tahun ini akan dilakukan perbaikan. Termasuk se Bojonegoro berencana memperbaiki jalan lainnya sekitar 190 kilometer. Di selatan Jembatan TBB, nantinya juga akan dibangun Waduk Karangnongko. Waduk proyek dari pemerintah pusat ini juga akan mengonektivitas antara Bojonegoro, Blora, dan Ngawi. Selain Jembatan TBB, menurut Bu Anna, tahun ini Pemkab Bojonegoro juga membangun jembatan menghubungkan Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban dengan Kecamatan Kanor, Kabupatan Bojonegoro.

Pembangunan ini bertujuan untuk membangun infrastrukur dan meningkatkan ketahanan pangan. Sebab, dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Bojonegoro masuk dua besar untuk ketahanan pangan di Jawa Timur. “Agar Bojonegoro bisa menopang katahanan pangan,” ujarnya.

Pihaknya mengaku sudah berkirim surat dengan menteri untuk jalan tol akan melewati Bojonegoro. Baik sesuai peraturan presiden (perpres) yang baru maupun exit tol dari Nganjuk yang bisa menghubungkan dua kecamatan yaitu Kecamatan Gondang dan Sekar. “Bisa menopang sinergitas wilayah,” ujar Bu Anna ingin membangun koneksi dengan Kabupaten Ngawi, Blora, Lamongan, Tuban, maupun kabupaten sekitar. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/