alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Miliki Dua Unit CT Scan, MRI, dan Microscope Neurosurgery

TUMOR otak adalah salah satu penyakit beresiko tinggi yang dapat menyebabkan kematian. Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) memiliki berbagai piranti canggih untuk melakukan penanganan terhadap penyakit itu. 

Kata tumor membuat sebagian orang bergidik mendengarnya. Apalagi penyakit ini tidak dapat disembuhkan seketika dan sering berakhir dengan kematian. Berbagai jenis pengobatan ditempuh agar tumor bisa hilang dan sel tumor tidak menjalar ke bagian tubuh lainnya. Salah satu jenis tumor yang penanganannya beresiko tinggi adalah tumor otak.

Tumor otak timbul akibat tumbuhnya sel dan jaringan abnormal di dalam otak. Jika tidak ditangani dengan segera, maka dapat menyebabkan kematian.

‘’Sebab otak bertugas mengatur dan mengkoordinir sebagian besar gerakan, perilaku, dan fungsi tubuh,’’ kata dr. Syauqi Hikmi, Sp.BS.

Dalam seminar bertajuk Teknologi Modern dalam Diagnosis dan Tatalaksana Tumor Otak yang diselenggarakan RSML Sabtu (31/8), dibutuhkan peran teknologi kesehatan modern untuk menangani penyakit tersebut. Tidak banyak rumah sakit yang mampu menyediakan peralatan untuk melakukan tindakan pengangkatan tumor.

Baca Juga :  Siapkan Generasi Cerdas dan SDM Berkompeten

Beruntung, rumah sakit di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomor 76 Lamongan ini telah memiliki piranti canggih untuk pemeriksaan tumor otak. Yakni, Computerized Tomography Scanning (CT Scan) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI).

Gejala – gejala tumor otak ditandai dengan penyakit ringan seperti sakit kepala dan penglihatan kabur yang berkepanjangan.

‘’Penyakit itu hanya diobati terus-menerus tanpa mencari tahu apa penyebab dan cara penanganannya, sampai penderitanya ini meninggal. Tapi masih belum tahu apa penyebabnya,’’ ujar pria yang akrab disapa dokter Uqi itu.

Dalam melakukan penegakan diagnosa terhadap penyakit tumor otak, dokter akan melakukan dua metode. Harus melalui anamnesa, yakni wawancara dokter dengan pasien, dan pemeriksaan klinis. Setelah itu, baru diperlukan pemeriksaan penunjang menggunakan CT Scan dan MRI. Dua alat tersebut berfungsi untuk mengetahui nama, lokasi, sampai jenis tumor otak jinak atau ganas.

‘’Tapi diagnosa pasti tetap menggunakan metode pemeriksaan histologi patologi anatomi (PA),’’ jelasnya di hadapan kepala Dinas Kesehatan Lamongan, ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lamongan, direktur utama RSML, serta 150 dokter dan perawat dari berbagai kota.

Baca Juga :  Amankan Pengedar Ganja

RSML sejak 2005 telah memiliki alat CT Scan. Bahkan kini, rumah sakit tersebut memiliki dua unit CT Scan dengan tipe Multi Slice CT Scan (MSCT). Menurut dr Suharianto, Sp.BS, operasi pengangkatan tumor otak sangat beresiko tinggi.

‘’Apalagi otak dilindungi tulang tengkorak yang keras. Sehingga diperlukan alat yang bisa membuka kepala dan mengambil tumor tanpa mencederai jaringan otak yang normal,’’ ujar dokter Anto, sapaannya.

RSML juga memiliki alat Microscope Neurosurgery yang mampu membesarkan objek hingga 60 kali lipat. Sehingga, bisa membedakan antara jaringan tumor atau otak normal, pembuluh darah atau saraf.

‘’Dengan alat itu dapat meminimalkan resiko operasi dan mendapatkan hasil operasi yang lebih optimal serta memuaskan,’’ imbuhnya.

Dokter spesialis bedah syaraf ini mengklaim, RSML merupakan satu-satunya rumah sakit yang memiliki Microscope Neurosurgery di wilayah karisidenan Bojonegoro yang meliputi Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik. Sudah banyak operasi tumor otak yang bisa dikerjakan dengan hasil memuaskan tanpa perlu berobat ke Surabaya maupun luar negeri.

