alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Mangkrak, Resi Gudang Segera Diaktifkan

BOJONEGORO – Sejak dibangun pada 2013, resi gudang milik pemerintah kabupaten (pemkab) di Dander belum pernah difungsikan. Bangunan itu dibiarkan mangkrak selama 5 tahun lebih. Namun, dalam waktu dekat pemkab segera memfungsikan bangunan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Agus Hariyana mengatakan, pemfungsian resi gudang tersebut harus dilakukan. Sebab, akan sangat membantu petani. Selama ini petani belum pernah merasakan manfaat adanya resi gudang tersebut. “Belum pernah difungsikan sama sekali,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, jika sudah dioperasionalkan, petani bisa memanfaatkan resi gudang tersebut untuk memperoleh modal. Nantinya, barang-barang pertanian yang akan dijadikan jaminan atau agunan. “Tentunya dengan menakar harganya terlebih dulu,” ujar dia.

Baca Juga :  Didorong Beri Subsidi Produsen Tahu di Bojonegoro melalui Dana Tak Terduga

Namun, lanjut Agus, untuk bisa mengoperasionalkan hal itu diperlukan modal. Modal yang dibutuhkan juga cukup besar, sekitar Rp 5 miliar. Menurutnya, nanti akan digunakan modal awal untuk melakukan pembelian gabah petani atau digunakan sebagai pinjaman petani.

Selain itu, resi gudang dilengkapi dengan mesin penggilingan gabah. Mesin penggilingan gabah yang digunakan cukup canggih. Jauh lebih canggih dibanding mesin penggilingan gabah pada umumnya. “Sebenarnya dengan mesin ini resi ini sudah bisa beroperasi. Tapi hanya untuk penggilingan gabah,” jelasnya. 

Kalangan legislatif juga mendukung pemkab dalam memanfaatkan aset yang belum pernah dimanfaatkan itu. Padahal, gedung itu juga dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit. “Sangat bagus jika itu dimanfaatkan,” ujar Lasuri, Sekretaris Komisi B DPRD.

Baca Juga :  Jatah Dana Desa Susut Rp 41 M

Menurut Lasuri, pemkab harus memanfaatkan aset-aset yang selama ini belum digunakan. Sehingga, bisa bermanfaat untuk masyarakat. “Kalau resi gudang itu dimanfaatkan akan sangat membantu petani,” jelasnya.

BOJONEGORO – Sejak dibangun pada 2013, resi gudang milik pemerintah kabupaten (pemkab) di Dander belum pernah difungsikan. Bangunan itu dibiarkan mangkrak selama 5 tahun lebih. Namun, dalam waktu dekat pemkab segera memfungsikan bangunan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar Agus Hariyana mengatakan, pemfungsian resi gudang tersebut harus dilakukan. Sebab, akan sangat membantu petani. Selama ini petani belum pernah merasakan manfaat adanya resi gudang tersebut. “Belum pernah difungsikan sama sekali,” ujar Agus.

Agus menjelaskan, jika sudah dioperasionalkan, petani bisa memanfaatkan resi gudang tersebut untuk memperoleh modal. Nantinya, barang-barang pertanian yang akan dijadikan jaminan atau agunan. “Tentunya dengan menakar harganya terlebih dulu,” ujar dia.

Baca Juga :  Paspor CJH Dilembur Hari Libur

Namun, lanjut Agus, untuk bisa mengoperasionalkan hal itu diperlukan modal. Modal yang dibutuhkan juga cukup besar, sekitar Rp 5 miliar. Menurutnya, nanti akan digunakan modal awal untuk melakukan pembelian gabah petani atau digunakan sebagai pinjaman petani.

Selain itu, resi gudang dilengkapi dengan mesin penggilingan gabah. Mesin penggilingan gabah yang digunakan cukup canggih. Jauh lebih canggih dibanding mesin penggilingan gabah pada umumnya. “Sebenarnya dengan mesin ini resi ini sudah bisa beroperasi. Tapi hanya untuk penggilingan gabah,” jelasnya. 

Kalangan legislatif juga mendukung pemkab dalam memanfaatkan aset yang belum pernah dimanfaatkan itu. Padahal, gedung itu juga dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit. “Sangat bagus jika itu dimanfaatkan,” ujar Lasuri, Sekretaris Komisi B DPRD.

Baca Juga :  Satu Yayasan, Sekolah Tidak Terganggu UNBK dan USBN Bersamaan

Menurut Lasuri, pemkab harus memanfaatkan aset-aset yang selama ini belum digunakan. Sehingga, bisa bermanfaat untuk masyarakat. “Kalau resi gudang itu dimanfaatkan akan sangat membantu petani,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/