alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Bakorwil Desak Jalan Kerowak Desa Kebonagung Segera Diperbaiki

Radar Bojonegoro – “Pak dalane ndang dandani (Pak jalannya segera perbaiki),” teriak kernet truk boks ketika tim Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Bojonegoro sidak ke lokasi jalan kerowak di Dusun Kebonagung, Kecamatan Padangan kemarin (2/2).

Teriakan kernet itu bagian kekesalan atas kerusakan jalan nasional akses Bojonegoro-Padangan itu. Jalan berlubang di Desa Kebonagung ini cukup parah. Titik lubang besar dan memanjang.

Informasi dari masyarakat setempat, Senin malam (1/2) ada dua kecelakaan. Pengendara motor terperosok lubang dan terjatuh. Kejadian kecelakaan ini bukan kali pertama. Masyarakat setempat sudah kerap kali membantu pengendara terjatuh.

Pantauan di lokasi kemarin, titik lubang ada yang ditancapi ranting pohon. Juga ada warga setempat rela membawa bendera mengatur lalu lintas agar bergantian melintas. Sidak tim bakorwil kemarin, melihat kondisi kerusakan jalan kerowak.

Namun sidak kemarin pagi, tim bakorwil tidak bisa bertemu dengan PPK Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) di Bojonegoro. Kasubbid Sarana dan Prasarana Bakorwil Bojonegoro Ramses Panjaitan bergegas menelpon PPK BBPJN di Bojonegoro Sekar.

Baca Juga :  Tren Sekolah Sambil Mondok, Orangtua Lega Meskipun Berjauhan

Namun, melalui sambungan seluler, mengabarkan jika Sekar berada di Surabaya. Begitu pun tak bisa menemui stafnya di kantor Kecamatan Padangan. Terkait tidak adanya pihak BBPJN di Bojonegoro tidak bisa ditemui, Ramses mengatakan sudah mendapat penjelasan melalui sambungan telepon.

“Kantornya berada di Kecamatan Baureno. Di Padangan hanya kantor lapangan. Petugas lapangan sedang tidak berada di tempat,” ujarnya.

Menurut Ramses, bakorwil mendesak perbaikan segera dilakukan dengan menambal atau sapu lubang dalam pekan ini. Harus segera ada tindakan untuk memperbaiki jalan kerowak tersebut. “Meskipun tidak separah jalan Bojonegoro-Surabaya maupun Surabaya-Mojokerto,” ungkapnya ditemui ketika sidak.

Pria asal Sumatera Utara itu menjelaskan, hanya sedikit lubang besar, namun berkumpul dalam satu titik. Sehingga perlu segera ada tindakan minggu ini agar tidak menimbulkan kecelakaan.

Penambalan atau sapu lubang tidak hanya dilakukan di Desa Kebonagung, sebaliknya semua lubang yang ada. Tetapi perbaikan menyeluruh tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Perlu ada pemeriksaan, pengangaran, dan pembelian aspal. Ramses mengaku akan berkoordinasi dengan PPK BBJN hari ini.

Baca Juga :  NJOP Industri Dipukul Rata

Untuk membahas perbaikan akan dilakukan. “Akan saya tanyakan sudah ada permohonan penganggaran untuk perbaikan atau belum,” jelasnya.

Berdasar pantauan sidak, menurut Ramses, kerusakan karena air meluber dari sisi selatan masuk ke badan jalan. Ternyata di sisi selatan jalan tidak ada saluran air. “Saluran air sepertinya bukan tugas BBPJN. Saluran air pihak kabupaten. Terlihat dari bangunan toko di tanah antara jalan kereta api yang dibongkar atas perintah pemerintah kabupaten,” jelasnya.

Selain sidak di jalan Bojonegoro-Padangan, tim bakorwil juga melakukan sidak ke Jembatan Kali Bedah di Jalan Bojonegoro-Ngawi, tepatnya di Desa Geneng, Kacamatan Margomulyo.

Ramses mengatakan amblesnya sayap jembatan dibangun pada 1993-1994 itu mirip dengan kerusakan terjadi di Jembatan Glendeng. Pondasi jembatan bergeser akibat diterjang arus sungai yang kuat. “Air di bawah jembatan muser. Terjadi lubang tanah, kemudian beton penyang ganya pecah akibat tekanan besar dari atas atau dari berat kendaraan yang melintas,” ujarnya. (irv)

Radar Bojonegoro – “Pak dalane ndang dandani (Pak jalannya segera perbaiki),” teriak kernet truk boks ketika tim Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Bojonegoro sidak ke lokasi jalan kerowak di Dusun Kebonagung, Kecamatan Padangan kemarin (2/2).

