alexametrics
22.5 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Kartu Tani Belum Berfungsi, Pendistribusian Pupuk Masih Manual

Radar Bojonegoro – Ratusan ribu kartu tani masih belum berfungsi. Uji coba penggunaan kartu tani oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro masih belum membuahkan hasil. Sehingga, pendistribusian pupuk bersubsidi tahun ini masih dilakukan secara manual.

Hingga kini ada 156 ribu lebih kartu tani sudah dibagikan ke para petani. Kabid Sarana dan Prasarana DKPP Bojonegoro Zaenal Fanani menjelaskan, sudah mencoba memfungsikan kartu tani. Namun, uji coba pada satu kelompok tani belum berhasil. Hal itu untuk mengetahui permasalahan belum berfungsinya kartu tani itu.

‘’Kami lakukan uji coba di salah satu kelompok tani di Sumberrejo,’’ jelasnya. Awalnya uji coba dilakukan satu kecamatan. Namun, tidak jadi. Kemudian, satu desa, juga tidak jadi. Dan mengerucut ke satu kelompok tani. Saat digesek ke mesin EDC (electronic data capture), kartu tani tidak terdeteksi. Tidak keluar datanya. Bahkan, dicoba ke mesin EDC di kecamatan lain juga tidak bisa. Setelah ditelusuri software dari pusat yang rusak. ‘’Pihak bank juga tidak bisa. Yang bisa bank di pusat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Foto Paspor CJH Dipercepat

Belum bisa berfungsinya kartu tani itu, lanjut Zaenal, membuat pendistribusian pupuk tahun ini dilakukan secara manual. Sehingga, tidak sampai membuat petani terlambat mendapatkan pupuk.

Hingga kini jumlah petani sudah mendapatkan kartu tani sebanyak 156 ribu orang. Jumlah itu akan terus bertambah karena ada kartu dalam proses pembagian. Kuota pupuk bersubsidi tahun ini sebanyak 158.633 ton. Terdiri dari lima pupuk, meliputi urea, ZA, SP36, NPK, pupuk organik, dan pupuk organik cair.

Meski didistribusikan secara manual, pembelian pupuk oleh petani akan dicatat sesuai alokasi. Kios pupuk sudah memiliki data petani dengan jumlah alokasi pupuk yang didapatkan. ‘’Data itu ada di RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok),’’ jelasnya.

Baca Juga :  Pohon Tumbang Akibat Hujan Angin, Jalanan Macet Satu Jam

Wakil Ketua Komisi B DPRD Sigit Kushariyanto mengatakan, kartu tani belum berfungsi sehingga pendistribusian pupuk masih manual. Dia meminta DKPP benar-benar memastikan petani mendapatkan jatah pupuk. Sehingga, tidak mengganggu musim tanam kedua berlangsung waktu dekat.

‘’Meskipun secara manual jangan sampai pupuk telat,’’ tuturnya. Mengenai kuota, lanjutnya, politikus Golkar itu yakin kuotanya mencukupi. Musim tanam pertama sudah lewat dan masuk musim tanam kedua. Masa tanam kedua, diperkirakan mulai bulan ini hingga Maret. Sebelum itu, dia minta semua pupuk sudah didistribusikan. ‘’Kalau soal kuotanya, saya kira cukup kok,’’ jelasnya.

Radar Bojonegoro – Ratusan ribu kartu tani masih belum berfungsi. Uji coba penggunaan kartu tani oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro masih belum membuahkan hasil. Sehingga, pendistribusian pupuk bersubsidi tahun ini masih dilakukan secara manual.

Hingga kini ada 156 ribu lebih kartu tani sudah dibagikan ke para petani. Kabid Sarana dan Prasarana DKPP Bojonegoro Zaenal Fanani menjelaskan, sudah mencoba memfungsikan kartu tani. Namun, uji coba pada satu kelompok tani belum berhasil. Hal itu untuk mengetahui permasalahan belum berfungsinya kartu tani itu.

‘’Kami lakukan uji coba di salah satu kelompok tani di Sumberrejo,’’ jelasnya. Awalnya uji coba dilakukan satu kecamatan. Namun, tidak jadi. Kemudian, satu desa, juga tidak jadi. Dan mengerucut ke satu kelompok tani. Saat digesek ke mesin EDC (electronic data capture), kartu tani tidak terdeteksi. Tidak keluar datanya. Bahkan, dicoba ke mesin EDC di kecamatan lain juga tidak bisa. Setelah ditelusuri software dari pusat yang rusak. ‘’Pihak bank juga tidak bisa. Yang bisa bank di pusat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Siswa Dilarang Konvoi dan Coret-Coret

Belum bisa berfungsinya kartu tani itu, lanjut Zaenal, membuat pendistribusian pupuk tahun ini dilakukan secara manual. Sehingga, tidak sampai membuat petani terlambat mendapatkan pupuk.

Hingga kini jumlah petani sudah mendapatkan kartu tani sebanyak 156 ribu orang. Jumlah itu akan terus bertambah karena ada kartu dalam proses pembagian. Kuota pupuk bersubsidi tahun ini sebanyak 158.633 ton. Terdiri dari lima pupuk, meliputi urea, ZA, SP36, NPK, pupuk organik, dan pupuk organik cair.

Meski didistribusikan secara manual, pembelian pupuk oleh petani akan dicatat sesuai alokasi. Kios pupuk sudah memiliki data petani dengan jumlah alokasi pupuk yang didapatkan. ‘’Data itu ada di RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok),’’ jelasnya.

Baca Juga :  Kepiawaian Rivan Purwantono Sukses Damaikan Bosowa dengan Kookmin Bank

Wakil Ketua Komisi B DPRD Sigit Kushariyanto mengatakan, kartu tani belum berfungsi sehingga pendistribusian pupuk masih manual. Dia meminta DKPP benar-benar memastikan petani mendapatkan jatah pupuk. Sehingga, tidak mengganggu musim tanam kedua berlangsung waktu dekat.

‘’Meskipun secara manual jangan sampai pupuk telat,’’ tuturnya. Mengenai kuota, lanjutnya, politikus Golkar itu yakin kuotanya mencukupi. Musim tanam pertama sudah lewat dan masuk musim tanam kedua. Masa tanam kedua, diperkirakan mulai bulan ini hingga Maret. Sebelum itu, dia minta semua pupuk sudah didistribusikan. ‘’Kalau soal kuotanya, saya kira cukup kok,’’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Deadline Tinggal Sebulan

Membangun Politik yang Beradab

Daging Ayam Merangkak Naik

Artikel Terbaru


/