alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Atasi Eceng Gondok di Aliran Bengawan Jero, Siapkan Alat Berat

LAMONGAN, Radar Lamongan – Eceng gondok masih menjadi masalah di sejumlah aliran sungai. Sepanjang aliran Bengawan Jero, wilayah Kecamatan Turi –Kalitengah misalnya. Tumbuhan tersebut memenuhi ruas sungai. Mardi, warga setempat, mengatakan, eceng gondok menghambat arus air karena jumlahnya banyak. Tumbuhan tersebut juga banyak menempati lokasi dekat pintu air. Warga berusaha membersihkan secara manual. Namun, belum berdampak signifikan karena tanaman itu cepat merambat.  

Kabid Operasi dan Pemeliharaan Dinas PU Sumber Daya Air Lamongan, Djadi menuturkan, masalah eceng gondok sebenarnya sulit ditangani. Alasannya,  tumbuhan tersebut hidup di lokasi berair seperti sungai dan rawa yang memiliki arus lambat. Meski sudah dibersihkan, tetap akan tumbuh. 

Baca Juga :  Banjir Blawi Surut, Sulit Tangani Eceng Gondok

Djadi mengatakan, pihaknya sudah bekerjasama dengan kecamatan agar masalah ini bisa diselesaikan bersama karena jumlah titiknya banyak. “Kita sudah siapkan alat berat juga supaya cepat pekerjaannya,” klaimnya. 

Menurut Djadi, tumbuhan itu bukan penyebab banjir seperti yang ditakutkan warga. Eceng gondok memang liar dan subur di sejumlah titik aliran sungai. Tapi arus tetap berjalan seperti biasa karena tumbuhan itu mengapung. 

Djadi memastikan upaya untuk mengurangi terus dilakukan. Namun, mencapai 100 persen masih sulit karena titiknya banyak.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Eceng gondok masih menjadi masalah di sejumlah aliran sungai. Sepanjang aliran Bengawan Jero, wilayah Kecamatan Turi –Kalitengah misalnya. Tumbuhan tersebut memenuhi ruas sungai. Mardi, warga setempat, mengatakan, eceng gondok menghambat arus air karena jumlahnya banyak. Tumbuhan tersebut juga banyak menempati lokasi dekat pintu air. Warga berusaha membersihkan secara manual. Namun, belum berdampak signifikan karena tanaman itu cepat merambat.  

Kabid Operasi dan Pemeliharaan Dinas PU Sumber Daya Air Lamongan, Djadi menuturkan, masalah eceng gondok sebenarnya sulit ditangani. Alasannya,  tumbuhan tersebut hidup di lokasi berair seperti sungai dan rawa yang memiliki arus lambat. Meski sudah dibersihkan, tetap akan tumbuh. 

Baca Juga :  Tas Disertai GPS, Bagian Depan Disertai Reflector

Djadi mengatakan, pihaknya sudah bekerjasama dengan kecamatan agar masalah ini bisa diselesaikan bersama karena jumlah titiknya banyak. “Kita sudah siapkan alat berat juga supaya cepat pekerjaannya,” klaimnya. 

Menurut Djadi, tumbuhan itu bukan penyebab banjir seperti yang ditakutkan warga. Eceng gondok memang liar dan subur di sejumlah titik aliran sungai. Tapi arus tetap berjalan seperti biasa karena tumbuhan itu mengapung. 

Djadi memastikan upaya untuk mengurangi terus dilakukan. Namun, mencapai 100 persen masih sulit karena titiknya banyak.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/