alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Lamongan, Tunda Libur Semester

LAMONGAN, Radar Lamongan – Masa liburan sekolah diprediksi dapat meningkatkan mobilisasi warga untuk pergi keluar kota. Apalagi, momennya berbarengan natal dan tahun baru (nataru).
Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif, mengatakan, sesuai jadwal kalender pendidikan, libur semester jatuh pada 24 Desember – 2 Januari. Namun, liburan itu ditunda hingga 4 Januari.
Tujuannya, momen nataru tidak ada libur. Sehingga meminimalisasi meningkatnya mobilisasi warga selama libur akhir tahun. “Kita sesuaikan dengan edaran Kemendikbud. Tidak sengaja meliburkan. Sehingga yang diperbolehkan izin hanya yang beragama nonmuslim untuk melaksanakan ibadah natal serta mereka yang sakit dan tidak bisa hadir ke sekolah,” ujarnya.
Munif menjelaskan, libur semester lebih singkat dari sebelumnya. Penerimaan rapor dijadwalkan 3 Januari. Sehari kemudian libur semester hingga 8 Januari.
Menurut dia, kebijakan ini diberlakukan menyesuaikan rencana pemerintah dalam melaksanakan PPKM level 3 selama libur nataru.
Sebagai bentuk antisipasi, lanjut dia, pihaknya tetap memberikan jadwal piket masuk bagi guru dan tenaga pendidik. Dia juga meminta guru terus berkoordinasi dengan wali murid agar tidak melakukan kegiatan keluar kota untuk kepentingan yang tidak mendesak. “Sebagai bentuk pencegahan, kami meminta semuanya tetap tinggal di rumah. Jangan keluar apabila tidak ada kepentingan mendesak,” tuturnya.  
Munif menambahkan, kesempatan pembelajaran tatap muka penuh baru bisa dirasakan beberapa bulan. Jangan sampai ada kenaikan kasus lagi yang bisa berakibat pada pengembalian sistem belajar daring. Pola pembelajaran tersebut dinilai kurang efektif. Khususnya dalam pembentukan karakter anak karena tidak bisa bertemu guru secara langsung.
Selain itu, untuk meminimalisasi adanya klaster sekolah, disdik bekerjasama dengan puskesmas melakukan skrining masif terhadap pelajar. “Skrining ini sudah berjalan sejak diberlakukan pembelajaran tatap muka. Karena yang bisa mendapatkan vaksinasi ada rentan usia, sebagai bentuk pencegahan lain dilakukan skrining rapid.  Alhamdulillah hasilnya negatif semua,” terangnya.

Baca Juga :  Mangkrak, Resi Gudang Segera Diaktifkan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Masa liburan sekolah diprediksi dapat meningkatkan mobilisasi warga untuk pergi keluar kota. Apalagi, momennya berbarengan natal dan tahun baru (nataru).
Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif, mengatakan, sesuai jadwal kalender pendidikan, libur semester jatuh pada 24 Desember – 2 Januari. Namun, liburan itu ditunda hingga 4 Januari.
Tujuannya, momen nataru tidak ada libur. Sehingga meminimalisasi meningkatnya mobilisasi warga selama libur akhir tahun. “Kita sesuaikan dengan edaran Kemendikbud. Tidak sengaja meliburkan. Sehingga yang diperbolehkan izin hanya yang beragama nonmuslim untuk melaksanakan ibadah natal serta mereka yang sakit dan tidak bisa hadir ke sekolah,” ujarnya.
Munif menjelaskan, libur semester lebih singkat dari sebelumnya. Penerimaan rapor dijadwalkan 3 Januari. Sehari kemudian libur semester hingga 8 Januari.
Menurut dia, kebijakan ini diberlakukan menyesuaikan rencana pemerintah dalam melaksanakan PPKM level 3 selama libur nataru.
Sebagai bentuk antisipasi, lanjut dia, pihaknya tetap memberikan jadwal piket masuk bagi guru dan tenaga pendidik. Dia juga meminta guru terus berkoordinasi dengan wali murid agar tidak melakukan kegiatan keluar kota untuk kepentingan yang tidak mendesak. “Sebagai bentuk pencegahan, kami meminta semuanya tetap tinggal di rumah. Jangan keluar apabila tidak ada kepentingan mendesak,” tuturnya.  
Munif menambahkan, kesempatan pembelajaran tatap muka penuh baru bisa dirasakan beberapa bulan. Jangan sampai ada kenaikan kasus lagi yang bisa berakibat pada pengembalian sistem belajar daring. Pola pembelajaran tersebut dinilai kurang efektif. Khususnya dalam pembentukan karakter anak karena tidak bisa bertemu guru secara langsung.
Selain itu, untuk meminimalisasi adanya klaster sekolah, disdik bekerjasama dengan puskesmas melakukan skrining masif terhadap pelajar. “Skrining ini sudah berjalan sejak diberlakukan pembelajaran tatap muka. Karena yang bisa mendapatkan vaksinasi ada rentan usia, sebagai bentuk pencegahan lain dilakukan skrining rapid.  Alhamdulillah hasilnya negatif semua,” terangnya.

Baca Juga :  Air Bengawan di Kawasan TBS Keruh

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/