alexametrics
23.5 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Dianggarkan Rp 360 Juta, Konsep Bundaran Jetak Diubah

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tugu air mancur berbentuk globe yang menghiasi Bundaran Jetak mulai dibongkar oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (DPKP)  dan Cipta Karya Bojonegoro kemarin (2/9). Rencananya tugu yang terdapat air mancur itu akan diubah dengan ikon bunga.

Kepala DPKP Cipta Karya Bojonegoro Welly Fitrama mengatakan, konsep desain bundaran itu akan menyesuaikan dengan semangat tagline Bojonegoro Produktif. “Insya Allah akan diberi ikon bunga kuncup yang akan mekar,” katanya melalui sambungan pesan WhatsApp kemarin.

Menurut dia, ikon bunga kuncup itu hendak menggambarkan bahwa Bojonegoro dengan potensi yang dimiliki akan maju dalam segala bidang kehidupan masyarakat. Karena itu, konsep ikonnya seperti kuncup bunga yang akan mekar. “Nantinya, di dalam kuncup bunga itu juga dimasukkan unsur dari elemen-elemen Bojonegoro produktif,” ujar mantan Camat Kedungadem ini.

Baca Juga :  BKD Setiap Desa Tembus Rp 1,7 Miliar

Disinggung alasan diubahnya konsep bundaran Jetak dan target pembangunannya, Welly sapaannya, tidak memberikan jawaban. Berdasarkan hasil penelusuran Jawa Pos Radar Bojonegoro melalui situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), total pagu proyek yang dianggarkan menggunakan APBD 2019 itu senilai Rp 360 juta.

Pemenang tender proyek CV Enggal Jaya Putra asal Kelurahan Klangon. Di LPSE, ditargetkan proyek rampung November 2019. Selain proyek tender, ada beberapa item proyek penunjukan atau pengadaan langsung membangun air mancur dan vertical garden.

Terpisah, menurut warga asal Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota Faizal Insani, pengubahan konsep bundaran tidak urgen. Dia merasa bundaran itu hanya butuh pemeliharaan. Karena sejauh ini dia melihat air mancur di bundaran Jetak sering mati. Selain itu, jalan aspal di sekitar bundaran Jetak juga perlu diperbaiki, banyak yang bergelombang.

Baca Juga :  Pemkab Terbuka Pendirian MallĀ 

“Sebaiknya uangnya dibuat pemeliharaan atau memperbaiki jalan yang bergelombang,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan warga Kelurahan Klangon Kukuh Setiyo Utomo. Menurutnya, bundaran Jetak dengan bentuk globe sudah menjadi ikon Bojonegoro. “Peremajaan atau pemeliharaan saja sudah cukup, tak perlu ganti konsep,” katanya.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tugu air mancur berbentuk globe yang menghiasi Bundaran Jetak mulai dibongkar oleh Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman (DPKP)  dan Cipta Karya Bojonegoro kemarin (2/9). Rencananya tugu yang terdapat air mancur itu akan diubah dengan ikon bunga.

Kepala DPKP Cipta Karya Bojonegoro Welly Fitrama mengatakan, konsep desain bundaran itu akan menyesuaikan dengan semangat tagline Bojonegoro Produktif. “Insya Allah akan diberi ikon bunga kuncup yang akan mekar,” katanya melalui sambungan pesan WhatsApp kemarin.

Menurut dia, ikon bunga kuncup itu hendak menggambarkan bahwa Bojonegoro dengan potensi yang dimiliki akan maju dalam segala bidang kehidupan masyarakat. Karena itu, konsep ikonnya seperti kuncup bunga yang akan mekar. “Nantinya, di dalam kuncup bunga itu juga dimasukkan unsur dari elemen-elemen Bojonegoro produktif,” ujar mantan Camat Kedungadem ini.

Baca Juga :  Dua Ketua Komisi Rangkap Jabatan

Disinggung alasan diubahnya konsep bundaran Jetak dan target pembangunannya, Welly sapaannya, tidak memberikan jawaban. Berdasarkan hasil penelusuran Jawa Pos Radar Bojonegoro melalui situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), total pagu proyek yang dianggarkan menggunakan APBD 2019 itu senilai Rp 360 juta.

Pemenang tender proyek CV Enggal Jaya Putra asal Kelurahan Klangon. Di LPSE, ditargetkan proyek rampung November 2019. Selain proyek tender, ada beberapa item proyek penunjukan atau pengadaan langsung membangun air mancur dan vertical garden.

Terpisah, menurut warga asal Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota Faizal Insani, pengubahan konsep bundaran tidak urgen. Dia merasa bundaran itu hanya butuh pemeliharaan. Karena sejauh ini dia melihat air mancur di bundaran Jetak sering mati. Selain itu, jalan aspal di sekitar bundaran Jetak juga perlu diperbaiki, banyak yang bergelombang.

Baca Juga :  Tak Berprestasi di Cabor Silat, Pindah ke Kickboxing

“Sebaiknya uangnya dibuat pemeliharaan atau memperbaiki jalan yang bergelombang,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan warga Kelurahan Klangon Kukuh Setiyo Utomo. Menurutnya, bundaran Jetak dengan bentuk globe sudah menjadi ikon Bojonegoro. “Peremajaan atau pemeliharaan saja sudah cukup, tak perlu ganti konsep,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/