alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Dakwaan Rampung, Satu Kasus Korupsi Siap Disidangkan

Radar Bojonegoro – Imron Amirudin, terdakwa dugaan korupsi dana hibah Provinsi Jatim 2018 segera diadili. Terdakwa sebagai ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Singosari Desa Sudu, Kecamatan Gayam diduga menyelewengkan dana hibah digunakan membangun tembok penahan tanah (TPT) atau plengsengan sekitar Rp 161 juta.

Berdasar data sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) Penga dilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya, jadwal sidang pertama digelar 13 Oktober mendatang. Saat ini, terdakwa masih menjalani penahanan.

Dekry Wahyudi, salah satu jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro membenarkan, jadwal sidang pertama Imron Amirudin 13 Oktober. Pihaknya telah merampungkan dakwaan akan dibacakan sidang pertama mendatang.

“Dakwaannya sudah selesai, tinggal dibacakan saja saat sidang pertama,” jelasnya. Adapun pasal yang akan didakwakan kepada terdakwa yakni pasal 2 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. Dan atau pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor dengan ancaman hukuman minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun.

Baca Juga :  Harga Bawang Merah-Tomat Naik

“Juga ada sanksi denda, pasal 2 minimal Rp 200 juta dan maksimal Rp 1 miliar. Sedangkan pasal 3 minimal Rp 50 juta dan maksimal Rp 1 miliar,” katanya. Sementara itu, Imron Amirudin juga belum sama sekali melaku kan pengembalian uang kerugian negara sebesar Rp 161 juta. Terdakwa ditetap kan tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro sejak 30 Juli lalu. 

Radar Bojonegoro – Imron Amirudin, terdakwa dugaan korupsi dana hibah Provinsi Jatim 2018 segera diadili. Terdakwa sebagai ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Singosari Desa Sudu, Kecamatan Gayam diduga menyelewengkan dana hibah digunakan membangun tembok penahan tanah (TPT) atau plengsengan sekitar Rp 161 juta.

Berdasar data sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) Penga dilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya, jadwal sidang pertama digelar 13 Oktober mendatang. Saat ini, terdakwa masih menjalani penahanan.

Dekry Wahyudi, salah satu jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro membenarkan, jadwal sidang pertama Imron Amirudin 13 Oktober. Pihaknya telah merampungkan dakwaan akan dibacakan sidang pertama mendatang.

“Dakwaannya sudah selesai, tinggal dibacakan saja saat sidang pertama,” jelasnya. Adapun pasal yang akan didakwakan kepada terdakwa yakni pasal 2 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. Dan atau pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor dengan ancaman hukuman minimal 1 tahun dan maksimal 20 tahun.

Baca Juga :  Bawaslu Lamongan Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

“Juga ada sanksi denda, pasal 2 minimal Rp 200 juta dan maksimal Rp 1 miliar. Sedangkan pasal 3 minimal Rp 50 juta dan maksimal Rp 1 miliar,” katanya. Sementara itu, Imron Amirudin juga belum sama sekali melaku kan pengembalian uang kerugian negara sebesar Rp 161 juta. Terdakwa ditetap kan tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres Bojonegoro sejak 30 Juli lalu. 

Artikel Terkait

Most Read

Bermain Lepas

Musim Kemarau, Kulkas Diserbu

Artikel Terbaru


/