alexametrics
28.3 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Harga Beras Masih Tinggi

LAMONGAN – Harga beras di pasar masih tinggi. Penyebabnya petani belum memasuki masa panen. Harga beras kualitas paling rendah di pasaran sekitar Rp 9.000 per kilogram.

Khusaini pedagang Pasar Sidoharjo Lamongan mengatakan, harga beras tinggi sejak dua bulan lalu. Minimnya petani yang panen membuat harga beras di pasaran tidak bisa turun. Kalau turun Rp 200 biasanya hanya berlaku dua sampai tiga hari saja.

“Mungkin satu minggu lagi baru ada panen raya. Sehingga harga akan turun,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Khusaini menuturkan, harga beras melambung sejak kemarau panjang. Petani gagal panen sehingga cadangan beras minim. Sementara pedagang pasar banyak mengandalkan distribusi lokal saja. Karena jika beli dari tengkulak luar kota, ongkosnya terlalu mahal.

Baca Juga :  Kekeliruan Lembar C1, Hitung Ulang

Khusaini menyebutkan, harga beras Rp 9.000 tersebut sebelumnya hanya Rp 8.500. Beras harga Rp 10.000  dulu harganya Rp 9.000. Sehingga kenaikannya cukup signifikan, hanya kenaikannya sudah dua bulan ini.

Selain harga beras enggan turun, harga kacang hijau juga tinggi. Sebagian petani Lamongan memasuki panen kacang hijau. Tapi kualitasnya tidak baik akibat kadar air tinggi. Sehingga pedagang pasar masih mengandalkan pasokan dari luar Lamongan.

Ahmad, pedagang lainnya, menuturkan, kacang hijau Lamongan kualitasnya turun. Konsumen enggan beli dengan harga pasar. Sekarang harga kacang hijau tembus Rp 15.500 per kilogram, dari sebelumnya Rp 14.000. “Kualitasnya turun, kita tidak bisa membeli produk petani karena konsumen tidak tertarik,” paparnya.

Baca Juga :  Pemkab dan DPRD Enggan Susun Perda KTR

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, Zamroni mengklaim, harga-harga bahan pokok memang naik turun. Bukan karena tahun politik tapi petani yang masuk masa panen masih terbatas. Akhirnya pasokan banyak mengandalkan luar kota. Meski begitu, dia optimistis dalam sepekan harga akan turun karena masuk panen.

LAMONGAN – Harga beras di pasar masih tinggi. Penyebabnya petani belum memasuki masa panen. Harga beras kualitas paling rendah di pasaran sekitar Rp 9.000 per kilogram.

Khusaini pedagang Pasar Sidoharjo Lamongan mengatakan, harga beras tinggi sejak dua bulan lalu. Minimnya petani yang panen membuat harga beras di pasaran tidak bisa turun. Kalau turun Rp 200 biasanya hanya berlaku dua sampai tiga hari saja.

“Mungkin satu minggu lagi baru ada panen raya. Sehingga harga akan turun,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Khusaini menuturkan, harga beras melambung sejak kemarau panjang. Petani gagal panen sehingga cadangan beras minim. Sementara pedagang pasar banyak mengandalkan distribusi lokal saja. Karena jika beli dari tengkulak luar kota, ongkosnya terlalu mahal.

Baca Juga :  Anggota Terus Bertambah, Aset Koperasi Mawar Makin Besar 

Khusaini menyebutkan, harga beras Rp 9.000 tersebut sebelumnya hanya Rp 8.500. Beras harga Rp 10.000  dulu harganya Rp 9.000. Sehingga kenaikannya cukup signifikan, hanya kenaikannya sudah dua bulan ini.

Selain harga beras enggan turun, harga kacang hijau juga tinggi. Sebagian petani Lamongan memasuki panen kacang hijau. Tapi kualitasnya tidak baik akibat kadar air tinggi. Sehingga pedagang pasar masih mengandalkan pasokan dari luar Lamongan.

Ahmad, pedagang lainnya, menuturkan, kacang hijau Lamongan kualitasnya turun. Konsumen enggan beli dengan harga pasar. Sekarang harga kacang hijau tembus Rp 15.500 per kilogram, dari sebelumnya Rp 14.000. “Kualitasnya turun, kita tidak bisa membeli produk petani karena konsumen tidak tertarik,” paparnya.

Baca Juga :  Menjadi Guru, Gadis ini Harus Siapkan Materi dengan Matang

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, Zamroni mengklaim, harga-harga bahan pokok memang naik turun. Bukan karena tahun politik tapi petani yang masuk masa panen masih terbatas. Akhirnya pasokan banyak mengandalkan luar kota. Meski begitu, dia optimistis dalam sepekan harga akan turun karena masuk panen.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/