alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Pembahasan RDTRK, Tol Bojonegoro Bakal Dua Jalur

Radar Bojonegoro – Rencana pengaktifan lahan Solo Valley untuk jalan tol terus dimatangkan. Terakhir Pemkab Bojonegoro berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) tentang rencana tersebut.

Sesuai hasil pembahasan sementara, jalan tol akan terdiri dua jalur. Yakni di kanan dan kiri dari kanal Solo Valley. ‘’Kami habis membahas itu (Solo Valley). Rencananya jalan tol nanti itu dua jalur,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Bojonegoro Tedjo Sukmono kemarin (2/9).

Tedjo menuturkan, pembahasan dengan Pemprov Jatim itu tentang rancangan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) 2020-2040. Kebetulan, mulai pusat hingga daerah di Bojonegoro, saat ini tengah menuntaskan pembahasan RTRW dan RDTRK.

Sinergitas pembangunan itu sangat penting, karena pembangunan jalan tol dengan mengaktifkan lahan Solo Valley itu menggunakan APBN. Sementara, daerah atau kabupaten sebagai obyek dari pembangunan itu.

‘’Pembangunan tol via jalur Solo Valley itu untuk memper cepat pelaksanaan. Sebelumnya gagal hanya sebatas pengaktifan kanalnya,’’ ujar pria sebelumnya menjbat sekretaris DPRD Bojonegoro itu. Dua jalur tol itu, menurut Tedjo, berdiri di atas tebing sisi kanan dan kiri kanal Solo Valley.

Baca Juga :  Sejumlah MI Arahkan Pengunaan Laptop

Sesuai petanya, kondisi lahan itu berbelok, berpotensi terjadi tukar guling dengan lahan warga di sekitar Solo Valley. Camat Padangan Bayudono mengatakan, sesuai pengarahan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, pemerintah kecamatan diminta segera menyampaikan kepada warga yang menggunakan fasilitas lahan Solo Valley.

Di Kecamatan Padangan lahan Solo Valley melintas di 10 desa. Meliputi Desa Tebon, Prangi, Purworejo, Sidorejo, Cendono, Ngasinan, Sonorejo, Ngradin, Kendung, dan Kebonagung. Di atas lahan itu, selain embung dan sawah, sebagian berdiri bangunan.

Dalam sosialisasi pertama itu, belum ada kepastian besaran ganti rungi untuk memindah bangunan warga. ‘’Katanya akan diganti biaya pindah. Kalau tanah tidak ada gantinya karena statusnya tanah negara,’’ tutur Bayudono.

Camat Kapas Agus Hardiyanto memastikan, kanal Solo Valley di wilayahnya hanya melintasi dua desa. Yakni Desa Bendo dan Desa Tanjungharjo. Lahan Solo Valley di Desa Bendo saat ini dikelola warga unjtuk tempat wisata desa. Sedangkan, lahan di Desa Tanjungharjo berupa sawah dikelola warga setempat.

Baca Juga :  Atlet Judo Bojonegoro, Wakili Jatim di Kejurnas Palembang 

‘’Hanya dua desa,’’ ujar dia. Camat Balen Nanik Lusetiyani memastikan lahan Solo Valley di wilayah kerjanya menerjang 10 desa. Mulai melintas di Desa Sidobandung, Kemamang, Suwaloh, Balenrejo, Lengkong, Prambatan, Mulyoagung, Sekaran, Kedungdowo, dan Sarirejo.

‘’Saat ini digunakan saluran air dan sawah. Jadi tak ada perkampungan,’’ ujarnya. Camat Kepohbaru Sri Nurma Arifa setelah melakukan pendataan, lahan Solo Valley di wilayah kerjanya meliputi Desa Cengkir, Kepoh, Sidomukti, Brangkal, Mojosari, Sumberagung, Woro, Tlogorejo, Sumbergede, dan Sugihwaras.

‘’Rencana pembangunan itu sudah kami sampaikan ke warga,’’ katanya terpisah. Camat Baureno Didit Sugiarto belum bisa dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi via ponselnya terdengar nada sambung, namun belum dibalas. Pesan singkat dikirim hingga berita ini ditulis pukul 18.00 belum dibalas.

