29.3 C
Bojonegoro
Wednesday, November 30, 2022

Perantara Sabu Divonis Lima Tahun

- Advertisement -

LAMONGAN, Radar Lamongan – Rafi Hidayat, 23, asal Desa Sumberagung, Kecamatan Brondong divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lamongan lima tahun penjara. Dia dinyatakan bersalah, menjadi perantara narkotika jenis sabu.

Vonis yang dibacakan pada sidang kemarin (2/11) itu lebih ringan satu tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Dara Agustina. Pada sidang sebelumnya, JPU menuntut terdakwa enam tahun penjara dengan jeratan pelanggaran pasal 114 ayat 1 UU RI Nomor 35 tentang narkotika.

‘’Majelis hakim sependapat dengan penuntut umum. Terdakwa telah memenuhi unsur-unsur dakwaan tersebut,’’ ucap majelis hakim Maskur Hidayat.

Menurut dia, hal memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Namun, ada hal meringankan bagi terdakwa. ‘’Bersikap sopan, mengakui dan berterus terang, dan tidak mengulangi lagi,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Kades Kanten Dihukum Tiga Tahun

‘’Pidana lima tahun penjara dengan denda Rp 1,2 miliar. Dengan ketentuan, jika tidak dibayar, maka pidana penjara selama tiga bulan,’’ jelasnya.

- Advertisement -

Masa penangkapan dan penahanan yang dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari vonis. Terdakwa tetap ditahan.

‘’Menetapkan barang bukti satu unit HP, Poco M3 warna kuning dirampas untuk dimusnahkan,’’ ucapnya

Menanggapi vonis tersebut, Rafi Hidayat mengatakan pikir – pikir. Penasihat hukumnya, Aris Arianto, menuturkan, dalam waktu seminggu pihaknya akan piker – pikir untuk menerima putusan atau banding.

‘’Nanti akan kordinasi ke terdakwa dan keluarga untuk langkah selanjutnya,’’ katanya.

Berkas kasus Rafi Hidayat ini berkaitan dengan Bayu Pandawa alias Abay, 23, warga Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran; Saleh Huddin, 19, warga Desa Dadapan, Kecamatan Solokuro; dan Er.

Baca Juga :  Kang Yoto dan Pak Mul Siap Hadiri Sidang

Setelah Bayu ditangkap, menyusul Rafi, Saleh, dan Er. Bayu mendapat pesanan sabu dari Rodin (DPO). Bayu menghubungi Rafi, meminta dicarikan sabu. Rafi lalu menghubungi Saleh dan Er, yang masih sepupuan.

Bayu akhirnya diajak Rafi datang ke rumah Er. Di rumah itu, ada Saleh. Di hadapan Saleh, Bayu mengatakan hendak membeli sabu Rp 800 ribu. Saleh mengajak Bayu memakai dulu sambil membungkus sabu pesanan. Rafi, Bayu, Er, dan Saleh mengonsumsi sabu bersama.

Saleh menyerahkan sabu pesanan. Saleh menyuruh Bayu mentransfer uang pembelian sabu tersebut. Bayu diantar Rafi menuju ATM BNI Brondong. Bayu lalu mengantarkan sabu ke Rodin. Keduanya janjian di gang Kelurahan Brondong. Saat menunggu, anggota Satresnarkoba Polres Lamongan menangkapnya. Rafi menjadi terdakwa terakhir yang divonis majelis hakim. (sip/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Rafi Hidayat, 23, asal Desa Sumberagung, Kecamatan Brondong divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lamongan lima tahun penjara. Dia dinyatakan bersalah, menjadi perantara narkotika jenis sabu.

Vonis yang dibacakan pada sidang kemarin (2/11) itu lebih ringan satu tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Dara Agustina. Pada sidang sebelumnya, JPU menuntut terdakwa enam tahun penjara dengan jeratan pelanggaran pasal 114 ayat 1 UU RI Nomor 35 tentang narkotika.

‘’Majelis hakim sependapat dengan penuntut umum. Terdakwa telah memenuhi unsur-unsur dakwaan tersebut,’’ ucap majelis hakim Maskur Hidayat.

Menurut dia, hal memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Namun, ada hal meringankan bagi terdakwa. ‘’Bersikap sopan, mengakui dan berterus terang, dan tidak mengulangi lagi,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Nurul Daftar, Edi Bimbang

‘’Pidana lima tahun penjara dengan denda Rp 1,2 miliar. Dengan ketentuan, jika tidak dibayar, maka pidana penjara selama tiga bulan,’’ jelasnya.

- Advertisement -

Masa penangkapan dan penahanan yang dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari vonis. Terdakwa tetap ditahan.

‘’Menetapkan barang bukti satu unit HP, Poco M3 warna kuning dirampas untuk dimusnahkan,’’ ucapnya

Menanggapi vonis tersebut, Rafi Hidayat mengatakan pikir – pikir. Penasihat hukumnya, Aris Arianto, menuturkan, dalam waktu seminggu pihaknya akan piker – pikir untuk menerima putusan atau banding.

‘’Nanti akan kordinasi ke terdakwa dan keluarga untuk langkah selanjutnya,’’ katanya.

Berkas kasus Rafi Hidayat ini berkaitan dengan Bayu Pandawa alias Abay, 23, warga Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran; Saleh Huddin, 19, warga Desa Dadapan, Kecamatan Solokuro; dan Er.

Baca Juga :  Pasutri Mendekam di Penjara 4 Tahun

Setelah Bayu ditangkap, menyusul Rafi, Saleh, dan Er. Bayu mendapat pesanan sabu dari Rodin (DPO). Bayu menghubungi Rafi, meminta dicarikan sabu. Rafi lalu menghubungi Saleh dan Er, yang masih sepupuan.

Bayu akhirnya diajak Rafi datang ke rumah Er. Di rumah itu, ada Saleh. Di hadapan Saleh, Bayu mengatakan hendak membeli sabu Rp 800 ribu. Saleh mengajak Bayu memakai dulu sambil membungkus sabu pesanan. Rafi, Bayu, Er, dan Saleh mengonsumsi sabu bersama.

Saleh menyerahkan sabu pesanan. Saleh menyuruh Bayu mentransfer uang pembelian sabu tersebut. Bayu diantar Rafi menuju ATM BNI Brondong. Bayu lalu mengantarkan sabu ke Rodin. Keduanya janjian di gang Kelurahan Brondong. Saat menunggu, anggota Satresnarkoba Polres Lamongan menangkapnya. Rafi menjadi terdakwa terakhir yang divonis majelis hakim. (sip/yan)

Artikel Terkait

Perjuangan DBH sejak 2009 Lalu

Dinas PMD Masih Konsultasi dengan Pakar

Tensi Tinggi, Dua Pemain Dikartu Merah

Raih Penghargaan Desa Berseri

Most Read

Artikel Terbaru

Raperda Pesantren di Meja DPRD

APBD 2023 Ditetapkan Rp 2,2 Triliun

Pamerkan Busana dari Batik Blora

Dijanjikan Penerbangan Tahun Depan


/