alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Bupati Nur Sidak Jalan dan PPKM Mikro

Radar Lamongan – Hari kerja kedua kemarin (2/3) Bupati Lamongan Yuhronur Efendi didampingi Wabup Abdul Rouf, Dandim Letkol Inf. Sidik Wiyono, dan Kapolres AKBP Miko Indrayana melakukan sidak percepatan penanganan infrastruktur pasca banjir dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro terkait penanganan Covid-19.

Mengendarai motor trail, Bupati Nur bersama rombongan mengawali kunjungan kerja di Desa Deketwetan, Kecamatan Deket meninjau fasilitas PPKM Mikro. Beliau mengajak masyarakat selalu menjaga diri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya, serta tidak lengah dengan keadaan Lamongan yang sudah berada dalam zona kuning Covid-19. Meski begitu, bupati juga mengajak masyarakat agar tetap produktif meski dalam masa pandemi.

“Ayo kita tetap menggairahkan kembali ekonomi masyarakat, siapa saja. Carane piye? Ayo beli produk Lamongan. Jangan sampai ada keterbatasan, dengan tetap patuh dan menjaga protokol kesehatan,” ajaknya.

Selanjutnya, Bupati Nur menuju jalan nasional di Rejosari Gajah, Kecamatan Deket untuk meninjau perbaikan jalan. Menurutnya, salah satu fokus programnya adalah percepatan infrastruktur. “Kita sudah mendekati bulan puasa dan hari raya Idul Fitri. Banyak jalan-jalan kita yang rusak. Untuk itu kita lakukan percepatan supaya saat bulan puasa dan idul fitri jalan-jalan ini bisa dilewati dengan layak dan baik,” tandasnya.

Baca Juga :  Gang Sadar, Pemasok Utama Jaringan Pengedar  

Pengerjaan jalan nasional sepanjang 1,35 kilometer (km) ini diupayakan dapat diselesaikan dua minggu lebih cepat dari jadwal penyelesaian. Bupati juga menyampaikan imbauan agar tanda perbaikan jalan dan penerangan segera dipasang untuk menghindari kerawanan kecelakaan. Bupati kemudian melanjutkan peninjauan ke Sluis Kuro melalui Lak Wangen untuk memastikan ketinggian air. Kedua infrastruktur pengairan itu merupakan pengendali banjir di Lamongan.

“Kita sekarang melihat di kuro, hari ini selisih 30 cm. Mudah-mudahan dalam beberapa hari atau tidak sampai beberapa hari ketinggiannya bisa normal, pembuangan lancar, sehingga genangan-gena ngan air bisa segera surut,” terangnya.

Untuk mempercepat penanganan infrastruktur paska banjir, bupati juga meninjau perbaikan jalan poros kecamatan, mulai di ruas Desa Sambopinggir, Karangbinangun; Desa Tunjungmekar, Kalitengah; serta perbaikan jalan Pucangro, Karanggeneng. Termasuk perbaikan ruas jalan Sukodadi, depan SPPBE. Beberapa titik sudah mulai diperbaiki dengan menggunakan bantuan alat berat. Sedangkan perbaikan jalan Pucangro masih belum dilakukan karena menunggu surutnya air yang menggenang.

Baca Juga :  Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan

“Nanti kita percepat perbaikannya secara permanen. Saat ini sementara agar tertutup dulu, agar pengguna jalan bisa lewat dengan nyaman. Sekarang ada yang masih tergenang. Begitu genangannya kering, langsung kita aspal, kita tutup lagi. Kita berusaha targetnya sebelum hari raya semua jalan ini bisa dilewati dengan nyaman. Kita memerlukan proses. Saat ini masih penanganan darurat. Yang penting bisa dilewati dulu, baru akan dilakukan peninggian jalan dan pengecoran yang baik nanti,” tandas Bupati Nur.

