alexametrics
25.1 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Tes GeNose Tidak Berlaku, KA Lokal Tak Beroperasi

Radar Bojonegoro – Kereta api (KA) lokal jurusan BojonegoroSurabaya, kembali tak beroperasi seiring pem berlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali. Tes GeNose tak lagi bisa dijadikan syarat bagi penumpang KA jarak jauh. Sementara itu, pihak Terminal Rajekwesi belum menerima surat edaran terkait PPKM darurat.

Kepala Stasiun Bojonegoro Totok Kushendarto menjelaskan, sesuai aturan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), KA lokal tidak beroperasi mulai hari ini (3/7) hingga Jumat (9/7).

“Sesuai aturan dari pusat KA lokal tidak beroperasi tanggal 3-9 Juli. Selanjutnya masih menungu kabar lagi, belum tahu juga 9 Juli itu kembali beroperasi lagi atau tidak,” katanya kemarin.

Selain itu, tes GeNose tak lagi bisa dijadikan syarat bagi penumpang KA jarak jauh. Penumpang wajib menyertakan hasil tes swab antigen dan swab PCR berlaku 1×24 jam. Juga ada tambahan syarat yaitu menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19.

Baca Juga :  Progres Trotoar 60 Persen, Awal Desember Harus Tuntas

Adapun beberapa KA jarak jauh pun dibatalkan, di antaranya KA Kertajaya, Maharani, dan Dharmawangsa. “Tapi untuk syarat penumpang KA menyertakan hasil tes swab antigen, swab PCR, serta menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19 itu kami masih menunggu surat resminya dari pusat,” imbuhnya.

Sejauh ini, penumpang KA lokal maupun jarak jauh sudah mengalami penurunan. Rerata penumpang kurang dari 100 orang per hari. Karena penumpang KA jarak jauh memang sejak pandemi Covid-19 sudah dibatasi maksimal 70 persen. “Aturannya masih sama, penumpang KA jarak jauh dibatasi 70 persen,” katanya.

Terpisah, Koordinator Satuan Pelayanan (Korsepal) Terminal Rajekwesi Bojonegoro Budi Sugiarto mengungkapkan, masih belum menerima surat resmi terkait aturan PPKM darurat. Sehingga, dia belum tahu ada atau tidaknya pembatasan bus beroperasi.

Baca Juga :  Bupati Lindra: Jangan Main-Main dengan Kualitas Proyek

Namun, akhir-akhir ini jumlah penumpang bus masih cenderung landai. “Kami masih menunggu petunjuk resmi dari pusat. Karena itu, sementara kami tetap menyesuaikan dan selalu menerapkan pro tokol kesehatan (prokes) Covid-19,” pungkasnya. 

Radar Bojonegoro – Kereta api (KA) lokal jurusan BojonegoroSurabaya, kembali tak beroperasi seiring pem berlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali. Tes GeNose tak lagi bisa dijadikan syarat bagi penumpang KA jarak jauh. Sementara itu, pihak Terminal Rajekwesi belum menerima surat edaran terkait PPKM darurat.

Kepala Stasiun Bojonegoro Totok Kushendarto menjelaskan, sesuai aturan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), KA lokal tidak beroperasi mulai hari ini (3/7) hingga Jumat (9/7).

“Sesuai aturan dari pusat KA lokal tidak beroperasi tanggal 3-9 Juli. Selanjutnya masih menungu kabar lagi, belum tahu juga 9 Juli itu kembali beroperasi lagi atau tidak,” katanya kemarin.

Selain itu, tes GeNose tak lagi bisa dijadikan syarat bagi penumpang KA jarak jauh. Penumpang wajib menyertakan hasil tes swab antigen dan swab PCR berlaku 1×24 jam. Juga ada tambahan syarat yaitu menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19.

Baca Juga :  Kampus Lokal Bersaing dengan Jalur SNMPTN

Adapun beberapa KA jarak jauh pun dibatalkan, di antaranya KA Kertajaya, Maharani, dan Dharmawangsa. “Tapi untuk syarat penumpang KA menyertakan hasil tes swab antigen, swab PCR, serta menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19 itu kami masih menunggu surat resminya dari pusat,” imbuhnya.

Sejauh ini, penumpang KA lokal maupun jarak jauh sudah mengalami penurunan. Rerata penumpang kurang dari 100 orang per hari. Karena penumpang KA jarak jauh memang sejak pandemi Covid-19 sudah dibatasi maksimal 70 persen. “Aturannya masih sama, penumpang KA jarak jauh dibatasi 70 persen,” katanya.

Terpisah, Koordinator Satuan Pelayanan (Korsepal) Terminal Rajekwesi Bojonegoro Budi Sugiarto mengungkapkan, masih belum menerima surat resmi terkait aturan PPKM darurat. Sehingga, dia belum tahu ada atau tidaknya pembatasan bus beroperasi.

Baca Juga :  BAZNAS Tuban Salurkan Rp 870 Juta Beasiswa Kemerdekaan

Namun, akhir-akhir ini jumlah penumpang bus masih cenderung landai. “Kami masih menunggu petunjuk resmi dari pusat. Karena itu, sementara kami tetap menyesuaikan dan selalu menerapkan pro tokol kesehatan (prokes) Covid-19,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/