alexametrics
28.9 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Tiap Kecamatan Dijatah Ekskavator, Akses Jalan Dukung Perekonomian

Radar Lamongan – Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Lamongan nomor urut tiga, Dra Hj Kartika Hidayati, MM, M.HP – Saim, S.Pd (KARSA) ingin menuntaskan masalah banjir yang terjadi di wilayah Kota Soto ini.

Menurut Cawabup Saim, S.Pd, saluran – saluran air yang ada bakal dilakukan pelebaran. Kali dan sungai juga dilakukan normalisasi agar tidak mengalami pendangkalan. Sehingga, saat musim hujan daya tampung air lebih maksimal. 

Bengawan Jero menjadi skala prioritas. Saim menyatakan, disel di kuro harus ditambah lagi. Penjaganya harus selalu siap bila sewaktu – waktu ada kenaikan air. 

‘’Saya juga akan menempatkan ekskavator di masing – masing kecamatan untuk melakukan pengerukan di desa,’’ jelasnya.

Jika banjir teratasi, maka akses jalan bakal semakin mudah. Perekonomian dari sektor pertanian, UMKM maupun sektor lainnya dapat berputar lebih cepat bila didukung jalan yang baik. 

Saim sering mengunjungi warga di desa – desa. Dia melihat banyak potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa. Dia mencontohkan potensi Desa Blajo, Kecamatan Kalitengah. Di desa tersebut banyak perajin songkok dan penjual onde-onde. Pekerjaan itu bisa melibatkan para ibu – ibu rumah tangga. 

Baca Juga :  Senjata untuk Tawuran Diduga Sudah Disiapkan

 ‘’Jadi istri berada di rumah ada kegiatan melakukan penjahitan atau bikin songkok dan lainya,’’ tuturnya. 

Ke depan dalam kepemimpinan KARSA, peningkatan SDM para perajin terus dilakukan. Sehingga, kualitas produk yang dihasilkan lebih bagus lagi dan semakin berdaya saing dengan produk daerah lain. 

‘’Ke depan, tentunya memperhatikan UMKM tersebut. Jangan dilakukan penjualan di lokal. Namun produk tersebut juga harus bisa dijual ke luar kota dengan harga yang tinggi. Kalaupun sudah banyak pemesanan, pasti membutuhkan pegawai banyak, serta membuka lapangan pekerjaan dari UMKM di Lamongan,’’ jelas Saim. 

Pemasaran produk itu, lanjut dia, harus didukung akses jalan. ‘’Harus dilakukan pembenahan jalan karena setiap tahunnya di lokasi ini mengalami banjir,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Ratusan Pejabat Struktural Pemkab Tuban Dialihkan ke Fungsional

Penanganan Bengawan Jero sangat perlu karena banjir juga mengakibatkan petani dan petambak rugi. Padahal, saat musim tanam mereka membeli benih dan bibit dengan harga yang tidak murah. 

Saim tak ingin hal itu terus terjadi. Dia ingin petani dan petambak mendapatkan harga murah saat menanam. Dinas Perikanan harus dimaksimalkan lagi untuk mengatasi mahalnya bibit ikan.  

‘’Ke depan, ada kerja sama dari Dinas Perikanan untuk melakukan pembenihannya di wilayah pantura,’’ ujarnya. 

Jika pembenihan berhasil, maka harga bibit bisa lebih murah, terjangkau, dan hasil panen maksimal. Saim juga menginginkan pembentukan koperasi untuk mengendalikan harga hasil tambak seperti udang. Koperasi bisa bekerja sama dengan pabrik, tanpa harus melalui perantara. ‘’Kalau sudah begitu pastinya harga ikan pun stabil, tak ada penurunan saat panen raya,’’ katanya.

Radar Lamongan – Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Lamongan nomor urut tiga, Dra Hj Kartika Hidayati, MM, M.HP – Saim, S.Pd (KARSA) ingin menuntaskan masalah banjir yang terjadi di wilayah Kota Soto ini.

Menurut Cawabup Saim, S.Pd, saluran – saluran air yang ada bakal dilakukan pelebaran. Kali dan sungai juga dilakukan normalisasi agar tidak mengalami pendangkalan. Sehingga, saat musim hujan daya tampung air lebih maksimal. 

Bengawan Jero menjadi skala prioritas. Saim menyatakan, disel di kuro harus ditambah lagi. Penjaganya harus selalu siap bila sewaktu – waktu ada kenaikan air. 

‘’Saya juga akan menempatkan ekskavator di masing – masing kecamatan untuk melakukan pengerukan di desa,’’ jelasnya.

Jika banjir teratasi, maka akses jalan bakal semakin mudah. Perekonomian dari sektor pertanian, UMKM maupun sektor lainnya dapat berputar lebih cepat bila didukung jalan yang baik. 

Saim sering mengunjungi warga di desa – desa. Dia melihat banyak potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa. Dia mencontohkan potensi Desa Blajo, Kecamatan Kalitengah. Di desa tersebut banyak perajin songkok dan penjual onde-onde. Pekerjaan itu bisa melibatkan para ibu – ibu rumah tangga. 

Baca Juga :  Senjata untuk Tawuran Diduga Sudah Disiapkan

 ‘’Jadi istri berada di rumah ada kegiatan melakukan penjahitan atau bikin songkok dan lainya,’’ tuturnya. 

Ke depan dalam kepemimpinan KARSA, peningkatan SDM para perajin terus dilakukan. Sehingga, kualitas produk yang dihasilkan lebih bagus lagi dan semakin berdaya saing dengan produk daerah lain. 

‘’Ke depan, tentunya memperhatikan UMKM tersebut. Jangan dilakukan penjualan di lokal. Namun produk tersebut juga harus bisa dijual ke luar kota dengan harga yang tinggi. Kalaupun sudah banyak pemesanan, pasti membutuhkan pegawai banyak, serta membuka lapangan pekerjaan dari UMKM di Lamongan,’’ jelas Saim. 

Pemasaran produk itu, lanjut dia, harus didukung akses jalan. ‘’Harus dilakukan pembenahan jalan karena setiap tahunnya di lokasi ini mengalami banjir,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Andal Melukis, Lukisan Ronggolawenya Jadi Rujukan Google

Penanganan Bengawan Jero sangat perlu karena banjir juga mengakibatkan petani dan petambak rugi. Padahal, saat musim tanam mereka membeli benih dan bibit dengan harga yang tidak murah. 

Saim tak ingin hal itu terus terjadi. Dia ingin petani dan petambak mendapatkan harga murah saat menanam. Dinas Perikanan harus dimaksimalkan lagi untuk mengatasi mahalnya bibit ikan.  

‘’Ke depan, ada kerja sama dari Dinas Perikanan untuk melakukan pembenihannya di wilayah pantura,’’ ujarnya. 

Jika pembenihan berhasil, maka harga bibit bisa lebih murah, terjangkau, dan hasil panen maksimal. Saim juga menginginkan pembentukan koperasi untuk mengendalikan harga hasil tambak seperti udang. Koperasi bisa bekerja sama dengan pabrik, tanpa harus melalui perantara. ‘’Kalau sudah begitu pastinya harga ikan pun stabil, tak ada penurunan saat panen raya,’’ katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/