alexametrics
27 C
Bojonegoro
Sunday, July 3, 2022

Hanya Dapat Jatah Pemeliharaan

KOTA – Dua destinasi wisata di tengah Kota Lamongan, yakni Telaga Bandung dan Telaga Dapur tahun ini tidak mendapat sentuhan perbaikan. Namun hanya berupa pemeliharaan. Masing-masing mendapat anggaran pemeliharaan Rp 150 juta untuk Telaga Bandung dan Rp 50 juta untuk Telaga Dapur. 

‘’Sebenarnya perlu dibenahi. Tapi porsi anggarannya yang memang belum ada,’’ kata Kepala UPT Alun-Alun Lamongan, Telaga Bandung, dan Telaga Dapur Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Ahmad Su’ur, jumat (2/2).

Meski begitu, lanjut dia, anggaran pemeliharaan tersebut sangat penting.  ‘’Beberapa tahun Telaga Bandung dan Telaga Dapur tak mendapat anggaran pemeliharaan. Sehingga banyak beberapa fasilitas yang mulai rusak,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Kabupaten Bojonegoro Perpanjang dan Perketat PPKM Mikro

Dia mengungkapkan, pemeliharaan itu meliputi renovasi  kantor, lampu penerang, lampu hias, dan toilet umum. Dan masih ada fasilitas lain yang perlu pemeliharaan, saat ini sedang diidentifikasi. ‘’Tinggal poin-poinnya nanti kita rinci, jadi mana-mana yang rusak dan perlu diperbaiki,’’ tukasnya. 

Dari pantauan wartawan koran ini, tembok penahan tanah (TPT) di Telaga Dapur kondisinya sangat memprihatinkan karena sliding (longsor). Hingga kini belum ada perbaikan. ‘’ Karena anggaran tahun ini tidak mencukupi, perbaikannya titik yang sliding diupayakan tahun depan dan sudah kami ajukan,’’ ungkap Su’ur. 

Berbeda dengan dua telaga tersebut, tahun ini destinasi alun-alun akan dirombak dengan anggaran Rp 11 miliar. Intensitas pengunjung Telaga Bandung, apalagi Telaga Dapur memang tidak sebanyak alun-alun. Namun kedua telaga tersebut bisa menjadi alternatif wisata kota, sebagai pendukung alun-alun. Sehingga pengunjung tidak hanya terpusat di alun-alun.

Baca Juga :  Anindita Aninda, Bayi Kembar Siam Jalani Terapi Blue Light

KOTA – Dua destinasi wisata di tengah Kota Lamongan, yakni Telaga Bandung dan Telaga Dapur tahun ini tidak mendapat sentuhan perbaikan. Namun hanya berupa pemeliharaan. Masing-masing mendapat anggaran pemeliharaan Rp 150 juta untuk Telaga Bandung dan Rp 50 juta untuk Telaga Dapur. 

‘’Sebenarnya perlu dibenahi. Tapi porsi anggarannya yang memang belum ada,’’ kata Kepala UPT Alun-Alun Lamongan, Telaga Bandung, dan Telaga Dapur Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Pemukiman (PRKP) Ahmad Su’ur, jumat (2/2).

Meski begitu, lanjut dia, anggaran pemeliharaan tersebut sangat penting.  ‘’Beberapa tahun Telaga Bandung dan Telaga Dapur tak mendapat anggaran pemeliharaan. Sehingga banyak beberapa fasilitas yang mulai rusak,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Taman Seribu Lampu dan Alun-Alun Blora Ditutup

Dia mengungkapkan, pemeliharaan itu meliputi renovasi  kantor, lampu penerang, lampu hias, dan toilet umum. Dan masih ada fasilitas lain yang perlu pemeliharaan, saat ini sedang diidentifikasi. ‘’Tinggal poin-poinnya nanti kita rinci, jadi mana-mana yang rusak dan perlu diperbaiki,’’ tukasnya. 

Dari pantauan wartawan koran ini, tembok penahan tanah (TPT) di Telaga Dapur kondisinya sangat memprihatinkan karena sliding (longsor). Hingga kini belum ada perbaikan. ‘’ Karena anggaran tahun ini tidak mencukupi, perbaikannya titik yang sliding diupayakan tahun depan dan sudah kami ajukan,’’ ungkap Su’ur. 

Berbeda dengan dua telaga tersebut, tahun ini destinasi alun-alun akan dirombak dengan anggaran Rp 11 miliar. Intensitas pengunjung Telaga Bandung, apalagi Telaga Dapur memang tidak sebanyak alun-alun. Namun kedua telaga tersebut bisa menjadi alternatif wisata kota, sebagai pendukung alun-alun. Sehingga pengunjung tidak hanya terpusat di alun-alun.

Baca Juga :  Bersubsidi, Pasokan Solar Dibatasi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Makin Sombong, Makin Bernilai

Kehilangan Akun Line


/