Radar Lamongan – Hari kerja kedua kemarin (2/3) Bupati Lamongan Yuhronur Efendi didampingi Wabup Abdul Rouf, Dandim Letkol Inf. Sidik Wiyono, dan Kapolres AKBP Miko Indrayana melakukan sidak percepatan penanganan infrastruktur pasca banjir dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro terkait penanganan Covid-19.

Mengendarai motor trail, Bupati Nur bersama rombongan mengawali kunjungan kerja di Desa Deketwetan, Kecamatan Deket meninjau fasilitas PPKM Mikro. Beliau mengajak masyarakat selalu menjaga diri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya, serta tidak lengah dengan keadaan Lamongan yang sudah berada dalam zona kuning Covid-19. Meski begitu, bupati juga mengajak masyarakat agar tetap produktif meski dalam masa pandemi.

“Ayo kita tetap menggairahkan kembali ekonomi masyarakat, siapa saja. Carane piye? Ayo beli produk Lamongan. Jangan sampai ada keterbatasan, dengan tetap patuh dan menjaga protokol kesehatan,” ajaknya.

Selanjutnya, Bupati Nur menuju jalan nasional di Rejosari Gajah, Kecamatan Deket untuk meninjau perbaikan jalan. Menurutnya, salah satu fokus programnya adalah percepatan infrastruktur. “Kita sudah mendekati bulan puasa dan hari raya Idul Fitri. Banyak jalan-jalan kita yang rusak. Untuk itu kita lakukan percepatan supaya saat bulan puasa dan idul fitri jalan-jalan ini bisa dilewati dengan layak dan baik,” tandasnya.

Baca Juga :  Pemakaian Jargas Ditarget Desember

Pengerjaan jalan nasional sepanjang 1,35 kilometer (km) ini diupayakan dapat diselesaikan dua minggu lebih cepat dari jadwal penyelesaian. Bupati juga menyampaikan imbauan agar tanda perbaikan jalan dan penerangan segera dipasang untuk menghindari kerawanan kecelakaan. Bupati kemudian melanjutkan peninjauan ke Sluis Kuro melalui Lak Wangen untuk memastikan ketinggian air. Kedua infrastruktur pengairan itu merupakan pengendali banjir di Lamongan.

“Kita sekarang melihat di kuro, hari ini selisih 30 cm. Mudah-mudahan dalam beberapa hari atau tidak sampai beberapa hari ketinggiannya bisa normal, pembuangan lancar, sehingga genangan-gena ngan air bisa segera surut,” terangnya.

Untuk mempercepat penanganan infrastruktur paska banjir, bupati juga meninjau perbaikan jalan poros kecamatan, mulai di ruas Desa Sambopinggir, Karangbinangun; Desa Tunjungmekar, Kalitengah; serta perbaikan jalan Pucangro, Karanggeneng. Termasuk perbaikan ruas jalan Sukodadi, depan SPPBE. Beberapa titik sudah mulai diperbaiki dengan menggunakan bantuan alat berat. Sedangkan perbaikan jalan Pucangro masih belum dilakukan karena menunggu surutnya air yang menggenang.

Baca Juga :  E-Tilang Berlaku, Masih Ada yang Santai Tanpa Helm

“Nanti kita percepat perbaikannya secara permanen. Saat ini sementara agar tertutup dulu, agar pengguna jalan bisa lewat dengan nyaman. Sekarang ada yang masih tergenang. Begitu genangannya kering, langsung kita aspal, kita tutup lagi. Kita berusaha targetnya sebelum hari raya semua jalan ini bisa dilewati dengan nyaman. Kita memerlukan proses. Saat ini masih penanganan darurat. Yang penting bisa dilewati dulu, baru akan dilakukan peninggian jalan dan pengecoran yang baik nanti,” tandas Bupati Nur.

Artikel Terkait

Most Read

Warning Gelombang Tinggi

Mahasiswi Tewas Hantam Truk Parkir

Fathoni dan Kahar Cedera

Artikel Terbaru


/