alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Lulusan SD/MI Berebut Kuota PPDB!

Radar Bojonegoro – Juknis penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMPN 2020 telah ditetapkan. Semua SMPN diingatkan jangan sampai kekurangan siswa baru dari pagu tersedia. Evaluasi tahun lalu penerimaan peserta didik baru (PPDB) masih terdapat SMPN kekurangan siswa. Apalagi jumlah lulusan siswa setingkat SD jauh lebih banyak dibanding jumlah pagu yang tersedia.

Merujuk data Jawa Pos Radar Bojonegoro, tahun lalu terdapat 26 SMPN tidak bisa memenuhi pagu siswa baru. Jumlah SMPN ada 49 lembaga. Sehingga ada 23 SMPN yang berhasil memenuhi kuota. Berdasar data Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, jumlah lulusan SD tahun ini sebanyak 13.226 siswa. Sedangkan jumlah pagu siswa dapat diterima seluruh SMPN ada 10.316. Sehingga masih tersisa 2.910 siswa.

Kepala Disdik (Kadisdik) Bojonegoro Dandi Suprayitno mengatakan, jumlah lulusan tahun ini lebih banyak dibanding pagu SMPN. Belum lagi potensi adanya siswa pindahan dari luar kota dan lulusan tahun lalu (maksimal usia 15 tahun). Namun, prinsipnya sisa siswa tersebut diperuntukkan SMP swasta. ‘’Kami berusaha memberikan kesempatan yang sama (baik SMP negeri maupun swasta). Jadi harus dimaksimalkan,” katanya kemarin (2/6).

Baca Juga :  Menanti Bojonegoro Wood Fair

Dandi menegaskan SMPN bisa memenuhi seluruh pagu kuota siswanya. Jangan sampai ada kekurangan seperti tahun lalu. Tak kalah penting mengingatkan siswa dan orang tua untuk teliti sebelum mendaftar. ‘’Sebelum memilih jalur pendaftaran hingga sekolah tujuan harus dipertimbangkan matang. Jangan sampai ada kesalahan. Apalagi tentang berkas administrasi persyaratan,” ujarnya.

Tahun ini, PPDB SMPN terbagi dua tahap. Tahap pertama jalur afirmasi dengan kuota maksimal 15 persen, jalur perpindahan orang tua maksimal 5 persen, dan jalur prestasi maksimal 10 persen. Pendaftaran mulai 17-20 Juni mendatang. Tahap kedua berlaku jalur zonasi dengan kuota minimal 70 persen. Berlangsung 23-25 Juni mendatang. Seluruh proses dan tahapannnya secara online. Mulai mengunggah berkas persyaratan, pendaftaran, pengumuman hingga daftar ulang.

Menurut Dandi, pelimpahan kuota juga bisa dilakukan sekolah jika tahap pertama kuota di sekolah belum terpenuhi. Sebab, telah tertuang bahwa tahap pertama sekolah maksimal menyerap 25 persen dari total daya tampung. ‘’Misalkan ada sisa kuota tahap pertama bisa dilimpahkan ke tahap kedua (jalur zonasi). Sebab, dalam juknis jalur zonasi minimal bisa menyerap 70 persen,” imbuh mantan kepala dinas kepemudaan dan olahraga (dinpora) itu.

Baca Juga :  Target Pengadaan Lahan Kilang Selesai Oktober

Dia memastikan, setiap siswa hanya bisa memilih satu jalur pada setiap tahapan. Namun, memiliki kesempatan mendaftar dua kali. Masing-masing satu kali setiap tahapan. Dengan catatan siswa belum lolos saat mendaftar pada tahap sebelumnya. ‘’Siswa yang sudah diterima di salah satu jalur tidak bisa mendaftar lagi. Telah terkunci di sistem,” jelas dia.

Disinggung verifikasi berkas administrasi jika proses PPDB secara online? Dandi menambahkan proses verifikasi keaslian berkas tetap akan dilakukan sebelum pengumuman. Mengantisipasi pemalsuan berkas. Hanya yang memungkinkan diverifikasi secara online. ‘’Tapi kalau ada sejumlah berkas membutuhkan kehadiran siswa ke sekolah, akan kami lakukan setelah kondisi memungkinkan (masa darurat Covid-19),” tegasnya.

