alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Parkir Berlangganan Tak Jadi Dihapus

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Parkir berlangganan dipastikan tidak akan dihapus. Bahkan, pemkab menaikan target pendapatanya tahun ini.Kepala dinas perhubungan (Dishub) Bojonegoro Adie Witjaksono menjelaskan, tahun ini target pendapatan asli daerah (PAD) dari parkir berlanggaran dinaikkan dua kali lipat dibanding tahun lalu .

Indikator kenaikan itu ber­dasarkan jumlah kendaraan bermotor di Bojonegoro yang terus meningkat.

”Tahun lalu saja jumlahnya mencapai 320 ribu unit. Itu roda dua, belum roda empat. Tahun depan pasti sudah bertambah lagi,” ujarnya kemarin (3/1).

Mantan kepala dinas sosial (dinsos) itu melanjutkan, tahun ini target PAD parkir berlanggaran adalah Rp 16 miliar. Jumlah itu dua kali lipat dibanding PAD tahun lalu yang hanya Rp 8 miliar.

Adi menjelaskan, tahun lalu target PAD itu tercapai penuh. Sebab, jumlah kendaraan juga semakin banyak. Tahun ini pihaknya yakin target itu akan terealisasi. Sebab, kendaraan baru diperkirakan akan meningkat tajam. Baik roda dua maupun roda empat, terangnya.

Baca Juga :  Utamakan Keluarga

Pria yang juga pernah menjabat kepala dinas P3AKB itu memastikan parkir berlangganan akan tetap ada. Sebab, parkir berlangganan itu salah satu penyumpang PAD yang cukup besar.

Menurut Adi, sebelumnya me­mang pernah ada wacana peng­hapusan parkir berlang­ganan. Namun, setelah dikaji ulang, parkir berlangganan tidak perlu dihapus.

”Setelah kami kaji memang tidak perlu dihapus,” jelasnya.

Adi menjelaskan, dengan menerapkan parkir berlangganan, semua pemilik kendaraan bermotor akan ikut membayar. Baik yang di kota maupun yang di pelosok desa. Sehingga, potensi pendapatan juga lebih besar.

Namun, lanjut Adi, kendaraan yang sudah dikenakan parkir berlangganan tidak boleh dipungut parkir. Terutama saat parkir di bahu jalan. Pungutan parkir di bahu jalan hanya dikenakan pada kendaraan pelat nomor polisi (nopol) luar Bojo­negoro. ”Kalau pelat Bojonegoro tidak boleh dikenakan parkir,” jelasnya.

Baca Juga :  APBD Tahun Depan Harus Fokus ke Pemulihan Ekonomi

Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto meminta pemkab untuk terus mengawani parkir. Sebab, masih ada oknum petugas yang memungut pada pemilik ken­daraan pelat Bojonegoro. ”Ini sering terjadi. Meskipun kadang petugasnya tidak meminta,” jelasnya.

Namun, lanjut dia, hal itu mer­upakan hal yang tidak dibolehkan. Karena itu, dishub harus benar-benar melakukan pengawasan pada para petugas parkir. ”Jika ada oknum yang melanggar harus diberikan sanksi,” jelasnya.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Parkir berlangganan dipastikan tidak akan dihapus. Bahkan, pemkab menaikan target pendapatanya tahun ini.Kepala dinas perhubungan (Dishub) Bojonegoro Adie Witjaksono menjelaskan, tahun ini target pendapatan asli daerah (PAD) dari parkir berlanggaran dinaikkan dua kali lipat dibanding tahun lalu .

Indikator kenaikan itu ber­dasarkan jumlah kendaraan bermotor di Bojonegoro yang terus meningkat.

”Tahun lalu saja jumlahnya mencapai 320 ribu unit. Itu roda dua, belum roda empat. Tahun depan pasti sudah bertambah lagi,” ujarnya kemarin (3/1).

Mantan kepala dinas sosial (dinsos) itu melanjutkan, tahun ini target PAD parkir berlanggaran adalah Rp 16 miliar. Jumlah itu dua kali lipat dibanding PAD tahun lalu yang hanya Rp 8 miliar.

Adi menjelaskan, tahun lalu target PAD itu tercapai penuh. Sebab, jumlah kendaraan juga semakin banyak. Tahun ini pihaknya yakin target itu akan terealisasi. Sebab, kendaraan baru diperkirakan akan meningkat tajam. Baik roda dua maupun roda empat, terangnya.

Baca Juga :  APBD Tahun Depan Harus Fokus ke Pemulihan Ekonomi

Pria yang juga pernah menjabat kepala dinas P3AKB itu memastikan parkir berlangganan akan tetap ada. Sebab, parkir berlangganan itu salah satu penyumpang PAD yang cukup besar.

Menurut Adi, sebelumnya me­mang pernah ada wacana peng­hapusan parkir berlang­ganan. Namun, setelah dikaji ulang, parkir berlangganan tidak perlu dihapus.

”Setelah kami kaji memang tidak perlu dihapus,” jelasnya.

Adi menjelaskan, dengan menerapkan parkir berlangganan, semua pemilik kendaraan bermotor akan ikut membayar. Baik yang di kota maupun yang di pelosok desa. Sehingga, potensi pendapatan juga lebih besar.

Namun, lanjut Adi, kendaraan yang sudah dikenakan parkir berlangganan tidak boleh dipungut parkir. Terutama saat parkir di bahu jalan. Pungutan parkir di bahu jalan hanya dikenakan pada kendaraan pelat nomor polisi (nopol) luar Bojo­negoro. ”Kalau pelat Bojonegoro tidak boleh dikenakan parkir,” jelasnya.

Baca Juga :  Ghofur Ketua DPRD, Fredy Ketua FKB

Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto meminta pemkab untuk terus mengawani parkir. Sebab, masih ada oknum petugas yang memungut pada pemilik ken­daraan pelat Bojonegoro. ”Ini sering terjadi. Meskipun kadang petugasnya tidak meminta,” jelasnya.

Namun, lanjut dia, hal itu mer­upakan hal yang tidak dibolehkan. Karena itu, dishub harus benar-benar melakukan pengawasan pada para petugas parkir. ”Jika ada oknum yang melanggar harus diberikan sanksi,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/