alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Lahan Mangkrak Diubah Jadi Wisata Air

Radar Bojonegoro – Airnya tenang, Tak ada arus. Gemericik air mengalir dari pipa-pipa ke kolam. Ada jembatan gantung melintas di atas kolam. Wisata di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, ini cukup nyentrik. Awalnya berupa lahan tidur atau lahan mangkrak tak terpakai.

Namun, para pemuda desa yang dilewati rel kereta api ini mengubah lahan mangkrak jadi taman dikolaborasi dengan kolam. Uniknya, kolam ini bisa dimanfaatkan dengan wisata sepeda air. Wisata ini muncul di tengah pandemi. Meskipun persiapannya belum maksimal, namun warga sekitar sudah mulai memadatai tempat wisata buatan itu. ‘’Untuk hiburan, dan menambah pendapatan desa,’’ kata Kepala Desa Kalianyar Ibnu Ismail kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Awalnya berupa lahan tidur atau lahan mangkrak. Tak terpakai. Namun, para pemuda desa yang dilewati rel kereta api ini mengubah lahan mangkrak jadi taman dikolaborasi dengan kolam. Uniknya, kolam ini bisa dimanfaatkan dengan wisata sepeda air.

Baca Juga :  Program I Juta Vaksin Booster Digelar di Al-Fatimah

Wisata ini muncul di tengah pandemi. Meskipun persiapannya belum maksimal, namun warga sekitar sudah mulai memadatai tempat wisata buatan itu. ‘’Untuk hiburan, dan menambah pendapatan desa,’’ kata Kepala Desa Kalianyar Ibnu Ismail kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Ibnu menuturkan, lahan wisata desa dinamakan Taman Mumbul itu awalnya lahan tidur milik desa setempat. Saat musim hujan selalu banjir karena air dari selatan tak lancar karena terbendung rel kereta api. Ketika kemarau, lahan tersebut kering. Namun, menurut dia, dengan tekad kuat bersama pemuda desa setempat, ingin memiliki tempat hiburan sekaligus menambah pendapatan asli desa (PADes). Sehingga lahan itu dirombak dengan taman sederhana.

Baca Juga :  Tercatat 1.794 Janda Muda, Faktor Ekonomi Menjadi Penyebab Utama

‘’Masih panas, tapi ke depan akan sejuk karena banyak pohon,’’ ujar kades dua periode itu. Ibnu menambahkan, banyaknya pengunjung berdamapk positif menambah pendapatan warga, beberapa lapak kuliner hanya dikhususkan warga setempat. Semangat awalnya untuk meningkatkan pendapatan warga dan PADes. ‘’Kami berharap nanti ada sinergitas dengan desa lain,’’ tegasnya.

Ketua Karangtaruna Kalianyar M. Shohib menambahkan, setiap desa memiliki potensi wisata. Tinggal pemuda dan pemerintah desa setempat mengolah potensi itu. Seperti di Desa Kalianyar, potensinya akses transportasi mudah. Sehinngga hanya menyediakan fasilitas bermain untuk anak-anak beserta orang tuanya. Karena langganan banjir, sehingga tinggal dikeduk melingkar untuk diisi ikan hias. Disediakan berbagai jenis permainan air. ‘’Konsepnya sederhana, yang penting pengunjung itu bahagia,’’ tutur mantan aktivis mahasiswa Jogjakarta itu.

Radar Bojonegoro – Airnya tenang, Tak ada arus. Gemericik air mengalir dari pipa-pipa ke kolam. Ada jembatan gantung melintas di atas kolam. Wisata di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas, ini cukup nyentrik. Awalnya berupa lahan tidur atau lahan mangkrak tak terpakai.

Namun, para pemuda desa yang dilewati rel kereta api ini mengubah lahan mangkrak jadi taman dikolaborasi dengan kolam. Uniknya, kolam ini bisa dimanfaatkan dengan wisata sepeda air. Wisata ini muncul di tengah pandemi. Meskipun persiapannya belum maksimal, namun warga sekitar sudah mulai memadatai tempat wisata buatan itu. ‘’Untuk hiburan, dan menambah pendapatan desa,’’ kata Kepala Desa Kalianyar Ibnu Ismail kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Awalnya berupa lahan tidur atau lahan mangkrak. Tak terpakai. Namun, para pemuda desa yang dilewati rel kereta api ini mengubah lahan mangkrak jadi taman dikolaborasi dengan kolam. Uniknya, kolam ini bisa dimanfaatkan dengan wisata sepeda air.

Baca Juga :  Belajar Biologi Itu Menyenangkan

Wisata ini muncul di tengah pandemi. Meskipun persiapannya belum maksimal, namun warga sekitar sudah mulai memadatai tempat wisata buatan itu. ‘’Untuk hiburan, dan menambah pendapatan desa,’’ kata Kepala Desa Kalianyar Ibnu Ismail kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Ibnu menuturkan, lahan wisata desa dinamakan Taman Mumbul itu awalnya lahan tidur milik desa setempat. Saat musim hujan selalu banjir karena air dari selatan tak lancar karena terbendung rel kereta api. Ketika kemarau, lahan tersebut kering. Namun, menurut dia, dengan tekad kuat bersama pemuda desa setempat, ingin memiliki tempat hiburan sekaligus menambah pendapatan asli desa (PADes). Sehingga lahan itu dirombak dengan taman sederhana.

Baca Juga :  Rencanakan Perbaikan Mulai November

‘’Masih panas, tapi ke depan akan sejuk karena banyak pohon,’’ ujar kades dua periode itu. Ibnu menambahkan, banyaknya pengunjung berdamapk positif menambah pendapatan warga, beberapa lapak kuliner hanya dikhususkan warga setempat. Semangat awalnya untuk meningkatkan pendapatan warga dan PADes. ‘’Kami berharap nanti ada sinergitas dengan desa lain,’’ tegasnya.

Ketua Karangtaruna Kalianyar M. Shohib menambahkan, setiap desa memiliki potensi wisata. Tinggal pemuda dan pemerintah desa setempat mengolah potensi itu. Seperti di Desa Kalianyar, potensinya akses transportasi mudah. Sehinngga hanya menyediakan fasilitas bermain untuk anak-anak beserta orang tuanya. Karena langganan banjir, sehingga tinggal dikeduk melingkar untuk diisi ikan hias. Disediakan berbagai jenis permainan air. ‘’Konsepnya sederhana, yang penting pengunjung itu bahagia,’’ tutur mantan aktivis mahasiswa Jogjakarta itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/