alexametrics
28.9 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Eksepsi Ditolak, Sidang Hadirkan Saksi

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sidang dugaan korupsi auditor internal Inspektorat Bojonegoro 2016-2017 memasuki babak baru. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya dalam putusan sela Kamis (1/8) menolak eksepsi terdakwa Inspektur (nonaktif) Bojonegoro Syamsul Hadi.

Sehingga, sidang dilanjutkan minggu depan dengan agenda pemanggilan saksi-saksi. “Alasan utama eksepsi terdakwa, karena muatan dalam eksepsi sudah memasuki pokok perkara,” kata Dekri Wahyudi, salah satu tim jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro.

Menurut dia, sebelum majelis hakim melakukan putusan sela, tim JPU menyampaikan tanggapan eksepsi. Pihaknya memastikan, proses peradilan yang dilaksanakan kejari sudah sesuai prosedur, berdasarkan pasal 143 KUHAP.

Baca Juga :  Jalani Keras dan Padatnya Jam Latihan

Dan, terkait surat dakwaan JPU, lanjut Dekri, majelis hakim juga bisa menerima. Tim JPU juga menyertakan pendapat beberapa ahli untuk menguatkan bahwa ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan terdakwa sebagai pimpinan Inspektorat Bojonegoro.

“Pendapat saksi ahli itu dari Guru Besar Unpad (Universitas Padjadjaran) Bagir Manan dan pakar hukum senior Yahya Harahap,” ungkap dia.

- Advertisement -

Bayu Wibisono, penasihat hukum terdakwa menjelaskan bahwa majelis hakim menolak eksepsi kliennya. Namun, majelis hakim masih perlu menguji dahulu untuk memberikan putusan akhir. Khususnya, terkait perilaku kliennya tersebut yang mengandung tindak pidana korupsi atau hanya masalah administrasi saja.

“Kami ikuti sidang selanjutnya. Tapi eksepsi kami insyaallah akan dijadikan pertimbangan hukum dan bahan untuk diuji,” ujarnya.

Baca Juga :  Dilintasi Alat Berat 180 Ton, Lima Jembatan Dibaja

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sidang dugaan korupsi auditor internal Inspektorat Bojonegoro 2016-2017 memasuki babak baru. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya dalam putusan sela Kamis (1/8) menolak eksepsi terdakwa Inspektur (nonaktif) Bojonegoro Syamsul Hadi.

Sehingga, sidang dilanjutkan minggu depan dengan agenda pemanggilan saksi-saksi. “Alasan utama eksepsi terdakwa, karena muatan dalam eksepsi sudah memasuki pokok perkara,” kata Dekri Wahyudi, salah satu tim jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro.

Menurut dia, sebelum majelis hakim melakukan putusan sela, tim JPU menyampaikan tanggapan eksepsi. Pihaknya memastikan, proses peradilan yang dilaksanakan kejari sudah sesuai prosedur, berdasarkan pasal 143 KUHAP.

Baca Juga :  Vaksinasi Sasaran GTK Belum Tuntas

Dan, terkait surat dakwaan JPU, lanjut Dekri, majelis hakim juga bisa menerima. Tim JPU juga menyertakan pendapat beberapa ahli untuk menguatkan bahwa ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan terdakwa sebagai pimpinan Inspektorat Bojonegoro.

“Pendapat saksi ahli itu dari Guru Besar Unpad (Universitas Padjadjaran) Bagir Manan dan pakar hukum senior Yahya Harahap,” ungkap dia.

- Advertisement -

Bayu Wibisono, penasihat hukum terdakwa menjelaskan bahwa majelis hakim menolak eksepsi kliennya. Namun, majelis hakim masih perlu menguji dahulu untuk memberikan putusan akhir. Khususnya, terkait perilaku kliennya tersebut yang mengandung tindak pidana korupsi atau hanya masalah administrasi saja.

“Kami ikuti sidang selanjutnya. Tapi eksepsi kami insyaallah akan dijadikan pertimbangan hukum dan bahan untuk diuji,” ujarnya.

Baca Juga :  Jalani Keras dan Padatnya Jam Latihan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/