alexametrics
30.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 29, 2022

Lahan Pertanian Terendam Banjir

LAMONGAN – Hujan dengan intensitas tinggi kembali membuat sebagian wilayah Kecamatan Tikung terendam banjir. Sarno, salah satu warga Desa Bakalan Pule mengatakan, banjir terjadi sejak sore (1/4) setelah hujan deras.

“Pupuk baru diberikan dua minggu lalu, langsung diguyur hujan lebat dan banjir” ujarnya.

Menurut dia, lahannya langganan banjir. Jika air tidak segera surut, maka benih yang baru dipupuk bisa busuk. Akibatnya, petani bisa merugi minimal Rp10 juta per hektare. Total lahan di desa setempat yang terdampak sekitar 10 hektare.

Menurut dia, banjir merendam tiga dusun. Selain Bakalanpule, juga Punggulanadi, dan Dukuagung. Penyebabnya, sungai di wilayah tersebut terjadi pendangkalan, tidak bisa menahan air dengan kapasitas memadai. 

Baca Juga :  Fokus Kuliah daripada Model

Ghozali, petani lainnya, menyayangkan penanganan kali yang tidak optimal. Menurut dia, banjir Bakalanpule terjadi setiap tahun. Selain merendam lahan pertanian, akses jalan poros desa juga terganggu. “Harapannya ada perhatian dari pemerintah supaya masalahnya tidak berlarut,” harapnya.

Camat Tikung, Zubaeri, menjelaskan, banjir terjadi setiap tahun. Permasalahannya, pendangkalan kali, embung desa, dan akses jalan yang kurang tinggi.

Rencananya, bukan hanya pengerukan yang dilakukan. Jalan juga ditinggikan. “Sudah diusulkan ke instansi terkait, semoga bisa segera dikerjakan,” katanya. 

Banjir, lanjut dia, bisa surut dalam beberapa jam.

LAMONGAN – Hujan dengan intensitas tinggi kembali membuat sebagian wilayah Kecamatan Tikung terendam banjir. Sarno, salah satu warga Desa Bakalan Pule mengatakan, banjir terjadi sejak sore (1/4) setelah hujan deras.

“Pupuk baru diberikan dua minggu lalu, langsung diguyur hujan lebat dan banjir” ujarnya.

Menurut dia, lahannya langganan banjir. Jika air tidak segera surut, maka benih yang baru dipupuk bisa busuk. Akibatnya, petani bisa merugi minimal Rp10 juta per hektare. Total lahan di desa setempat yang terdampak sekitar 10 hektare.

Menurut dia, banjir merendam tiga dusun. Selain Bakalanpule, juga Punggulanadi, dan Dukuagung. Penyebabnya, sungai di wilayah tersebut terjadi pendangkalan, tidak bisa menahan air dengan kapasitas memadai. 

Baca Juga :  PNS Terlibat Kasus Sabu Sabu, Jadi Pengguna dan Pengedar

Ghozali, petani lainnya, menyayangkan penanganan kali yang tidak optimal. Menurut dia, banjir Bakalanpule terjadi setiap tahun. Selain merendam lahan pertanian, akses jalan poros desa juga terganggu. “Harapannya ada perhatian dari pemerintah supaya masalahnya tidak berlarut,” harapnya.

Camat Tikung, Zubaeri, menjelaskan, banjir terjadi setiap tahun. Permasalahannya, pendangkalan kali, embung desa, dan akses jalan yang kurang tinggi.

Rencananya, bukan hanya pengerukan yang dilakukan. Jalan juga ditinggikan. “Sudah diusulkan ke instansi terkait, semoga bisa segera dikerjakan,” katanya. 

Banjir, lanjut dia, bisa surut dalam beberapa jam.

Previous articleHanya Mencari Keringat
Next articleTinggal Dipakai

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/