alexametrics
23.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Terbagi Tiga Kloter, Berangkat 29 Juli

- Advertisement -

BOJONEGORO – Menyisakan dua bulan lagi, calon jamaah haji (CJH) Bojonegoro akan berangkat ke Makkah. Kepastian ini setelah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro menginformasikan CJH dipastikan berangkat pada 29 Juni mendatang.

Bojonegoro masuk kelompok terbang (kloter) 39, 40, dan 41. Dari total 1.335 CJH, mereka akan terbagi tiga kloter tersebut. ‘’Tanggal (29 Juni) keberangkatan sudah ditentukan beberapa hari lalu,’’ ungkap Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Bojonegoro Masrukin kemarin (2/6).

Masrukin menjelaskan, saat ini CJH Bojongoro sudah memasuki tahap terakhir, yaitu manasik. Setelah itu, CJH tinggal menunggu keberangkatan. ‘’Kita tunggu jadwal manasik dulu. Biasanya manasik kecamatan lalu manasik kabupaten,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Pasar Kepoh Butuh Sentuhan Pemkab

Meski begitu, sejumlah paspor CJH masih belum jadi. Namun, dia yakin paspor tersebut akan segera jadi. ‘’Kami harapkan sebelum pelaksanaan manasik sudah jadi paspornya,’’ ujar mantan kabag TU Kemenag setempat.

Total CJH yang berangkat tahun ini adalah 1.335 orang. Jumlah tersebut belum termasuk CJH cadangan yang hingga kini belum jelas berangkat atau tidak. Padahal, mereka sudah melakukan pelunasan. ‘’Jumlahnya ada 18 orang. Itu yang melunasi. Sebenarnya jumlahnya ada 60-an,’’ jelasnya.

- Advertisement -

Menurut Masrukin, besar kemungkinan para CJH cadangan itu akan diberangkatkan dengan CJH dari luar daerah. Sebab, kuota untuk kloter CJH dari Bojonegoro sudah penuh. Sehingga, tidak memungkinkan untuk menampung CJH cadangan itu.

Baca Juga :  PT BBS Belum Bisa Penuhi Target Pertamina¬†Produksi Minyak ¬≠Sumur Tua

‘’Itu nantinya akan diberangkatkan dengan daerah yang tidak penuh. Pastinya tetap di embakarsi Surabaya,’’ jelasnya.

Masrukin menjelaskan, sejak awal pihaknya sudah memberikan penjelasan bahwa CJH cadangan belum tentu akan diberangkatkan. Mereka akan diberangkatkan jika ada yang kosong atau ada CJH tidak melunasi. Itu bisa di daerah lain atau di Bojonegoro. Namun, mereka tetap dipanggil untuk melakukan pelunasan.

‘’Tapi melunasi atau tidak itu terserah CJH-nya. Dari 60-an yang melunas hanya 18 orang,’’ jelasnya. Soal pemondakan CJH asal Bojonegoro, jaraknya saat ini dari Masjidilharam adalah 1,4 kilometer (km). Jarak itu cukup dekat dibanding CJH daerah-daerah lainnya.

BOJONEGORO – Menyisakan dua bulan lagi, calon jamaah haji (CJH) Bojonegoro akan berangkat ke Makkah. Kepastian ini setelah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro menginformasikan CJH dipastikan berangkat pada 29 Juni mendatang.

Bojonegoro masuk kelompok terbang (kloter) 39, 40, dan 41. Dari total 1.335 CJH, mereka akan terbagi tiga kloter tersebut. ‘’Tanggal (29 Juni) keberangkatan sudah ditentukan beberapa hari lalu,’’ ungkap Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Bojonegoro Masrukin kemarin (2/6).

Masrukin menjelaskan, saat ini CJH Bojongoro sudah memasuki tahap terakhir, yaitu manasik. Setelah itu, CJH tinggal menunggu keberangkatan. ‘’Kita tunggu jadwal manasik dulu. Biasanya manasik kecamatan lalu manasik kabupaten,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Lapangan Tenis Alun-Alun Bojonegoro Bakal Jadi RTH

Meski begitu, sejumlah paspor CJH masih belum jadi. Namun, dia yakin paspor tersebut akan segera jadi. ‘’Kami harapkan sebelum pelaksanaan manasik sudah jadi paspornya,’’ ujar mantan kabag TU Kemenag setempat.

Total CJH yang berangkat tahun ini adalah 1.335 orang. Jumlah tersebut belum termasuk CJH cadangan yang hingga kini belum jelas berangkat atau tidak. Padahal, mereka sudah melakukan pelunasan. ‘’Jumlahnya ada 18 orang. Itu yang melunasi. Sebenarnya jumlahnya ada 60-an,’’ jelasnya.

- Advertisement -

Menurut Masrukin, besar kemungkinan para CJH cadangan itu akan diberangkatkan dengan CJH dari luar daerah. Sebab, kuota untuk kloter CJH dari Bojonegoro sudah penuh. Sehingga, tidak memungkinkan untuk menampung CJH cadangan itu.

Baca Juga :  Butuh Satu Alat Berat

‘’Itu nantinya akan diberangkatkan dengan daerah yang tidak penuh. Pastinya tetap di embakarsi Surabaya,’’ jelasnya.

Masrukin menjelaskan, sejak awal pihaknya sudah memberikan penjelasan bahwa CJH cadangan belum tentu akan diberangkatkan. Mereka akan diberangkatkan jika ada yang kosong atau ada CJH tidak melunasi. Itu bisa di daerah lain atau di Bojonegoro. Namun, mereka tetap dipanggil untuk melakukan pelunasan.

‘’Tapi melunasi atau tidak itu terserah CJH-nya. Dari 60-an yang melunas hanya 18 orang,’’ jelasnya. Soal pemondakan CJH asal Bojonegoro, jaraknya saat ini dari Masjidilharam adalah 1,4 kilometer (km). Jarak itu cukup dekat dibanding CJH daerah-daerah lainnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/