alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Pembebasan Lahan Belum Tuntas

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Persiapan pembangunan Jembatan Kanor-Rengel belum tuntas. Terutama pembebasan lahan. Masih ada sejumlah titik yang lahannya belum dibebaskan. ’’Ada beberapa titik memang belum bebas. Saya harap itu segera dibebaskan,’’ kata Ketua Komisi D DPRD Abdullah Umar usai meninjau lokasi pembangunan jembatan kemarin (2/10).

Menurut Umar, sapaannya, pihaknya meminta dinas pekerjaan umum (PU) bina marga dan tata ruang segera menyelesaikan pembebasan lahan. Sehingga, saat pembangunan tahun depan sudah tidak ada masalah lagi. ’’Sebelum proses pembangunan, semua persiapan harus sudah klir,’’ tegas politikus PKB itu.

Jembatan itu berlokasi di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro. Sedangkan sisi utara berlokasi di Kecamatan Rengel, Tuban. Di wilayah Rengel, pembebasan akan dilakukan oleh Pemkab Tuban.

Baca Juga :  Petani di Kapas Terancam Gagal Panen

Jembatan itu dibangun dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Bojonegoro sebesar Rp 47 miliar. Anggaran itu masih belum menuntaskan pembangunan jembatan keseluruhan. ’’Itu nanti bagian bawah saja. Setelah itu akan ada tahap-tahap selanjutnya,’’ ujar politikus asal Kecamatan Baureno itu.

Umar juga belum bisa memastikan bagaimana desain jembatan itu. Apakah akan menggantung seperti Jembatan Sosrodilogo Trucuk atau ada tiangnya? ’’Saat ini kan masih tahap perencanaan. Jadi, desainnya belum ada,’’ jelasnya.

Pembangunan jembatan itu direncanakan sejak tahun ini. Pemkab Bojonegoro dan Pemkab Tuban sudah melakukan memorandum of understanding (MoU) dalam pembangunan itu.

Jembatan itu akan menjadi penghubung antara Kecamatan Kanor, Bojonegoro, dengan Kecamatan Rengel, Tuban. Selama ini warga Kanor yang ingin ke Rengel harus menyeberang dengan perahu. Sebab, harus melintasi Bengawan Solo. 

Baca Juga :  Bulan Ini Lelang Proyek Enam Trotoar Baru

Bahkan, saat menggunakan roda empat harus memutar lebih jauh ke Bojonegoro kota lebih dulu. Sebab, tidak ada akses untuk roda empat di kawasan tersebut. Sehingga, jembatan nantinya akan memotong lamanya perjalanan.

’’Selain itu juga meningkatkan ekonomi masyarakat di kedua wilayah,’’ jelasnya.

Kabid Jembatan Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Wardi menambahkan, persiapan pembangunan jembatan terus dilakukan.  Dia memastikan tidak ada kendala serius yang dihadapi. ’’Tahun ini semua persiapan dipastikan sudah tuntas,’’ jelasnya.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Persiapan pembangunan Jembatan Kanor-Rengel belum tuntas. Terutama pembebasan lahan. Masih ada sejumlah titik yang lahannya belum dibebaskan. ’’Ada beberapa titik memang belum bebas. Saya harap itu segera dibebaskan,’’ kata Ketua Komisi D DPRD Abdullah Umar usai meninjau lokasi pembangunan jembatan kemarin (2/10).

Menurut Umar, sapaannya, pihaknya meminta dinas pekerjaan umum (PU) bina marga dan tata ruang segera menyelesaikan pembebasan lahan. Sehingga, saat pembangunan tahun depan sudah tidak ada masalah lagi. ’’Sebelum proses pembangunan, semua persiapan harus sudah klir,’’ tegas politikus PKB itu.

Jembatan itu berlokasi di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Bojonegoro. Sedangkan sisi utara berlokasi di Kecamatan Rengel, Tuban. Di wilayah Rengel, pembebasan akan dilakukan oleh Pemkab Tuban.

Baca Juga :  Petani di Kapas Terancam Gagal Panen

Jembatan itu dibangun dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Bojonegoro sebesar Rp 47 miliar. Anggaran itu masih belum menuntaskan pembangunan jembatan keseluruhan. ’’Itu nanti bagian bawah saja. Setelah itu akan ada tahap-tahap selanjutnya,’’ ujar politikus asal Kecamatan Baureno itu.

Umar juga belum bisa memastikan bagaimana desain jembatan itu. Apakah akan menggantung seperti Jembatan Sosrodilogo Trucuk atau ada tiangnya? ’’Saat ini kan masih tahap perencanaan. Jadi, desainnya belum ada,’’ jelasnya.

Pembangunan jembatan itu direncanakan sejak tahun ini. Pemkab Bojonegoro dan Pemkab Tuban sudah melakukan memorandum of understanding (MoU) dalam pembangunan itu.

Jembatan itu akan menjadi penghubung antara Kecamatan Kanor, Bojonegoro, dengan Kecamatan Rengel, Tuban. Selama ini warga Kanor yang ingin ke Rengel harus menyeberang dengan perahu. Sebab, harus melintasi Bengawan Solo. 

Baca Juga :  Siapkan Rekayasa Lalin Dadakan

Bahkan, saat menggunakan roda empat harus memutar lebih jauh ke Bojonegoro kota lebih dulu. Sebab, tidak ada akses untuk roda empat di kawasan tersebut. Sehingga, jembatan nantinya akan memotong lamanya perjalanan.

’’Selain itu juga meningkatkan ekonomi masyarakat di kedua wilayah,’’ jelasnya.

Kabid Jembatan Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Wardi menambahkan, persiapan pembangunan jembatan terus dilakukan.  Dia memastikan tidak ada kendala serius yang dihadapi. ’’Tahun ini semua persiapan dipastikan sudah tuntas,’’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/