alexametrics
28.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Gadis ini Tularkan Virus Membaca

MEMILIKI hobi membaca, Maya Isnaini tidak ingin menikmati sendiri. Dara dua puluh tahun itu memilih menyebarkan virus membaca ke orang-orang sekitarnya. Yang dilakukan mulai bisnis online jual beli buku hingga rutin melakukan kajian literasi bersama teman-teman komunitasnya.

Itu semua dilakukan agar budaya membaca bisa terus tumbuh di antara teman-temannya.

Mahasiswi Universitas Terbuka Tuban itu mengatakan, kegemarannya membaca memang masih baru.

Awalnya dia yang tertarik menerjuni organisasi aktivis mahasiswa merasa haus ilmu mempelajari sejarah-sejarah bangsa.

Berikutnya dia koleksi buku-buku sejarah zaman pra kemerdekaan.

‘’Setelah tahu ada tempat jual buku murah-murah akhirnya terpikirkan untuk jual buku sekalian menyebar hobi membaca,’’ kata dia.

Baca Juga :  Logistik Pilkada Harus Baru

Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tuban itu mengatakan, budaya membaca memang masih belum mengakar.

Banyak yang beranggapan membaca hanyalah aktivitas untuk kutu buku dan aktivis saja.

Padahal, buku merupakan gudang ilmu yang bisa dilakukan oleh siapa saja.

‘’Kalau sudah kecanduan baca buku bisa asyik sendiri. Ini yang saya tularkan ke teman-teman,’’ jelasnya.

Dara kelahiran Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Lamongan itu mengatakan, dengan membaca seseorang akan lebih bijak dan berwawasan.

Sebab, bacaan bisa mempengaruhi pola pikir seseorang dengan cepat. Maya mengibaratkan, buku bacaan itu ibarat air.

Semakin banyak pikiran terisi maka akan semakin menghidupi orang-orang sekitar.

‘’Sebaliknya, semakin tidak pernah membaca, pikiran akan semakin gersang,’’ ujar alumni SMKN 2 Tuban itu. (/wid)

Baca Juga :  Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat, Tumbuhkan Wirausaha Baru

MEMILIKI hobi membaca, Maya Isnaini tidak ingin menikmati sendiri. Dara dua puluh tahun itu memilih menyebarkan virus membaca ke orang-orang sekitarnya. Yang dilakukan mulai bisnis online jual beli buku hingga rutin melakukan kajian literasi bersama teman-teman komunitasnya.

Itu semua dilakukan agar budaya membaca bisa terus tumbuh di antara teman-temannya.

Mahasiswi Universitas Terbuka Tuban itu mengatakan, kegemarannya membaca memang masih baru.

Awalnya dia yang tertarik menerjuni organisasi aktivis mahasiswa merasa haus ilmu mempelajari sejarah-sejarah bangsa.

Berikutnya dia koleksi buku-buku sejarah zaman pra kemerdekaan.

‘’Setelah tahu ada tempat jual buku murah-murah akhirnya terpikirkan untuk jual buku sekalian menyebar hobi membaca,’’ kata dia.

Baca Juga :  Diajak Ngopi Malah Dipukuli

Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tuban itu mengatakan, budaya membaca memang masih belum mengakar.

Banyak yang beranggapan membaca hanyalah aktivitas untuk kutu buku dan aktivis saja.

Padahal, buku merupakan gudang ilmu yang bisa dilakukan oleh siapa saja.

‘’Kalau sudah kecanduan baca buku bisa asyik sendiri. Ini yang saya tularkan ke teman-teman,’’ jelasnya.

Dara kelahiran Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Lamongan itu mengatakan, dengan membaca seseorang akan lebih bijak dan berwawasan.

Sebab, bacaan bisa mempengaruhi pola pikir seseorang dengan cepat. Maya mengibaratkan, buku bacaan itu ibarat air.

Semakin banyak pikiran terisi maka akan semakin menghidupi orang-orang sekitar.

‘’Sebaliknya, semakin tidak pernah membaca, pikiran akan semakin gersang,’’ ujar alumni SMKN 2 Tuban itu. (/wid)

Baca Juga :  Pemkab Belum Dilibatkan Pengelolaan Wisata Akar Langit 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/