alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Pelantikan Gratis, Dilarang Bawa Massa

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bojonegoro memastikan pelantikan kepala desa (kades) terpilih tidak dipungut biaya alias gratis. Sebab, kegiatan berlangsung di pendapa pemkab setempat itu sudah dianggarkan (APBD) 2019.

’’Pelantikan ini gratis, tak boleh ada pungutan,’’ kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PMD Bojonegoro Djuwana Poerwiyanto usai rapat finalisasi persiapan pelantikan 154 kades kemarin (2/9).

Dia menuturkan, kades terpilih hanya diberi kewenangan untuk didampingi tiga orang. Sehingga masing-masing desa hanya mendapatkan empat undangan. Satu undangan untuk kades yang akan dilantik, pendampingnya istri atau suaminya, badan perwakilan desa (BPD), dan panitia pilkades.

Baca Juga :  Duh, Anak Muda Dominan Sakit Gigi Berlubang, Ini Penyebabnya

Jika masing-masing empat orang, dikalikan dengan 154 desa, jumlahnya 616 orang. Belum termasuk dari stakeholder kecamatan dan kabupaten. ’’Estimasinya kami siapkan undangan sekitar 1.616 orang,’’ mantan Camat Balen ini.

Meskipun gratis, tapi untuk seragam kepala desa diwajibkan mengenakan baju pakaian dinas upacara besar (PDUB). Untuk seragam tersebut, dinas PMD tidak memfasilitasi. Sebaliknya kepala desa diminta melakukan pengadaan sendiri.

- Advertisement -

Terkait teknis pemberangkatan, juga dikembalikan ke setiap desa. Sehingga, tidak ada pungutan sama sekali yang dilakukan oleh dinas PMD kepada calon kades karena sudah dianggarkan dalam perubahan (P)-APBD.

’’Bisa berangkat sendiri atau bareng-bareng kumpul dulu di kantor kecamatan terserah desa masing-masing,’’ lanjutnya.

Baca Juga :  Rumah Pribadi Digunakan Rumah Baca

Camat Malo Djamari memastikan, teknis pemberangkatan pilkades belum final. Namun, sesuai hasil musyawarah bersama kepala desa terpilih, meminta berangkat bareng. Teknisnya kumpul di kantor kecamatan, dan meminta bantuan polsek setempat untuk pengamanannya selama perjalanan.

’’Rencananya berangkat bareng. Biar kelihatan guyub dan selamat sampai tujuan,’’ ujarnya terpisah.

Calon kades terpilih Desa Pasinan Fanny Khumaydah mengaku sudah mendapat undangan pelantikan. Namun, teknis pemberangkatannya belum mendapatkan arahan dari dinas PMD maupun kecamatan.

Padahal, sebenarnya dia berharap bisa berangkat bareng dengan desa lain. Tentu, agar keselamatan dan kekompakan tetap terjaga. Namun, jika tidak berangkat bareng dengan desa lain, dia akan berangkat sendiri.

’’Jika tak ada arahan, ya berangkat sendiri dengan tokoh desa saja,’’ jelasnya.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Bojonegoro memastikan pelantikan kepala desa (kades) terpilih tidak dipungut biaya alias gratis. Sebab, kegiatan berlangsung di pendapa pemkab setempat itu sudah dianggarkan (APBD) 2019.

’’Pelantikan ini gratis, tak boleh ada pungutan,’’ kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PMD Bojonegoro Djuwana Poerwiyanto usai rapat finalisasi persiapan pelantikan 154 kades kemarin (2/9).

Dia menuturkan, kades terpilih hanya diberi kewenangan untuk didampingi tiga orang. Sehingga masing-masing desa hanya mendapatkan empat undangan. Satu undangan untuk kades yang akan dilantik, pendampingnya istri atau suaminya, badan perwakilan desa (BPD), dan panitia pilkades.

Baca Juga :  Paslon Minim Tawarkan Isu Lingkungan

Jika masing-masing empat orang, dikalikan dengan 154 desa, jumlahnya 616 orang. Belum termasuk dari stakeholder kecamatan dan kabupaten. ’’Estimasinya kami siapkan undangan sekitar 1.616 orang,’’ mantan Camat Balen ini.

Meskipun gratis, tapi untuk seragam kepala desa diwajibkan mengenakan baju pakaian dinas upacara besar (PDUB). Untuk seragam tersebut, dinas PMD tidak memfasilitasi. Sebaliknya kepala desa diminta melakukan pengadaan sendiri.

- Advertisement -

Terkait teknis pemberangkatan, juga dikembalikan ke setiap desa. Sehingga, tidak ada pungutan sama sekali yang dilakukan oleh dinas PMD kepada calon kades karena sudah dianggarkan dalam perubahan (P)-APBD.

’’Bisa berangkat sendiri atau bareng-bareng kumpul dulu di kantor kecamatan terserah desa masing-masing,’’ lanjutnya.

Baca Juga :  Lampaui Ekspektasi, Tuban Raih SAKIP Predikat B

Camat Malo Djamari memastikan, teknis pemberangkatan pilkades belum final. Namun, sesuai hasil musyawarah bersama kepala desa terpilih, meminta berangkat bareng. Teknisnya kumpul di kantor kecamatan, dan meminta bantuan polsek setempat untuk pengamanannya selama perjalanan.

’’Rencananya berangkat bareng. Biar kelihatan guyub dan selamat sampai tujuan,’’ ujarnya terpisah.

Calon kades terpilih Desa Pasinan Fanny Khumaydah mengaku sudah mendapat undangan pelantikan. Namun, teknis pemberangkatannya belum mendapatkan arahan dari dinas PMD maupun kecamatan.

Padahal, sebenarnya dia berharap bisa berangkat bareng dengan desa lain. Tentu, agar keselamatan dan kekompakan tetap terjaga. Namun, jika tidak berangkat bareng dengan desa lain, dia akan berangkat sendiri.

’’Jika tak ada arahan, ya berangkat sendiri dengan tokoh desa saja,’’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/