alexametrics
29.6 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Jelang Lebaran Perhiasan Banyak Diburu

KOTA – Perhiasan sebagai aksesori banyak dicari kaum hawa untuk mempercantik penampilannya saat berlebaran nanti. Bukan hanya perhiasan berbahan emas. Juga perak.

Sejumlah toko perhiasan di Pasar Baru Lamongan nyaris disesaki pembeli. Perhiasan tersebut menjadi incaran tidak hanya karena motifnya beragam. Nilai jualnya juga tinggi.

Ahmad Faishol, salah satu karyawan toko emas, menuturkan, sehari ada 70 hingga 100 orang yang mengunjungi tokonya. ‘’Lagi musimnya sekarang. Lebaran kan harus tampil cantik dan beda dengan hari-hari biasanya,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Cincin menjadi jenis perhiasan yang paling banyak dicari. Setelah itu, gelang dan kalung. Faishol menuturkan, meskipun harga emas selalu stabil, keinginan besar masyarakat terhadap perhiasan emas hanya terjadi saat menjelang lebaran. Mereka membeli emas untuk memperindah penampilan. Jika terdesak kebutuhan ekonomi, maka pemilik emas akan menjual kembali perhiasannya itu.

Baca Juga :  Kali Pertama Ikut Kejuaraan, Lebih Suka Menendang

Kini harga emas murni 24 karat sekitar Rp 668 ribu per gram. Sedangkan harga emas perhiasan lebih murah, Rp 250 ribu per gram. Jika dijual lagi, maka dikenakan potongan harga delapan persen.

‘’Kalau sudah jadi perhiasan, kadar emas murninya hanya 30 persen. Soalnya ada campuran bahan logam lainnya,’’ jelasnya.

Salah satu pengunjung toko emas asal Kecamatan Sugio, Mutmainah, mengatakan, kurang lengkap bila baju baru lebaran tidak dilengkapi dengan aksesori berbahan emas. Menurut pandangan orang-orang di sekitarnya, perhiasan emas juga menjadi penanda status sosial seseorang.

‘’Banyak tetangga yang pakai emas, kenapa saya gak? Ya walaupun gak beli yang mahal-mahal, yang penting ada aksesoris di tangan,’’ ujarnya sambil terbahak.

Sementara itu, perhiasan berbahan dasar perak juga diburu. Apalagi, harganya jauh lebih murah daripada perhiasan emas. Perhiasan perak dijual mulai Rp 25 ribu per gram. Jika pemilik ingin menjualnya kembali, maka dikenakan potongan harga Rp 7 ribu per gram.

Baca Juga :  Oknum Fotografer Cabul Segera Jalani Sidang Perdana

Desi Tri Aini, karyawan toko perak di Pasar Baru Lamongan menuturkan, cincin dan kalung menjadi aksesori yang paling banyak dibeli. Di toko yang dijaganya, setiap hari ada 80 pengunjung yang melakukan transaksi. ‘’Lebih banyak yang beli kalau sekarang,’’katanya sambil melayani pengunjung.

Desi mengklaim, para penjual perhiasan perak di pasar sama-sama menggunakan bahan baku perak berkualitas asal Kota Gede, Jogjakarta. Setiap pembeli memiliki selera masing-masing dalam memilih perhiasan perak. Pembeli yang berasal dari kalangan ibu-ibu, lebih menyukai perhiasan perak berlapis warna emas. Sedangkan kalangan remaja putri lebih menyukai perhiasan perak dengan warna aslinya.

KOTA – Perhiasan sebagai aksesori banyak dicari kaum hawa untuk mempercantik penampilannya saat berlebaran nanti. Bukan hanya perhiasan berbahan emas. Juga perak.

Sejumlah toko perhiasan di Pasar Baru Lamongan nyaris disesaki pembeli. Perhiasan tersebut menjadi incaran tidak hanya karena motifnya beragam. Nilai jualnya juga tinggi.

Ahmad Faishol, salah satu karyawan toko emas, menuturkan, sehari ada 70 hingga 100 orang yang mengunjungi tokonya. ‘’Lagi musimnya sekarang. Lebaran kan harus tampil cantik dan beda dengan hari-hari biasanya,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Cincin menjadi jenis perhiasan yang paling banyak dicari. Setelah itu, gelang dan kalung. Faishol menuturkan, meskipun harga emas selalu stabil, keinginan besar masyarakat terhadap perhiasan emas hanya terjadi saat menjelang lebaran. Mereka membeli emas untuk memperindah penampilan. Jika terdesak kebutuhan ekonomi, maka pemilik emas akan menjual kembali perhiasannya itu.

Baca Juga :  Kios Stadion Dilanjutkan Tahun Depan

Kini harga emas murni 24 karat sekitar Rp 668 ribu per gram. Sedangkan harga emas perhiasan lebih murah, Rp 250 ribu per gram. Jika dijual lagi, maka dikenakan potongan harga delapan persen.

‘’Kalau sudah jadi perhiasan, kadar emas murninya hanya 30 persen. Soalnya ada campuran bahan logam lainnya,’’ jelasnya.

Salah satu pengunjung toko emas asal Kecamatan Sugio, Mutmainah, mengatakan, kurang lengkap bila baju baru lebaran tidak dilengkapi dengan aksesori berbahan emas. Menurut pandangan orang-orang di sekitarnya, perhiasan emas juga menjadi penanda status sosial seseorang.

‘’Banyak tetangga yang pakai emas, kenapa saya gak? Ya walaupun gak beli yang mahal-mahal, yang penting ada aksesoris di tangan,’’ ujarnya sambil terbahak.

Sementara itu, perhiasan berbahan dasar perak juga diburu. Apalagi, harganya jauh lebih murah daripada perhiasan emas. Perhiasan perak dijual mulai Rp 25 ribu per gram. Jika pemilik ingin menjualnya kembali, maka dikenakan potongan harga Rp 7 ribu per gram.

Baca Juga :  MAN Model Bojonegoro Gelar Sastra Pelataran 

Desi Tri Aini, karyawan toko perak di Pasar Baru Lamongan menuturkan, cincin dan kalung menjadi aksesori yang paling banyak dibeli. Di toko yang dijaganya, setiap hari ada 80 pengunjung yang melakukan transaksi. ‘’Lebih banyak yang beli kalau sekarang,’’katanya sambil melayani pengunjung.

Desi mengklaim, para penjual perhiasan perak di pasar sama-sama menggunakan bahan baku perak berkualitas asal Kota Gede, Jogjakarta. Setiap pembeli memiliki selera masing-masing dalam memilih perhiasan perak. Pembeli yang berasal dari kalangan ibu-ibu, lebih menyukai perhiasan perak berlapis warna emas. Sedangkan kalangan remaja putri lebih menyukai perhiasan perak dengan warna aslinya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/