alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Minat Tinggi, Kuota Terbatas

KOTA –  Minat warga Lamongan untuk bertransmigrasi cukup tinggi. Terutama untuk wilayah Lamongan selatan, seperti Sambeng, Turi, Sukodadi, Modo dan Mantup. ‘’Pengajuan ikut transmigrasi hampir setiap bulan ada. Jumlahnya antara empat sampai lima keluarga,’’ kata Kasi Pengembangan Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lamongan, Darwati jumat (2/2).

Menurut Darwati, meski permintaan transmigrasi cukup banyak, namun pihaknya tidak bisa memberikan melayani seluruhnya. Karena menyesuaikan dengan kuota dari pemerintah pusat. “Kalau kuotanya sudah ada, baru kita seleksi permintaan transmigrasi tersebut,” ujarnya. 

Dia mengungkapkan, permintaan transmigrasi banyak didominasi warga wilayah selatan. Sebab warga di wilayah itu terbiasa bertransmigrasi untuk meningkatkan kualitas hidupnya. ‘’Untuk wilayah pantura (pantai utara) Lamongan, warganya kebanyakan menjadi tenaga kerja di luar negeri (TKI,Red),’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Pengecoran Jalan Nasional Baru Selesaikan Satu Lajur

Darwati menjelaskan, transmigran paling banyak dari daerah-daerah di Jawa. Sehingga kuota transmigrasi menjadi prioritas. Namun karena daerah tujuan transmigrasi di luar pulau Jawa sedang dilakukan perbaikan infrastruktur, sehingga pada 2017 kuota transmigrasi dikurangi. ‘’Tapi tahun ini sepertinya akan kembali normal. Biasanya surat keputusan (SK) jumlah kuota akan dikirim pada pertengahan tahun,” ungkapnya. 

Menurut dia, tidak semua permintaan transmigrasi bisa diterima. Selain harus menyesuaikan kuota, calon transmigran harus memenuhi berbagai persyaratan. Salah satunya sudah berkeluarga, tidak memiliki masalah di kampungnya, dan benar-benar ingin bertransmigran. “Karena nanti tidak boleh kembali lagi,” imbuhnya.

KOTA –  Minat warga Lamongan untuk bertransmigrasi cukup tinggi. Terutama untuk wilayah Lamongan selatan, seperti Sambeng, Turi, Sukodadi, Modo dan Mantup. ‘’Pengajuan ikut transmigrasi hampir setiap bulan ada. Jumlahnya antara empat sampai lima keluarga,’’ kata Kasi Pengembangan Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lamongan, Darwati jumat (2/2).

Menurut Darwati, meski permintaan transmigrasi cukup banyak, namun pihaknya tidak bisa memberikan melayani seluruhnya. Karena menyesuaikan dengan kuota dari pemerintah pusat. “Kalau kuotanya sudah ada, baru kita seleksi permintaan transmigrasi tersebut,” ujarnya. 

Dia mengungkapkan, permintaan transmigrasi banyak didominasi warga wilayah selatan. Sebab warga di wilayah itu terbiasa bertransmigrasi untuk meningkatkan kualitas hidupnya. ‘’Untuk wilayah pantura (pantai utara) Lamongan, warganya kebanyakan menjadi tenaga kerja di luar negeri (TKI,Red),’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Berharap Ramadan Tahun Ini Lebih Baik

Darwati menjelaskan, transmigran paling banyak dari daerah-daerah di Jawa. Sehingga kuota transmigrasi menjadi prioritas. Namun karena daerah tujuan transmigrasi di luar pulau Jawa sedang dilakukan perbaikan infrastruktur, sehingga pada 2017 kuota transmigrasi dikurangi. ‘’Tapi tahun ini sepertinya akan kembali normal. Biasanya surat keputusan (SK) jumlah kuota akan dikirim pada pertengahan tahun,” ungkapnya. 

Menurut dia, tidak semua permintaan transmigrasi bisa diterima. Selain harus menyesuaikan kuota, calon transmigran harus memenuhi berbagai persyaratan. Salah satunya sudah berkeluarga, tidak memiliki masalah di kampungnya, dan benar-benar ingin bertransmigran. “Karena nanti tidak boleh kembali lagi,” imbuhnya.

Artikel Terkait

Most Read

Tersingkir di Babak Delapan Besar

Parpol Bisa Ganti Bacaleg

Musim Kemarau, Sumber Air PDAM Menyusut

Artikel Terbaru


/