Radar Bojonegoro – Rencana pengaktifan lahan Solo Valley untuk jalan tol terus dimatangkan. Terakhir Pemkab Bojonegoro berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) tentang rencana tersebut.

Sesuai hasil pembahasan sementara, jalan tol akan terdiri dua jalur. Yakni di kanan dan kiri dari kanal Solo Valley. ‘’Kami habis membahas itu (Solo Valley). Rencananya jalan tol nanti itu dua jalur,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Bojonegoro Tedjo Sukmono kemarin (2/9).

Tedjo menuturkan, pembahasan dengan Pemprov Jatim itu tentang rancangan Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) 2020-2040. Kebetulan, mulai pusat hingga daerah di Bojonegoro, saat ini tengah menuntaskan pembahasan RTRW dan RDTRK.

Sinergitas pembangunan itu sangat penting, karena pembangunan jalan tol dengan mengaktifkan lahan Solo Valley itu menggunakan APBN. Sementara, daerah atau kabupaten sebagai obyek dari pembangunan itu.

‘’Pembangunan tol via jalur Solo Valley itu untuk memper cepat pelaksanaan. Sebelumnya gagal hanya sebatas pengaktifan kanalnya,’’ ujar pria sebelumnya menjbat sekretaris DPRD Bojonegoro itu. Dua jalur tol itu, menurut Tedjo, berdiri di atas tebing sisi kanan dan kiri kanal Solo Valley.

Baca Juga :  Pagi Ini, Jamaah Haji Tiba di Tuban

Sesuai petanya, kondisi lahan itu berbelok, berpotensi terjadi tukar guling dengan lahan warga di sekitar Solo Valley. Camat Padangan Bayudono mengatakan, sesuai pengarahan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, pemerintah kecamatan diminta segera menyampaikan kepada warga yang menggunakan fasilitas lahan Solo Valley.

Di Kecamatan Padangan lahan Solo Valley melintas di 10 desa. Meliputi Desa Tebon, Prangi, Purworejo, Sidorejo, Cendono, Ngasinan, Sonorejo, Ngradin, Kendung, dan Kebonagung. Di atas lahan itu, selain embung dan sawah, sebagian berdiri bangunan.

Dalam sosialisasi pertama itu, belum ada kepastian besaran ganti rungi untuk memindah bangunan warga. ‘’Katanya akan diganti biaya pindah. Kalau tanah tidak ada gantinya karena statusnya tanah negara,’’ tutur Bayudono.

Camat Kapas Agus Hardiyanto memastikan, kanal Solo Valley di wilayahnya hanya melintasi dua desa. Yakni Desa Bendo dan Desa Tanjungharjo. Lahan Solo Valley di Desa Bendo saat ini dikelola warga unjtuk tempat wisata desa. Sedangkan, lahan di Desa Tanjungharjo berupa sawah dikelola warga setempat.

Baca Juga :  Seminggu Rusak, Proyek Japordes Disoal 

‘’Hanya dua desa,’’ ujar dia. Camat Balen Nanik Lusetiyani memastikan lahan Solo Valley di wilayah kerjanya menerjang 10 desa. Mulai melintas di Desa Sidobandung, Kemamang, Suwaloh, Balenrejo, Lengkong, Prambatan, Mulyoagung, Sekaran, Kedungdowo, dan Sarirejo.

‘’Saat ini digunakan saluran air dan sawah. Jadi tak ada perkampungan,’’ ujarnya. Camat Kepohbaru Sri Nurma Arifa setelah melakukan pendataan, lahan Solo Valley di wilayah kerjanya meliputi Desa Cengkir, Kepoh, Sidomukti, Brangkal, Mojosari, Sumberagung, Woro, Tlogorejo, Sumbergede, dan Sugihwaras.

‘’Rencana pembangunan itu sudah kami sampaikan ke warga,’’ katanya terpisah. Camat Baureno Didit Sugiarto belum bisa dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi via ponselnya terdengar nada sambung, namun belum dibalas. Pesan singkat dikirim hingga berita ini ditulis pukul 18.00 belum dibalas.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/