alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Ratusan SD Bakal Direhab, Didominasi Perbaikan Ruang Kelas

Radar Bojonegoro – Sebanyak 178 paket pekerjaan ruang kelas sekolah dasar (SD) didominasi perbaikan ruang kelas. Namun, ada juga SD mendapat jatah pembangunan ruang kelas baru (RKB), perpustakaan, hingga prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU).

Ada yang lelang hingga penunjukan langsung (PL), tergantung pagu anggaran. Berdasar data Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Bojonegoro, lima paket pekerjaan perbaikan ruang kelas SD sedang masa sanggah.

Kelima sekolah meliputi SDN 2 Tambakromo, Kecamatan Malo dengan pagu Rp 520,3 juta. SDN 4 Sumberarum, Kecamatan Dander, dengan pagu Rp 520,4 juta. SDN 2 Pelem, Kecamtan Purwosari, dengan pagu Rp 390,3 juta. SDN 3 Meduri, Kecamatan Margomulyo, dengan pagu Rp 520,4 juta. Serta SDN 2 Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo dengan pagu Rp 390,3 juta.

Baca Juga :  Berani Merias kalau Ada Kakak

Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Zaenal Arifin mengatakan, pekerjaan rehabilitasi SD untuk perbaikan ruang kelas, juga perpustakaan. Pembanguan RKB dan perpustakaan. Serta pagar dan toilet termasuk dalam PSU. Terdapat pula pengadaan mebel maupun alat peraga. “Misalnya, SDN Kauman 1 pembangunan RKB,” katanya kemarin (2/8).

Paket perkejaan didominasi perbaikan ruang kelas. Setiap paket rerata perbaikan dua hingga tiga ruang kelas dengan anggaran Rp 150 juta hingga Rp 200 juta setiap ruang kelas. “Setiap paket satuannya ukuran. Dan ukuran tersebut bisa digunakan untuk perbaikan dua hingga tiga kelas,” jelasnya.

Menurut dia, pengerjaan dengan anggaran Rp 150 juta hingga Rp 200 juta termasuk skala kecil. Setiap perbaikan ruang kelas minimal Rp 200 juta. Jika di bawah nilai tersebut, perbaikan tanpa plafon. Bahkan jika terlalu kecil tanpa lantai. “Hanya bangunan dan atap, plafon tidak terpasang,” ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Harga Bahan Pokok Mulai Naik

Dari 178 paket pekerjaan, tutur Zaenal, ada satu paket pekerjaan yang tidak dikerjakan. Sebab, dobel dengan bantuan dari pemerintah pusat. Terdapat bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). “Tinggal terima jadi saja,” tukasnya.

Kriteria SD yang diperbaiki yaitu terlihat dari fisik bangunan. Mulai atap rusak dan bocor, maupun kerangka sudah lapuk. Serta lantai pecah dan kusen pintu dengan jendela lapuk. Tidak perlu dilakukan pemeriksaan dengan alat. Kerusakan bangunan SD terjadi karena usia yang sudah tua. Namun, terdapat kerusakan akibat dari kurangnya perawatan. (irv)

Radar Bojonegoro – Sebanyak 178 paket pekerjaan ruang kelas sekolah dasar (SD) didominasi perbaikan ruang kelas. Namun, ada juga SD mendapat jatah pembangunan ruang kelas baru (RKB), perpustakaan, hingga prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU).

Ada yang lelang hingga penunjukan langsung (PL), tergantung pagu anggaran. Berdasar data Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Bojonegoro, lima paket pekerjaan perbaikan ruang kelas SD sedang masa sanggah.

Kelima sekolah meliputi SDN 2 Tambakromo, Kecamatan Malo dengan pagu Rp 520,3 juta. SDN 4 Sumberarum, Kecamatan Dander, dengan pagu Rp 520,4 juta. SDN 2 Pelem, Kecamtan Purwosari, dengan pagu Rp 390,3 juta. SDN 3 Meduri, Kecamatan Margomulyo, dengan pagu Rp 520,4 juta. Serta SDN 2 Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo dengan pagu Rp 390,3 juta.

Baca Juga :  Bupati Ajak Kerja Sama Raih Target PBB-P2

Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Zaenal Arifin mengatakan, pekerjaan rehabilitasi SD untuk perbaikan ruang kelas, juga perpustakaan. Pembanguan RKB dan perpustakaan. Serta pagar dan toilet termasuk dalam PSU. Terdapat pula pengadaan mebel maupun alat peraga. “Misalnya, SDN Kauman 1 pembangunan RKB,” katanya kemarin (2/8).

Paket perkejaan didominasi perbaikan ruang kelas. Setiap paket rerata perbaikan dua hingga tiga ruang kelas dengan anggaran Rp 150 juta hingga Rp 200 juta setiap ruang kelas. “Setiap paket satuannya ukuran. Dan ukuran tersebut bisa digunakan untuk perbaikan dua hingga tiga kelas,” jelasnya.

Menurut dia, pengerjaan dengan anggaran Rp 150 juta hingga Rp 200 juta termasuk skala kecil. Setiap perbaikan ruang kelas minimal Rp 200 juta. Jika di bawah nilai tersebut, perbaikan tanpa plafon. Bahkan jika terlalu kecil tanpa lantai. “Hanya bangunan dan atap, plafon tidak terpasang,” ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Harga Bahan Pokok Mulai Naik

Dari 178 paket pekerjaan, tutur Zaenal, ada satu paket pekerjaan yang tidak dikerjakan. Sebab, dobel dengan bantuan dari pemerintah pusat. Terdapat bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). “Tinggal terima jadi saja,” tukasnya.

Kriteria SD yang diperbaiki yaitu terlihat dari fisik bangunan. Mulai atap rusak dan bocor, maupun kerangka sudah lapuk. Serta lantai pecah dan kusen pintu dengan jendela lapuk. Tidak perlu dilakukan pemeriksaan dengan alat. Kerusakan bangunan SD terjadi karena usia yang sudah tua. Namun, terdapat kerusakan akibat dari kurangnya perawatan. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/