alexametrics
24.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Dua Desa Lagi Terpapar Covid-19

Radar Lamongan – Peta persebaran Covid-19 di Kabupaten Lamongan statusnya masih zona kuning atau resiko rendah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur per 1 November, skor resiko daerah kasus Covid-19 Kabupaten Lamongan semula nilainya 2,5 dan berada di peringkat ke-6.

Kini, skor resiko itu turun menjadi 2,45 dan bergeser di peringkat 11. Kasus sembuhnya 84,1 persen, dan 8,19 persen kasus meninggal. Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Lamongan dr. Abdullah Wasian mengatakan, jika skor resiko semakin turun, maka semakin buruk pula pengendalian persebaran Covid-19 di daerah tersebut. ‘’Skor semakin turun, semakin jelek.

Ada rumusnya dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk menghitung skor tersebut,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (2/11). Dia menjelaskan, ada 14 kriteria yang bisa dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 untuk meningkatkan skor resiko.

Antara lain memerbanyak angka kesembuhan kasus, memerkecil angka kematian, menurunkan penanganan kasus di ruang rawat inap, menurunkan positif rate, serta memastikan sarana dan prasarana RS rujukan Covid-19 memadai.

Baca Juga :  Pedagang Pasar Gabus : Paguyuban Sarankan Ditempati Pedagang Baru

‘’Intinya banyak kasus sembuh, sedikit yang meninggal, sedikit yang dirawat di RS, dan sedikit positif rate. Misalnya hanya satu yang swab (hasilnya) positif dengan perbandingan 20 yang swab (hasilnya) negatif,’’ jelasnya. Sementara itu, per kemarin (2/11) juga ada penambahan kasus baru sebanyak lima orang. Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 aktif menjadi 70 orang.

Penambahan kasus baru tersebut berasal dari lima kecamatan. Yakni Tikung, Mantup, Karanggeneng, Kembangbahu, dan Lamongan. Bahkan, ada dua desa di dua kecamatan tersebut termasuk kategori desa baru terpapar. ‘’Desa yang baru terpapar Covid-19 adalah Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng, dan Desa Tugu, Kecamatan Mantup. Total desa yang sudah terpapar sebanyak 288 desa atau 60,79 persen. Sedangkan desa yang pulih sebanyak 227 desa,’’ jelas Wasian.

Baca Juga :  Raperda Sisakan Validasi

Sementara itu, tenaga kerja di Lamongan juga tetap diketati. ‘’Tidak ada yang longgar, tetap menerapkan protokol kesehatan yang ada,’’ tutur Pengawas Ketenagakerjaan (Wasnaker) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jatim Satker Lamongan Silvia Indriani kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (2/11).

Menurut dia, sektor tenaga kerja tetap menjadi perhatian. Apalagi, awal-awal pandemi lalu sejumlah klaster penyebaran covid-19 bermunculan dari sejumlah perusahaan rokok. ‘’Tetap kita pantau ketat, sehingga tidak terdapat klaster ketenagakerjaan,’’ ujarnya saat dikonfirmasi via ponsel.

Zona kuning di satu daerah masih berpotensi terjadinya penyebaran virus yang kini menjadi pandemi dunia tersebut. Sedangkan, lanjut dia, untuk bisa benar-benar normal, maka Lamongan harus masuk ke zona hijau. ‘’Kita akan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, kecuali di sini sudah masuk zona hijau. Baru di saat itu bisa sedikit dilonggarkan,’’ kata Silvi.

Radar Lamongan – Peta persebaran Covid-19 di Kabupaten Lamongan statusnya masih zona kuning atau resiko rendah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur per 1 November, skor resiko daerah kasus Covid-19 Kabupaten Lamongan semula nilainya 2,5 dan berada di peringkat ke-6.

Kini, skor resiko itu turun menjadi 2,45 dan bergeser di peringkat 11. Kasus sembuhnya 84,1 persen, dan 8,19 persen kasus meninggal. Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Lamongan dr. Abdullah Wasian mengatakan, jika skor resiko semakin turun, maka semakin buruk pula pengendalian persebaran Covid-19 di daerah tersebut. ‘’Skor semakin turun, semakin jelek.

Ada rumusnya dari BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk menghitung skor tersebut,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (2/11). Dia menjelaskan, ada 14 kriteria yang bisa dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 untuk meningkatkan skor resiko.

Antara lain memerbanyak angka kesembuhan kasus, memerkecil angka kematian, menurunkan penanganan kasus di ruang rawat inap, menurunkan positif rate, serta memastikan sarana dan prasarana RS rujukan Covid-19 memadai.

Baca Juga :  Prosesi Upacara Hari Jadi Bojonegoro Dilakukan Secara Virtual

‘’Intinya banyak kasus sembuh, sedikit yang meninggal, sedikit yang dirawat di RS, dan sedikit positif rate. Misalnya hanya satu yang swab (hasilnya) positif dengan perbandingan 20 yang swab (hasilnya) negatif,’’ jelasnya. Sementara itu, per kemarin (2/11) juga ada penambahan kasus baru sebanyak lima orang. Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 aktif menjadi 70 orang.

Penambahan kasus baru tersebut berasal dari lima kecamatan. Yakni Tikung, Mantup, Karanggeneng, Kembangbahu, dan Lamongan. Bahkan, ada dua desa di dua kecamatan tersebut termasuk kategori desa baru terpapar. ‘’Desa yang baru terpapar Covid-19 adalah Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng, dan Desa Tugu, Kecamatan Mantup. Total desa yang sudah terpapar sebanyak 288 desa atau 60,79 persen. Sedangkan desa yang pulih sebanyak 227 desa,’’ jelas Wasian.

Baca Juga :  Klaim Air Waduk Aman

Sementara itu, tenaga kerja di Lamongan juga tetap diketati. ‘’Tidak ada yang longgar, tetap menerapkan protokol kesehatan yang ada,’’ tutur Pengawas Ketenagakerjaan (Wasnaker) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jatim Satker Lamongan Silvia Indriani kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (2/11).

Menurut dia, sektor tenaga kerja tetap menjadi perhatian. Apalagi, awal-awal pandemi lalu sejumlah klaster penyebaran covid-19 bermunculan dari sejumlah perusahaan rokok. ‘’Tetap kita pantau ketat, sehingga tidak terdapat klaster ketenagakerjaan,’’ ujarnya saat dikonfirmasi via ponsel.

Zona kuning di satu daerah masih berpotensi terjadinya penyebaran virus yang kini menjadi pandemi dunia tersebut. Sedangkan, lanjut dia, untuk bisa benar-benar normal, maka Lamongan harus masuk ke zona hijau. ‘’Kita akan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat, kecuali di sini sudah masuk zona hijau. Baru di saat itu bisa sedikit dilonggarkan,’’ kata Silvi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/