alexametrics
28.9 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Mendekati Game Over, Desak Ganti Pelatih

- Advertisement -

TUBAN, Radar Tuban – Game Over. Itulah status WhatsApp yang diunggah Manajer Persatu Fahmi Fikroni sesaat setelah Persatu Tuban tertinggal 0-2 pada menit ke-67 atas tamunya PSBS Biak dalam lanjutan Liga 2 2019 di Stadion Bumi Wali kemarin (2/9).

Entah, apa makna yang disampaikan anggota DPRD Tuban tersebut. Yang pasti, usai tertinggal, Roni, sapaan akrab politikus PKB asal Jenu ini langsung meninggalkan bench pemain. ‘’Nggak papa, Mas,’’ jawab Roni ketika ditanya tentang status tersebut.

Ditanya peluang Persatu bertahan di Liga 2 yang kian menipis atau tertutup, dia tak memberikan respons apa pun.

Dua gol PSBK Biak yang dicetak Yudistira Mambrasar menit ke-48 dan Freddy J Isir menit ke-67 memperteguh Persatu pada posisi juru kunci sementara.

Baca Juga :  Gadis ini Gabung ke Banyak Aktivitas Sosial 

Meski mampu membalas pada menit ke-83 melalui kaki Nanda Nurrandi, Persatu gagal menyamakan kedudukan. Hingga menit akhir pertandingan, skor tetap 1-2 untuk kemenangan tim tamu.

- Advertisement -

Kondisi ini memperlihatkan belanja 12 pemain, 2  di antara pemain naturalisasi terkesan tak mampu mendongkrak permainan tim. Mamadou Lamaran Diallo,  striker naturalisasi dan striker Fajar Ramadhan Ginting yang digadang-gadang bisa membawa kebangkitan Persatu tak berkutik saat berada di tengah lapangan. Peluang demi peluang mudah dibaca tim lawan. Bahkan, terbukti gol balasan terciptra dari pemain lawas Nanda Nurrandi hasil assist pemain lokal Tuban Danu Rosade.

Head coach Bambang Sumantri mengatakan, pertandingan tersebut sangat berat. Kekalahan tersebut, kata dia, menjadi bahan introspeksi untuk pertandingan lanjutan agar tak terulang lagi. Salah satu faktor kekalahan tersebut  karena pemain tak menjalankan instruksi pelatih.

Baca Juga :  Buru Lisensi, Edy Absen

Menurut dia, kehadiran pemain baru sebenarnya cukup apik. Gagalnya pemain mengkonversikan peluang menjadi gol karena kurang tenang. ‘’Kita saja kurang beruntung hari ini,’’ tegas dia. 

Ketua Harian Persatu M. Miyadi ketika dikonfirmasi via pesan pendek menegaskan, dirinya sudah meminta untuk mencari pelatih yang mampu. ‘’Sudah sampaikan ke manajemen untuk diganti pelatih yang mampu meramu pemain dalam situasi penting dan momen yang pas untuk pergantian pelatih,’’ kata dia via pesan pendek. ‘’Kemampuan pemain sudah ada peningkatan. Cuma perlu pelatih yang cerdas meramu pemain di masing-masing lini. Sehingga tidak terjadi dua kali kesalahan di lini belakang,’’ tambahnya.

TUBAN, Radar Tuban – Game Over. Itulah status WhatsApp yang diunggah Manajer Persatu Fahmi Fikroni sesaat setelah Persatu Tuban tertinggal 0-2 pada menit ke-67 atas tamunya PSBS Biak dalam lanjutan Liga 2 2019 di Stadion Bumi Wali kemarin (2/9).

Entah, apa makna yang disampaikan anggota DPRD Tuban tersebut. Yang pasti, usai tertinggal, Roni, sapaan akrab politikus PKB asal Jenu ini langsung meninggalkan bench pemain. ‘’Nggak papa, Mas,’’ jawab Roni ketika ditanya tentang status tersebut.

Ditanya peluang Persatu bertahan di Liga 2 yang kian menipis atau tertutup, dia tak memberikan respons apa pun.

Dua gol PSBK Biak yang dicetak Yudistira Mambrasar menit ke-48 dan Freddy J Isir menit ke-67 memperteguh Persatu pada posisi juru kunci sementara.

Baca Juga :  Berebut Juara Grup

Meski mampu membalas pada menit ke-83 melalui kaki Nanda Nurrandi, Persatu gagal menyamakan kedudukan. Hingga menit akhir pertandingan, skor tetap 1-2 untuk kemenangan tim tamu.

- Advertisement -

Kondisi ini memperlihatkan belanja 12 pemain, 2  di antara pemain naturalisasi terkesan tak mampu mendongkrak permainan tim. Mamadou Lamaran Diallo,  striker naturalisasi dan striker Fajar Ramadhan Ginting yang digadang-gadang bisa membawa kebangkitan Persatu tak berkutik saat berada di tengah lapangan. Peluang demi peluang mudah dibaca tim lawan. Bahkan, terbukti gol balasan terciptra dari pemain lawas Nanda Nurrandi hasil assist pemain lokal Tuban Danu Rosade.

Head coach Bambang Sumantri mengatakan, pertandingan tersebut sangat berat. Kekalahan tersebut, kata dia, menjadi bahan introspeksi untuk pertandingan lanjutan agar tak terulang lagi. Salah satu faktor kekalahan tersebut  karena pemain tak menjalankan instruksi pelatih.

Baca Juga :  Menko Airlangga Dukung Penuh Pencegahan Korupsi

Menurut dia, kehadiran pemain baru sebenarnya cukup apik. Gagalnya pemain mengkonversikan peluang menjadi gol karena kurang tenang. ‘’Kita saja kurang beruntung hari ini,’’ tegas dia. 

Ketua Harian Persatu M. Miyadi ketika dikonfirmasi via pesan pendek menegaskan, dirinya sudah meminta untuk mencari pelatih yang mampu. ‘’Sudah sampaikan ke manajemen untuk diganti pelatih yang mampu meramu pemain dalam situasi penting dan momen yang pas untuk pergantian pelatih,’’ kata dia via pesan pendek. ‘’Kemampuan pemain sudah ada peningkatan. Cuma perlu pelatih yang cerdas meramu pemain di masing-masing lini. Sehingga tidak terjadi dua kali kesalahan di lini belakang,’’ tambahnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/