TUMOR otak adalah salah satu penyakit beresiko tinggi yang dapat menyebabkan kematian. Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) memiliki berbagai piranti canggih untuk melakukan penanganan terhadap penyakit itu. 

Kata tumor membuat sebagian orang bergidik mendengarnya. Apalagi penyakit ini tidak dapat disembuhkan seketika dan sering berakhir dengan kematian. Berbagai jenis pengobatan ditempuh agar tumor bisa hilang dan sel tumor tidak menjalar ke bagian tubuh lainnya. Salah satu jenis tumor yang penanganannya beresiko tinggi adalah tumor otak.

Tumor otak timbul akibat tumbuhnya sel dan jaringan abnormal di dalam otak. Jika tidak ditangani dengan segera, maka dapat menyebabkan kematian.

‘’Sebab otak bertugas mengatur dan mengkoordinir sebagian besar gerakan, perilaku, dan fungsi tubuh,’’ kata dr. Syauqi Hikmi, Sp.BS.

Dalam seminar bertajuk Teknologi Modern dalam Diagnosis dan Tatalaksana Tumor Otak yang diselenggarakan RSML Sabtu (31/8), dibutuhkan peran teknologi kesehatan modern untuk menangani penyakit tersebut. Tidak banyak rumah sakit yang mampu menyediakan peralatan untuk melakukan tindakan pengangkatan tumor.

Baca Juga :  Sinkronisasi, Optimis UNBK SMP Berjalan 100 Persen

Beruntung, rumah sakit di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomor 76 Lamongan ini telah memiliki piranti canggih untuk pemeriksaan tumor otak. Yakni, Computerized Tomography Scanning (CT Scan) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI).

Gejala – gejala tumor otak ditandai dengan penyakit ringan seperti sakit kepala dan penglihatan kabur yang berkepanjangan.

‘’Penyakit itu hanya diobati terus-menerus tanpa mencari tahu apa penyebab dan cara penanganannya, sampai penderitanya ini meninggal. Tapi masih belum tahu apa penyebabnya,’’ ujar pria yang akrab disapa dokter Uqi itu.

Dalam melakukan penegakan diagnosa terhadap penyakit tumor otak, dokter akan melakukan dua metode. Harus melalui anamnesa, yakni wawancara dokter dengan pasien, dan pemeriksaan klinis. Setelah itu, baru diperlukan pemeriksaan penunjang menggunakan CT Scan dan MRI. Dua alat tersebut berfungsi untuk mengetahui nama, lokasi, sampai jenis tumor otak jinak atau ganas.

‘’Tapi diagnosa pasti tetap menggunakan metode pemeriksaan histologi patologi anatomi (PA),’’ jelasnya di hadapan kepala Dinas Kesehatan Lamongan, ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lamongan, direktur utama RSML, serta 150 dokter dan perawat dari berbagai kota.

Baca Juga :  Peringatan HJL yang Berbeda, Memaknai Tradisi di Tengah Pandemi Covid

RSML sejak 2005 telah memiliki alat CT Scan. Bahkan kini, rumah sakit tersebut memiliki dua unit CT Scan dengan tipe Multi Slice CT Scan (MSCT). Menurut dr Suharianto, Sp.BS, operasi pengangkatan tumor otak sangat beresiko tinggi.

‘’Apalagi otak dilindungi tulang tengkorak yang keras. Sehingga diperlukan alat yang bisa membuka kepala dan mengambil tumor tanpa mencederai jaringan otak yang normal,’’ ujar dokter Anto, sapaannya.

RSML juga memiliki alat Microscope Neurosurgery yang mampu membesarkan objek hingga 60 kali lipat. Sehingga, bisa membedakan antara jaringan tumor atau otak normal, pembuluh darah atau saraf.

‘’Dengan alat itu dapat meminimalkan resiko operasi dan mendapatkan hasil operasi yang lebih optimal serta memuaskan,’’ imbuhnya.

Dokter spesialis bedah syaraf ini mengklaim, RSML merupakan satu-satunya rumah sakit yang memiliki Microscope Neurosurgery di wilayah karisidenan Bojonegoro yang meliputi Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik. Sudah banyak operasi tumor otak yang bisa dikerjakan dengan hasil memuaskan tanpa perlu berobat ke Surabaya maupun luar negeri.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/