alexametrics
25 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Aktivitas Ekpor Tak Nikmati Kenaikan Dolar

KOTA – Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar belum berdampak terhadap ekspor produk perikanan Lamongan. Pasalnya, nilai ekspor belum mengalami kenaikan signifi kan memasuki triwulan kedua tahun ini. ‘’Naiknya dolar belum berimbas pada nilai ekspor. Karena produksi ikan di Lamongan baru tumbuh Maret lalu. Sehingga imbasnya belum jelas. Bahkan permintaan dari luar negeri belum bertambah,’’ kata Kepala Bidang Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Perikanan dan Kelautan Lamongan, Arif Soedjanarta rabu (2/5).

Menurut Arif, tingginya permintaan ekspor biasanya dipengaruhi adanya perayaan tertentu. Karena ikan-ikan yang diekspor jenisnya khusus, seperti ikan tonang, kakap, cumi mata lebar. Sehingga tidak semua hasil produksi memenuhi standar ekspor. “Komoditi ekspor berdasarkan permintaan dari luar,’’ ujarnya. Dia melanjutkan, kendala lain, ekspor ikan ke luar negeri belum bebas.

Baca Juga :  PPKM, Agrowisata Kebun Belimbing Hanya Melayani Penjualan Buah

Karena sistem perizinannya masih melekat di provinsi dan pusat. Sehingga pelaku ekspor geraknya masih terganggu, karena perizinannya cukup sulit. ‘’Ekspor dilakukan ketika sudah ada permintaan. Negara tujuannya antara lain Cina, Taiwan, Jepang, USA, dan UE (Uni Eropa),’’ ungkapnya. Dikonfi rmasi terpisah, Sekretaris LIS Sugianto, mengatakan, dampak dari kenaikan nilai dolar paling besar untuk impor.

Tapi, secara detailnya dia tidak mengetahui pasti. Karena operasional dari perusahaannya dilakukan oleh pihak ketiga. Sehingga perhitungannya dilakukan oleh pengelola. “Pihaknya hanya mendapatkan fee dari operasional perusahaan tersebut,” katanya. Sugianto menambahkan, perusahaannya bergerak dibidang oil and gas. Sehingga keterlibatan perusahaan luar negeri memang lebih dominan. Tapi, dampak pasti dari kenaikan dolar memang tidak bisa dijabarkannya. Karena untuk operasional, ada petugas yang menangani sendiri. 

Baca Juga :  Heboh Penemuan Jasad Tersangkut Pohon Bambu

KOTA – Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar belum berdampak terhadap ekspor produk perikanan Lamongan. Pasalnya, nilai ekspor belum mengalami kenaikan signifi kan memasuki triwulan kedua tahun ini. ‘’Naiknya dolar belum berimbas pada nilai ekspor. Karena produksi ikan di Lamongan baru tumbuh Maret lalu. Sehingga imbasnya belum jelas. Bahkan permintaan dari luar negeri belum bertambah,’’ kata Kepala Bidang Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan Dinas Perikanan dan Kelautan Lamongan, Arif Soedjanarta rabu (2/5).

Menurut Arif, tingginya permintaan ekspor biasanya dipengaruhi adanya perayaan tertentu. Karena ikan-ikan yang diekspor jenisnya khusus, seperti ikan tonang, kakap, cumi mata lebar. Sehingga tidak semua hasil produksi memenuhi standar ekspor. “Komoditi ekspor berdasarkan permintaan dari luar,’’ ujarnya. Dia melanjutkan, kendala lain, ekspor ikan ke luar negeri belum bebas.

Baca Juga :  Panen Raya, Nilai Tukar Petani Turun Terimbas Beras Impor

Karena sistem perizinannya masih melekat di provinsi dan pusat. Sehingga pelaku ekspor geraknya masih terganggu, karena perizinannya cukup sulit. ‘’Ekspor dilakukan ketika sudah ada permintaan. Negara tujuannya antara lain Cina, Taiwan, Jepang, USA, dan UE (Uni Eropa),’’ ungkapnya. Dikonfi rmasi terpisah, Sekretaris LIS Sugianto, mengatakan, dampak dari kenaikan nilai dolar paling besar untuk impor.

Tapi, secara detailnya dia tidak mengetahui pasti. Karena operasional dari perusahaannya dilakukan oleh pihak ketiga. Sehingga perhitungannya dilakukan oleh pengelola. “Pihaknya hanya mendapatkan fee dari operasional perusahaan tersebut,” katanya. Sugianto menambahkan, perusahaannya bergerak dibidang oil and gas. Sehingga keterlibatan perusahaan luar negeri memang lebih dominan. Tapi, dampak pasti dari kenaikan dolar memang tidak bisa dijabarkannya. Karena untuk operasional, ada petugas yang menangani sendiri. 

Baca Juga :  Dengan Berolahraga Lari, Jaga Kebugaran Dan Stamina Dalam Tubuh

Artikel Terkait

Most Read

Selalu ingin Perbaiki Kualitas Diri

Turun di KBIH

Ngetren, Slalom Dikenalkan di Tuban

Hari Ini Panggil Kepala Dinsos

Artikel Terbaru


/