alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Stadion Lamongan Batal Jadi Alternatif Isolasi Covid-19

Radar Lamongan – Rencana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamongan menjadikan Stadion Surajaya sebagai alternatif tempat isolasi dibatalkan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Taufik Hidayat mengatakan, stadion, balai latihan khusus (BLK), dan Sport Center Lamongan awalnya direncanakan untuk ruang isolasi. Mereka yang baru datang dari zona merah, khususnya wilayah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), ditempatkan di lokasi tersebut.

Konsepnya seperti rusunawa. Namun, ada kekhawatiran stadion digunakan pertandingan olahraga. “Kita hanya mengantisipasi kalau memang kasusnya membludak segera dipersiapkan. Tapi kalau memang ada kompetisi kan tidak mungkin dipakai, ada alternatif lain,” kata Taufik.

Saat ini, fasilitas yang diutamakan tetap RSUD dr Soegiri Lamongan, Puskesmas Karangkembang, Deket, dan rusunawa. Tempatnya masih memadai. Apalagi, dalam waktu dekat RS Darurat Covid-19 bisa digunakan. Juga ada tempat isolasi mandiri.

Taufik menjelaskan, mereka yang reaktif Afias-6 maupun rapid test bisa isolasi di rumah sesuai standar protap kesehatan. Jika ada penyakit, maka mereka bisa melakukan perawatan di RS dan puskesmas rujukan.

Kasi Pengendali dan Perawatan Sarpras Dispora Lamongan Sahlul Muarikh berharap stadion tidak digunakan tempat isolasi. Lokasinya tidak memungkinkan secara fasilitas maupun sarana prasarananya. Dia menyarankan alternatif lainnya seperti sport center atau BLK. Lokasi tersebut memungkinkan diberi bilik-bilik. Menurut dia, saat ini stadion sedang dalam pemeliharaan berkala. Khususnya kesuburan tanah dan pemotongan. “Pastinya sudah ada alternatif lain, tapi kalau stadion memang tidak memungkinkan digunakan karena lokasinya terlalu terbuka,” ujarnya.

Baca Juga :  Kaji Rencana Penghapusan Parkir Berlangganan

Dia juga berharap pandemi segera berakhir. Sementara itu, alat polymerase chain reaction (PCR) sudah datang di RSUD dr Soegiri Lamongan. Direktur RSUD dr Soegiri Chaidir Annas mengatakan, meski sudah datang kemarin (2/6), alat tersebut baru bisa difungsikan satu dua minggu ke depan.

Alasannya, perlu dilakukan persiapan alat-alat penunjang lainnya supaya persyaratannya bisa memenuhi standar dan aman saat digunakan. Nantinya, alat tersebut dioperasionalkan dokter spesialis patologi klinik dan tim yang beranggotakan petugas analisis laboratorium. Semuanya masih melakukan pelatihan di Surabaya.

Annas menjelaskan, alat PCR sama dengan mesin lab lain yang dikhususkan untuk pemeriksaan mikrobiologi. Ketika sudah bisa difungsikan, maka kemampuan mesin tersebut bisa 200 sampel per hari. Ketersediaan reagen bakal memudahkan pemeriksaan. ‘’Kalau punya sendiri minimal bisa mengurangi antrean yang sampai sekarang banyak hasil swab test belum keluar,” ujarnya.

Baca Juga :  KPM Meninggal, BPNT Masih Cair

Annas menuturkan, ruangan untuk pengoperasian alat sudah ada. Namun, harus disesuaikan dulu dengan standar operasional laboratorium pusat. Sehingga petugas dan lingkungan sekitar aman. Taufik Hidayat menjelaskan, swab test masih menjadi penentu seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak. Rapid test dan Afias-6 hanya untuk mengetahui imunitas seseorang. Proses pengambilan swab test juga berbeda, diambil dari air liur dan menyeka belakang tenggorokan.

Pemeriksaan diawali dengan pengambilan dahak, lendir, atau cairan dari nasofaring (bagian antara hidung dan tenggorokan), orofaring (bagian antara mulut dan tenggorokan), atau dari paru-paru yang diduga terinfeksi. Karena itu yang bisa menjalankan hanya tenaga terlatih untuk meminimalisasi kesalahan. “Masalahnya mendeteksi virus dalam tubuh seseorang, agar tidak berakibat fatal harus hati-hati,” ujarnya. Proses pengambilannya sekitar 15 menit. Taufik menambahkan, swab test hanya bisa dilakukan terhadap pasien dalam pengawasan (PDP) yang memiliki sakit bawaan serius, orang tanpa gejala (OTG) yang pernah kontak erat dengan pasien terkonfirmasi, serta pasien reaktif rapid test dan Afias-6. 

