alexametrics
24.8 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Anak Eks Pelatih Persibo – Persatu Divonis 6,5 Tahun

KOTA – Eks pemain Persegres Gresik, Haryadi Sanusi, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah majelis hakim menjatuhkan vonis terhadap dirinya kemarin (2/7). Haryadi divonis pidana penjara selama 6,5 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan penjara.

‘’Menyatakan terdakwa Haryadi Sanusi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan pidana tanpa hak atau melawan hukum. Menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi lima gram,’’ kata hakim dalam persidangan tersebut.

Putusan itu lebih rendah dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yoyok Junaidi. Pada sidang sebelumnya, JPU menuntut Haryadi dengan penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan penjara.

Baca Juga :  Peduli Terhadap Sesama, Grup Facebook ini Lakukan Baksos Rutin

Anak dari mantan pelatih Persibo Bojonegoro dan Persatu Tuban, Sanusi Rachman itu, didakwa pasal berlapis. Yakni pelanggaran pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Majelis hakim Muhammad Sainal selaku ketua, serta Ery Acoka Bharata dan Agusty Hadi Widarto memertimbangkan hal – hal yang memberatkan dan meringankan bagi terdakwa. Hal yang memberatkan, Haryadi dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Hal meringankan, terdakwa telah menyesali dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Serta Haryadi menjadi tulang punggung keluarganya.

Mendengar putusan tersebut, hakim memersilahkan Haryadi untuk menanggapinya. Tanpa berkonsultasi dengan penasihat hukumnya, dia menyatakan menerima putusan tersebut.‘’Menerima,’’ jawabnya dengan lirih.

Baca Juga :  PKB Curiga Ada Suara Bayangan

Sebelum sidang ditutup, hakim memberi nasihat agar Haryadi mencari pekerjaan yang lebih layak. Serta tidak bersinggungan lagi dengan barang haram itu. Sebelumnya, Haryadi tertarik menjadi kurir karena selain mendapat upah Rp 100 ribu, juga mendapat satu klip sabu yang dikonsumsinya sendiri.

KOTA – Eks pemain Persegres Gresik, Haryadi Sanusi, tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah majelis hakim menjatuhkan vonis terhadap dirinya kemarin (2/7). Haryadi divonis pidana penjara selama 6,5 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan penjara.

‘’Menyatakan terdakwa Haryadi Sanusi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan pidana tanpa hak atau melawan hukum. Menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi lima gram,’’ kata hakim dalam persidangan tersebut.

Putusan itu lebih rendah dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yoyok Junaidi. Pada sidang sebelumnya, JPU menuntut Haryadi dengan penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 1 miliar subsider tiga bulan penjara.

Baca Juga :  Kunjungan Obyek Wisata Lamongan Mulai Pulih

Anak dari mantan pelatih Persibo Bojonegoro dan Persatu Tuban, Sanusi Rachman itu, didakwa pasal berlapis. Yakni pelanggaran pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Majelis hakim Muhammad Sainal selaku ketua, serta Ery Acoka Bharata dan Agusty Hadi Widarto memertimbangkan hal – hal yang memberatkan dan meringankan bagi terdakwa. Hal yang memberatkan, Haryadi dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Hal meringankan, terdakwa telah menyesali dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Serta Haryadi menjadi tulang punggung keluarganya.

Mendengar putusan tersebut, hakim memersilahkan Haryadi untuk menanggapinya. Tanpa berkonsultasi dengan penasihat hukumnya, dia menyatakan menerima putusan tersebut.‘’Menerima,’’ jawabnya dengan lirih.

Baca Juga :  Siapkan 30 Pengadil Pertandingan

Sebelum sidang ditutup, hakim memberi nasihat agar Haryadi mencari pekerjaan yang lebih layak. Serta tidak bersinggungan lagi dengan barang haram itu. Sebelumnya, Haryadi tertarik menjadi kurir karena selain mendapat upah Rp 100 ribu, juga mendapat satu klip sabu yang dikonsumsinya sendiri.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/