Radar Bojonegoro – Juknis penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMPN 2020 telah ditetapkan. Semua SMPN diingatkan jangan sampai kekurangan siswa baru dari pagu tersedia. Evaluasi tahun lalu penerimaan peserta didik baru (PPDB) masih terdapat SMPN kekurangan siswa. Apalagi jumlah lulusan siswa setingkat SD jauh lebih banyak dibanding jumlah pagu yang tersedia.

Merujuk data Jawa Pos Radar Bojonegoro, tahun lalu terdapat 26 SMPN tidak bisa memenuhi pagu siswa baru. Jumlah SMPN ada 49 lembaga. Sehingga ada 23 SMPN yang berhasil memenuhi kuota. Berdasar data Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, jumlah lulusan SD tahun ini sebanyak 13.226 siswa. Sedangkan jumlah pagu siswa dapat diterima seluruh SMPN ada 10.316. Sehingga masih tersisa 2.910 siswa.

Kepala Disdik (Kadisdik) Bojonegoro Dandi Suprayitno mengatakan, jumlah lulusan tahun ini lebih banyak dibanding pagu SMPN. Belum lagi potensi adanya siswa pindahan dari luar kota dan lulusan tahun lalu (maksimal usia 15 tahun). Namun, prinsipnya sisa siswa tersebut diperuntukkan SMP swasta. ‘’Kami berusaha memberikan kesempatan yang sama (baik SMP negeri maupun swasta). Jadi harus dimaksimalkan,” katanya kemarin (2/6).

Baca Juga :  Bojonegoro Lancar, Lamongan Internet Sempat Trouble 

Dandi menegaskan SMPN bisa memenuhi seluruh pagu kuota siswanya. Jangan sampai ada kekurangan seperti tahun lalu. Tak kalah penting mengingatkan siswa dan orang tua untuk teliti sebelum mendaftar. ‘’Sebelum memilih jalur pendaftaran hingga sekolah tujuan harus dipertimbangkan matang. Jangan sampai ada kesalahan. Apalagi tentang berkas administrasi persyaratan,” ujarnya.

Tahun ini, PPDB SMPN terbagi dua tahap. Tahap pertama jalur afirmasi dengan kuota maksimal 15 persen, jalur perpindahan orang tua maksimal 5 persen, dan jalur prestasi maksimal 10 persen. Pendaftaran mulai 17-20 Juni mendatang. Tahap kedua berlaku jalur zonasi dengan kuota minimal 70 persen. Berlangsung 23-25 Juni mendatang. Seluruh proses dan tahapannnya secara online. Mulai mengunggah berkas persyaratan, pendaftaran, pengumuman hingga daftar ulang.

Menurut Dandi, pelimpahan kuota juga bisa dilakukan sekolah jika tahap pertama kuota di sekolah belum terpenuhi. Sebab, telah tertuang bahwa tahap pertama sekolah maksimal menyerap 25 persen dari total daya tampung. ‘’Misalkan ada sisa kuota tahap pertama bisa dilimpahkan ke tahap kedua (jalur zonasi). Sebab, dalam juknis jalur zonasi minimal bisa menyerap 70 persen,” imbuh mantan kepala dinas kepemudaan dan olahraga (dinpora) itu.

Baca Juga :  Kontrak PPPK Pemkab Bojonegoro Disesuaikan Masa Pensiun

Dia memastikan, setiap siswa hanya bisa memilih satu jalur pada setiap tahapan. Namun, memiliki kesempatan mendaftar dua kali. Masing-masing satu kali setiap tahapan. Dengan catatan siswa belum lolos saat mendaftar pada tahap sebelumnya. ‘’Siswa yang sudah diterima di salah satu jalur tidak bisa mendaftar lagi. Telah terkunci di sistem,” jelas dia.

Disinggung verifikasi berkas administrasi jika proses PPDB secara online? Dandi menambahkan proses verifikasi keaslian berkas tetap akan dilakukan sebelum pengumuman. Mengantisipasi pemalsuan berkas. Hanya yang memungkinkan diverifikasi secara online. ‘’Tapi kalau ada sejumlah berkas membutuhkan kehadiran siswa ke sekolah, akan kami lakukan setelah kondisi memungkinkan (masa darurat Covid-19),” tegasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/