Radar Lamongan – Rencana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lamongan menjadikan Stadion Surajaya sebagai alternatif tempat isolasi dibatalkan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Taufik Hidayat mengatakan, stadion, balai latihan khusus (BLK), dan Sport Center Lamongan awalnya direncanakan untuk ruang isolasi. Mereka yang baru datang dari zona merah, khususnya wilayah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), ditempatkan di lokasi tersebut.

Konsepnya seperti rusunawa. Namun, ada kekhawatiran stadion digunakan pertandingan olahraga. “Kita hanya mengantisipasi kalau memang kasusnya membludak segera dipersiapkan. Tapi kalau memang ada kompetisi kan tidak mungkin dipakai, ada alternatif lain,” kata Taufik.

Saat ini, fasilitas yang diutamakan tetap RSUD dr Soegiri Lamongan, Puskesmas Karangkembang, Deket, dan rusunawa. Tempatnya masih memadai. Apalagi, dalam waktu dekat RS Darurat Covid-19 bisa digunakan. Juga ada tempat isolasi mandiri.

Taufik menjelaskan, mereka yang reaktif Afias-6 maupun rapid test bisa isolasi di rumah sesuai standar protap kesehatan. Jika ada penyakit, maka mereka bisa melakukan perawatan di RS dan puskesmas rujukan.

Kasi Pengendali dan Perawatan Sarpras Dispora Lamongan Sahlul Muarikh berharap stadion tidak digunakan tempat isolasi. Lokasinya tidak memungkinkan secara fasilitas maupun sarana prasarananya. Dia menyarankan alternatif lainnya seperti sport center atau BLK. Lokasi tersebut memungkinkan diberi bilik-bilik. Menurut dia, saat ini stadion sedang dalam pemeliharaan berkala. Khususnya kesuburan tanah dan pemotongan. “Pastinya sudah ada alternatif lain, tapi kalau stadion memang tidak memungkinkan digunakan karena lokasinya terlalu terbuka,” ujarnya.

Baca Juga :  Pilih Kulit Kambing, Penjualan Luar Jawa Timur

Dia juga berharap pandemi segera berakhir. Sementara itu, alat polymerase chain reaction (PCR) sudah datang di RSUD dr Soegiri Lamongan. Direktur RSUD dr Soegiri Chaidir Annas mengatakan, meski sudah datang kemarin (2/6), alat tersebut baru bisa difungsikan satu dua minggu ke depan.

Alasannya, perlu dilakukan persiapan alat-alat penunjang lainnya supaya persyaratannya bisa memenuhi standar dan aman saat digunakan. Nantinya, alat tersebut dioperasionalkan dokter spesialis patologi klinik dan tim yang beranggotakan petugas analisis laboratorium. Semuanya masih melakukan pelatihan di Surabaya.

Annas menjelaskan, alat PCR sama dengan mesin lab lain yang dikhususkan untuk pemeriksaan mikrobiologi. Ketika sudah bisa difungsikan, maka kemampuan mesin tersebut bisa 200 sampel per hari. Ketersediaan reagen bakal memudahkan pemeriksaan. ‘’Kalau punya sendiri minimal bisa mengurangi antrean yang sampai sekarang banyak hasil swab test belum keluar,” ujarnya.

Baca Juga :  Hanya 11 Desa Terima Bantuan Keuangan

Annas menuturkan, ruangan untuk pengoperasian alat sudah ada. Namun, harus disesuaikan dulu dengan standar operasional laboratorium pusat. Sehingga petugas dan lingkungan sekitar aman. Taufik Hidayat menjelaskan, swab test masih menjadi penentu seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak. Rapid test dan Afias-6 hanya untuk mengetahui imunitas seseorang. Proses pengambilan swab test juga berbeda, diambil dari air liur dan menyeka belakang tenggorokan.

Pemeriksaan diawali dengan pengambilan dahak, lendir, atau cairan dari nasofaring (bagian antara hidung dan tenggorokan), orofaring (bagian antara mulut dan tenggorokan), atau dari paru-paru yang diduga terinfeksi. Karena itu yang bisa menjalankan hanya tenaga terlatih untuk meminimalisasi kesalahan. “Masalahnya mendeteksi virus dalam tubuh seseorang, agar tidak berakibat fatal harus hati-hati,” ujarnya. Proses pengambilannya sekitar 15 menit. Taufik menambahkan, swab test hanya bisa dilakukan terhadap pasien dalam pengawasan (PDP) yang memiliki sakit bawaan serius, orang tanpa gejala (OTG) yang pernah kontak erat dengan pasien terkonfirmasi, serta pasien reaktif rapid test dan Afias-6. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/