alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Tuntut Evaluasi Kinerja Manajemen Persela

RATUSAN LA Mania menggelar aksi demo di Sekretariat Persela Lamongan dan depan pendapa pemkab setempat, kemarin siang (1/12). Dengan membentangkan giant flag dan berorasi, sebagian anggota kelompok suporter itu juga membentangkan poster sejumlah kritikan terhadap manajemen Persela.
Ada enam tuntutan yang dilayangkan. Paling utama, evaluasi kinerja manajemen. ‘’Kami meminta agar manajemen lebih profesional, sehingga Persela bisa tetap eksis dan tetap sama dengan tim-tim yang lain,’’ tutur Ketua LA Mania, Saptaya Nugraha Duta, kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (1/12).
Dua tuntutan lainnya, lanjut dia, transparasi manajemen, serta sinergitas manajemen dan LA Mania. Menurut Nugroho, sapaan akrabnya, manajemen Persela harus mengevaluasi kinerja seluruh pengurus.
‘’Harus ada tranparasi kepada kami, yakni sinergitas dengan suporter. Jangan sampai, kita hanya dianggap ketika mereka butuh,’’ imbuh Kades Sidorejo tersebut.
Selain itu, LA Mania juga meminta manajemen memberikan sikap terhadap mafia bola, pertanggungjawaban manajemen dalam perekrutan pemain, dan penyegaran kepengurusan Persela.
‘’Jumlah pengurus banyak, tapi kinerjanya nol. Manajemen itu organisasi, bukan perorangan. Kasihan kalau ada yang hanya nunut saja. Kami meminta agar Persela tetap bisa bertahan di kompetisi Liga 1,’’ ujar Nugroho.
Manajer Persela, Edy Yunan Achmadi menuturkan, aksi yang dilakukan pecinta Persela itu wajar. Menurut dia, Persela mendapat empat kali kekalahan beruntun. Hasil negatif itu memunculkan aksi dan reaksi dari semua pihak.
‘’Mudah-mudahan dengan aksi teman-teman LA Mania, menggugah tim Persela untuk bisa bangkit untuk bisa memenangkan pertandingan,’’ harap Yunan.
Kabag Administrasi Pembangunan Pemkab Lamongan tersebut mengatakan, pihaknya menyambut baik tuntutan LA Mania. Menurut dia, seluruh tuntutan tersebut memiliki tujuan agar Persela lebih baik lagi.
‘’Semua pihak ini, tentunya ingin Persela bisa terselamatkan dan bisa menampilkan permainan terbaik dan bisa menang, menang, dan menang,’’ terang Anggota Exco Asprov Jatim tersebut.
Pekan lalu, elompok suporter  Curva Boys juga melakukan demo di Lapangan Basket Alun-Alun Lamongan. Aksi tersebut berhasil ‘’memaksa’’ pelatih Iwan Setiawan dan asisten Didik Ludianto mundur.
‘’Semuanya akan kita evaluasi. Mulai kinerja manajemen hingga sinergitas manajemen dan suporter,’’ ucap Yunan.

Baca Juga :  Menjamur Bisnis Rumah Kos, Permintaan Springbed Bertambah

RATUSAN LA Mania menggelar aksi demo di Sekretariat Persela Lamongan dan depan pendapa pemkab setempat, kemarin siang (1/12). Dengan membentangkan giant flag dan berorasi, sebagian anggota kelompok suporter itu juga membentangkan poster sejumlah kritikan terhadap manajemen Persela.
Ada enam tuntutan yang dilayangkan. Paling utama, evaluasi kinerja manajemen. ‘’Kami meminta agar manajemen lebih profesional, sehingga Persela bisa tetap eksis dan tetap sama dengan tim-tim yang lain,’’ tutur Ketua LA Mania, Saptaya Nugraha Duta, kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (1/12).
Dua tuntutan lainnya, lanjut dia, transparasi manajemen, serta sinergitas manajemen dan LA Mania. Menurut Nugroho, sapaan akrabnya, manajemen Persela harus mengevaluasi kinerja seluruh pengurus.
‘’Harus ada tranparasi kepada kami, yakni sinergitas dengan suporter. Jangan sampai, kita hanya dianggap ketika mereka butuh,’’ imbuh Kades Sidorejo tersebut.
Selain itu, LA Mania juga meminta manajemen memberikan sikap terhadap mafia bola, pertanggungjawaban manajemen dalam perekrutan pemain, dan penyegaran kepengurusan Persela.
‘’Jumlah pengurus banyak, tapi kinerjanya nol. Manajemen itu organisasi, bukan perorangan. Kasihan kalau ada yang hanya nunut saja. Kami meminta agar Persela tetap bisa bertahan di kompetisi Liga 1,’’ ujar Nugroho.
Manajer Persela, Edy Yunan Achmadi menuturkan, aksi yang dilakukan pecinta Persela itu wajar. Menurut dia, Persela mendapat empat kali kekalahan beruntun. Hasil negatif itu memunculkan aksi dan reaksi dari semua pihak.
‘’Mudah-mudahan dengan aksi teman-teman LA Mania, menggugah tim Persela untuk bisa bangkit untuk bisa memenangkan pertandingan,’’ harap Yunan.
Kabag Administrasi Pembangunan Pemkab Lamongan tersebut mengatakan, pihaknya menyambut baik tuntutan LA Mania. Menurut dia, seluruh tuntutan tersebut memiliki tujuan agar Persela lebih baik lagi.
‘’Semua pihak ini, tentunya ingin Persela bisa terselamatkan dan bisa menampilkan permainan terbaik dan bisa menang, menang, dan menang,’’ terang Anggota Exco Asprov Jatim tersebut.
Pekan lalu, elompok suporter  Curva Boys juga melakukan demo di Lapangan Basket Alun-Alun Lamongan. Aksi tersebut berhasil ‘’memaksa’’ pelatih Iwan Setiawan dan asisten Didik Ludianto mundur.
‘’Semuanya akan kita evaluasi. Mulai kinerja manajemen hingga sinergitas manajemen dan suporter,’’ ucap Yunan.

Baca Juga :  Gadis ini Selalu Utamakan Keramahan Saat Bertugas

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/