alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Ayah Pemerkosa Anak Diadili Hukuman 15 Tahun Penjara

Radar Bojonegoro – Perbuatan bejat Sawirin, 37, predator seksual dengan korban anak kandung sendiri mulai diadili di meja hijau. Sidang pertama di Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro secara virtual kemarin (2/9) terdakwa diancam pidana penjara 15 tahun. Dan, ditambah sepertiga dari ancaman hukuman. Sebab, terdakwa merupakan orang tua kandung korban.

Terdakwa asal Kecamatan Sekar, itu mendekam di tahanan. Sedangkan, korban yakni putrinya berusia 12 tahun atau kelas 6 SD masih pendampingan konseling. Bambang Tejo salah satu tim jaksa penuntut umum (JPU) mengatakan, dakwaan terhadap terdakwa pasal 76 D jo pasal 81 ayat 3 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Hanya satu dakwaan saja, pasal 81 ayat 3 tentang persetubuhan anak di bawah umur.

Baca Juga :  Srikandi Pemanah Bojonegoro Pernah Menembus Olimpiade

‘’Terdakwa diancam hukuman maksimal 15 tahun dan ditambah sepertiga hukumannya, karena terdakwa merupakan orang tua kandung korban,” katanya kemarin.

Setelah pembacaan dakwaan, terdakwa bersama penasihat hukumnya tidak mengajukan eksepsi. Sehingga sidang minggu depan, agendanya menghadirkan beberapa saksi. Djoni Wahyu penasihat hukum terdakwa menerangkan, bahwa pihaknya tidak ingin banyak berkomentar. Pihaknya akan mengikuti proses persidangan. “Kalau perlu, kami bisa saran agar JPU tidak terlalu banyak hadirkan saksi. Sehingga persidangan bisa lekas rampung,” tuturnya.

Perlu diketahui, sebelumnya kasus terdakwa Sawirin dirilis oleh Satreskrim Polres Bojonegoro pada Rabu lalu (25/8). Terdakwa dilaporkan karena telah tega menyetubuhi putri kandungnya yang masih berusia 12 tahun. Bahkan, mirisnya terdakwa mengaku telah menyetubuhi putri kandungnya itu sembilan kali hingga hamil.

Baca Juga :  Surat Suara Belum Lengkap

“Pelaku ini memaksa anak kandungnya sendiri dengan cara mengancam, membentak, dan melototi korban serta melakukan bujuk rayu kepada korban. Persetubuhan dilakukan sembilan kali hingga korban hamil dan melahirkan seorang anak perempuan secara prematur,” kata Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia pada Rabu lalu (25/8).

Sementara itu, Psikolog Divisi Konseling Pusat Pelayanan Perempuan dan Anak (P3A) Bojonegoro Ulya Umami menerangkan, pihaknya telah melakukan pendampingan konseling tiga kali ke rumah korban. Saat ini kondisi korban mulai stabil. Dukungan dari orang tua dan sekolah terus mengalir, sehingga psikis korban membaik secara bertahap. “Saat ini, korban beserta anaknya dirawat oleh keluarga dari ibunya. Alhamdullilah kondisi psikisnya semakin membaik,” jelasnya.

Radar Bojonegoro – Perbuatan bejat Sawirin, 37, predator seksual dengan korban anak kandung sendiri mulai diadili di meja hijau. Sidang pertama di Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro secara virtual kemarin (2/9) terdakwa diancam pidana penjara 15 tahun. Dan, ditambah sepertiga dari ancaman hukuman. Sebab, terdakwa merupakan orang tua kandung korban.

Terdakwa asal Kecamatan Sekar, itu mendekam di tahanan. Sedangkan, korban yakni putrinya berusia 12 tahun atau kelas 6 SD masih pendampingan konseling. Bambang Tejo salah satu tim jaksa penuntut umum (JPU) mengatakan, dakwaan terhadap terdakwa pasal 76 D jo pasal 81 ayat 3 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Hanya satu dakwaan saja, pasal 81 ayat 3 tentang persetubuhan anak di bawah umur.

Baca Juga :  Mendung Adem Payungi Kampanye Gus Ipul-Puti Guntur

‘’Terdakwa diancam hukuman maksimal 15 tahun dan ditambah sepertiga hukumannya, karena terdakwa merupakan orang tua kandung korban,” katanya kemarin.

Setelah pembacaan dakwaan, terdakwa bersama penasihat hukumnya tidak mengajukan eksepsi. Sehingga sidang minggu depan, agendanya menghadirkan beberapa saksi. Djoni Wahyu penasihat hukum terdakwa menerangkan, bahwa pihaknya tidak ingin banyak berkomentar. Pihaknya akan mengikuti proses persidangan. “Kalau perlu, kami bisa saran agar JPU tidak terlalu banyak hadirkan saksi. Sehingga persidangan bisa lekas rampung,” tuturnya.

Perlu diketahui, sebelumnya kasus terdakwa Sawirin dirilis oleh Satreskrim Polres Bojonegoro pada Rabu lalu (25/8). Terdakwa dilaporkan karena telah tega menyetubuhi putri kandungnya yang masih berusia 12 tahun. Bahkan, mirisnya terdakwa mengaku telah menyetubuhi putri kandungnya itu sembilan kali hingga hamil.

Baca Juga :  Kerja Sesuai Kemampuan

“Pelaku ini memaksa anak kandungnya sendiri dengan cara mengancam, membentak, dan melototi korban serta melakukan bujuk rayu kepada korban. Persetubuhan dilakukan sembilan kali hingga korban hamil dan melahirkan seorang anak perempuan secara prematur,” kata Kapolres Bojonegoro AKBP Eva Guna Pandia pada Rabu lalu (25/8).

Sementara itu, Psikolog Divisi Konseling Pusat Pelayanan Perempuan dan Anak (P3A) Bojonegoro Ulya Umami menerangkan, pihaknya telah melakukan pendampingan konseling tiga kali ke rumah korban. Saat ini kondisi korban mulai stabil. Dukungan dari orang tua dan sekolah terus mengalir, sehingga psikis korban membaik secara bertahap. “Saat ini, korban beserta anaknya dirawat oleh keluarga dari ibunya. Alhamdullilah kondisi psikisnya semakin membaik,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Tetap Siaga Merah

Ratusan Calon P3K Antre SKCK

Artikel Terbaru


/