alexametrics
29.4 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

Penundaan Paripurna Belum Jelas

LAMONGAN – DPRD Lamongan belum bisa memastikan pelaksanaan lanjutan Paripurna Pertanggungjawaban APBD 2017. Paripurna ini sebelumnya gagal karena empat pimpinan DPRD tidak hadir. DPRD memastikan, untuk pelaksanaannya harus melalui rapat badan musyawarah (banmus) sekaligus dilakukan perubahan jadwal kegiatan. ‘’Belum tahu, kapan digelar lagi masih menunggu rapat lagi,’’ kata Sekretaris DPRD Lamongan Aris Wibawa sabtu (2/6).

Sesuai jadwal Juni dalam rapat banmus, minggu pertama ini ada workshop. Minggu kedua dilanjutkan kunjungan keluar daerah. Dan, setelah itu masuk liburan lebaran. Gagalnya paripurna ini cukup disayangkan sejumlah politisi. Sebab, paripurna menjadi tugas dan kewajiban anggota DPRD. ‘’Ini memalukan, baru kali ini terjadi,’’ kata Anggota Fraksi PPP DPRD Lamongan Mutoyo.

Baca Juga :  Pemkab dan BPJamsostek Pastikan Penerimaan BSU di Bojonegoro

Menurut dia, gagalnya sidang paripurna disebabkan pimpinan DPRD tidak hadir ini preseden buruk untuk instansi. Sebab, kegagalan tersebut membuktikan wakil rakyat di Lamongan tidak komitmen. ‘’Ini kedepan tak boleh terjadi lagi,’’ tegasnya. Sebelumnya, empat pimpinan DPRD Lamongan tidak ada yang hadir, sehingga rapat sudah disediakan konsumsinya itu gagal digelar. Sebelum paripurna Jumat (31/5) dimulai, Ketua DPRD Lamongan Kaharudin mengajukan izin karena sakit.

Sehingga tidak bisa memimpin sidang, dan mendisposisikan ke wakil ketua II DPRD Abdul Ghofur. Saat dihubungi sekretariat DPRD, Abdul Ghofur tidak bisa ke DPRD karena ada kegiatan di kantor DPW PKB Surabaya. Dan, meminta digantikan wakil ketua II DPRD Lamongan Saim. Namun, sesuai informasi diterima sekretariat DPRD, Saim ada agenda PDIP di Tulungagung. Juga Wakil Ketua DPRD III Sonhadji Zainudin sedang di KPU Provinsi Jatim.

Baca Juga :  Tiga Fraksi Walk Out Penetapan AKD

LAMONGAN – DPRD Lamongan belum bisa memastikan pelaksanaan lanjutan Paripurna Pertanggungjawaban APBD 2017. Paripurna ini sebelumnya gagal karena empat pimpinan DPRD tidak hadir. DPRD memastikan, untuk pelaksanaannya harus melalui rapat badan musyawarah (banmus) sekaligus dilakukan perubahan jadwal kegiatan. ‘’Belum tahu, kapan digelar lagi masih menunggu rapat lagi,’’ kata Sekretaris DPRD Lamongan Aris Wibawa sabtu (2/6).

Sesuai jadwal Juni dalam rapat banmus, minggu pertama ini ada workshop. Minggu kedua dilanjutkan kunjungan keluar daerah. Dan, setelah itu masuk liburan lebaran. Gagalnya paripurna ini cukup disayangkan sejumlah politisi. Sebab, paripurna menjadi tugas dan kewajiban anggota DPRD. ‘’Ini memalukan, baru kali ini terjadi,’’ kata Anggota Fraksi PPP DPRD Lamongan Mutoyo.

Baca Juga :  Anggota DPRD Harus Gelar Paripurna Raperda RPJMD

Menurut dia, gagalnya sidang paripurna disebabkan pimpinan DPRD tidak hadir ini preseden buruk untuk instansi. Sebab, kegagalan tersebut membuktikan wakil rakyat di Lamongan tidak komitmen. ‘’Ini kedepan tak boleh terjadi lagi,’’ tegasnya. Sebelumnya, empat pimpinan DPRD Lamongan tidak ada yang hadir, sehingga rapat sudah disediakan konsumsinya itu gagal digelar. Sebelum paripurna Jumat (31/5) dimulai, Ketua DPRD Lamongan Kaharudin mengajukan izin karena sakit.

Sehingga tidak bisa memimpin sidang, dan mendisposisikan ke wakil ketua II DPRD Abdul Ghofur. Saat dihubungi sekretariat DPRD, Abdul Ghofur tidak bisa ke DPRD karena ada kegiatan di kantor DPW PKB Surabaya. Dan, meminta digantikan wakil ketua II DPRD Lamongan Saim. Namun, sesuai informasi diterima sekretariat DPRD, Saim ada agenda PDIP di Tulungagung. Juga Wakil Ketua DPRD III Sonhadji Zainudin sedang di KPU Provinsi Jatim.

Baca Juga :  Orang Tua Mengira Anak Tidur Nyenyak

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/