alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Covid Dampak Libur Panjang Bakal Terlihat Pekan Depan

Radar Lamongan – Meningkatkan aktivitas dan mobilitas masyarakat di tempat umum maupun tempat wisata pada libur panjang pekan lalu dikhawatirkan berpotensi menambah angka kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19. Namun kepastiannya menunggu data perkembangan virus korona pekan depan.

Menurut Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, dr. Abdullah Wasian, ada atau tidaknya penambahan angka terkonfirmasi positif Covid-19 setelah libur panjang baru bisa terlihat pekan depan.

‘’Dampak liburan panjang kemarin, baru bisa dilihat pekan depan. Pekan ini yang kasus terlapor (terkonfirmasi positif Covid-19) berarti paparan pekan sebelumnya,’’ terangnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (1/11).

Dia menjelaskan, lebih dari dua pekan ini Kabupaten Lamongan berstatus zona kuning dengan risiko rendah berdasarkan peta persebaran Covid-19 versi Dinkes Provinsi Jawa Timur. Meski begitu satgas kabupaten tidak berhak mendeklarasikan zona kuning.

Baca Juga :  Kebut Venue Panjat Tebing

‘’Yang menentukan zona kuning bukan Pemkab, tapi BNPB (Badan Nasional Penanggulanangan Bencana) pusat,’’ terangnya. Wasian menuturkan, saat ini Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Lamongan sedang fokus menyosialisasikan Peraturan Bupati (Perbup) Lamongan Nomor 35 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dalam Status Transisi Darurat ke Pemulihan.

Dalam peraturan tersebut, lanjut dia, transisi diterapkan berdasarkan zonasi di setiap kecamatan. Misalnya, dari zona merah hingga hijau memiliki batasan jam atau kuota yang telah ditentukan. Lalu penerapan tatanan menuju kenormalan baru yang diuraikan dalam perbup tersebut dilaksanakan sesuai dengan zona yang akan diatur oleh Satgas kecamatan berdasarkan ketetapan dari Satgas kabupaten.

Baca Juga :  Ironis, Produksi Tinggi, Serapan Bulog Malah Turun

‘’Jadi tidak seperti transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta. Setiap zona tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,’’ tuturnya. Sementara itu, Kecamatan Turi menjadi penyumbang terbanyak angka positif Covid-19. Dari total pasien aktif yang terkonfirmasi positif sebanyak 65 orang hingga kemarin sore (1/11), 6 pasien dari Kecamatan Turi.

Radar Lamongan – Meningkatkan aktivitas dan mobilitas masyarakat di tempat umum maupun tempat wisata pada libur panjang pekan lalu dikhawatirkan berpotensi menambah angka kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19. Namun kepastiannya menunggu data perkembangan virus korona pekan depan.

Menurut Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, dr. Abdullah Wasian, ada atau tidaknya penambahan angka terkonfirmasi positif Covid-19 setelah libur panjang baru bisa terlihat pekan depan.

‘’Dampak liburan panjang kemarin, baru bisa dilihat pekan depan. Pekan ini yang kasus terlapor (terkonfirmasi positif Covid-19) berarti paparan pekan sebelumnya,’’ terangnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (1/11).

Dia menjelaskan, lebih dari dua pekan ini Kabupaten Lamongan berstatus zona kuning dengan risiko rendah berdasarkan peta persebaran Covid-19 versi Dinkes Provinsi Jawa Timur. Meski begitu satgas kabupaten tidak berhak mendeklarasikan zona kuning.

Baca Juga :  Berbisnis di Era Digital, Jangan Sampai Bercelah

‘’Yang menentukan zona kuning bukan Pemkab, tapi BNPB (Badan Nasional Penanggulanangan Bencana) pusat,’’ terangnya. Wasian menuturkan, saat ini Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Lamongan sedang fokus menyosialisasikan Peraturan Bupati (Perbup) Lamongan Nomor 35 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 28 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 dalam Status Transisi Darurat ke Pemulihan.

Dalam peraturan tersebut, lanjut dia, transisi diterapkan berdasarkan zonasi di setiap kecamatan. Misalnya, dari zona merah hingga hijau memiliki batasan jam atau kuota yang telah ditentukan. Lalu penerapan tatanan menuju kenormalan baru yang diuraikan dalam perbup tersebut dilaksanakan sesuai dengan zona yang akan diatur oleh Satgas kecamatan berdasarkan ketetapan dari Satgas kabupaten.

Baca Juga :  Optimistis Jelang Pra Pekan Olahraga Provinsi

‘’Jadi tidak seperti transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta. Setiap zona tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,’’ tuturnya. Sementara itu, Kecamatan Turi menjadi penyumbang terbanyak angka positif Covid-19. Dari total pasien aktif yang terkonfirmasi positif sebanyak 65 orang hingga kemarin sore (1/11), 6 pasien dari Kecamatan Turi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/