Teriakan kernet itu bagian kekesalan atas kerusakan jalan nasional akses Bojonegoro-Padangan itu. Jalan berlubang di Desa Kebonagung ini cukup parah. Titik lubang besar dan memanjang.

Informasi dari masyarakat setempat, Senin malam (1/2) ada dua kecelakaan. Pengendara motor terperosok lubang dan terjatuh. Kejadian kecelakaan ini bukan kali pertama. Masyarakat setempat sudah kerap kali membantu pengendara terjatuh.

Pantauan di lokasi kemarin, titik lubang ada yang ditancapi ranting pohon. Juga ada warga setempat rela membawa bendera mengatur lalu lintas agar bergantian melintas. Sidak tim bakorwil kemarin, melihat kondisi kerusakan jalan kerowak.

Namun sidak kemarin pagi, tim bakorwil tidak bisa bertemu dengan PPK Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) di Bojonegoro. Kasubbid Sarana dan Prasarana Bakorwil Bojonegoro Ramses Panjaitan bergegas menelpon PPK BBPJN di Bojonegoro Sekar.

Baca Juga :  NJOP Industri Dipukul Rata

Namun, melalui sambungan seluler, mengabarkan jika Sekar berada di Surabaya. Begitu pun tak bisa menemui stafnya di kantor Kecamatan Padangan. Terkait tidak adanya pihak BBPJN di Bojonegoro tidak bisa ditemui, Ramses mengatakan sudah mendapat penjelasan melalui sambungan telepon.

“Kantornya berada di Kecamatan Baureno. Di Padangan hanya kantor lapangan. Petugas lapangan sedang tidak berada di tempat,” ujarnya.

Menurut Ramses, bakorwil mendesak perbaikan segera dilakukan dengan menambal atau sapu lubang dalam pekan ini. Harus segera ada tindakan untuk memperbaiki jalan kerowak tersebut. “Meskipun tidak separah jalan Bojonegoro-Surabaya maupun Surabaya-Mojokerto,” ungkapnya ditemui ketika sidak.

Pria asal Sumatera Utara itu menjelaskan, hanya sedikit lubang besar, namun berkumpul dalam satu titik. Sehingga perlu segera ada tindakan minggu ini agar tidak menimbulkan kecelakaan.

Penambalan atau sapu lubang tidak hanya dilakukan di Desa Kebonagung, sebaliknya semua lubang yang ada. Tetapi perbaikan menyeluruh tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Perlu ada pemeriksaan, pengangaran, dan pembelian aspal. Ramses mengaku akan berkoordinasi dengan PPK BBJN hari ini.

Baca Juga :  Ada yang Mengendalikan Anak Kecil Ngamen?

Untuk membahas perbaikan akan dilakukan. “Akan saya tanyakan sudah ada permohonan penganggaran untuk perbaikan atau belum,” jelasnya.

Berdasar pantauan sidak, menurut Ramses, kerusakan karena air meluber dari sisi selatan masuk ke badan jalan. Ternyata di sisi selatan jalan tidak ada saluran air. “Saluran air sepertinya bukan tugas BBPJN. Saluran air pihak kabupaten. Terlihat dari bangunan toko di tanah antara jalan kereta api yang dibongkar atas perintah pemerintah kabupaten,” jelasnya.

Selain sidak di jalan Bojonegoro-Padangan, tim bakorwil juga melakukan sidak ke Jembatan Kali Bedah di Jalan Bojonegoro-Ngawi, tepatnya di Desa Geneng, Kacamatan Margomulyo.

Ramses mengatakan amblesnya sayap jembatan dibangun pada 1993-1994 itu mirip dengan kerusakan terjadi di Jembatan Glendeng. Pondasi jembatan bergeser akibat diterjang arus sungai yang kuat. “Air di bawah jembatan muser. Terjadi lubang tanah, kemudian beton penyang ganya pecah akibat tekanan besar dari atas atau dari berat kendaraan yang melintas,” ujarnya. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/