alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

195 Pelanggar, Uang Denda Pelanggaran Masker Terkumpul Rp 15,1 Juta

Radar Bojonegoro – Jumlah denda bagi pelanggar protokol kesehatan (prokes) Covid-19 yang tidak memakai masker telah terkumpul Rp 15,1 juta. Nominal itu dari 195 pelanggar. Uang denda tersebut dikumpulkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro. Selanjutnya disetor ke badan pendapatan daerah (bapenda) setempat.

Kepala Kejari Bojonegoro Sutikno mengatakan, telah menyetor uang denda dibayarkan para pelanggar prokes Covid-19 ke bapenda sebanyak tiga kali. Uang denda itu dibayar usai para pelanggar menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro.

Rinciannya, sidang tipiring pada 17 September ada 14 pelanggar terkumpul Rp 750 ribu. Sidang tipiring pada 24 September ada 113 pelanggar terkumpul Rp 9 juta. Dan sidang tipiring kemarin (1/10) ada 68 pelanggar terkumpul Rp 5,3 juta.

Baca Juga :  Aneka Ujian dalam Tiga Ramadan

“Jadi jumlah uang denda seluruhnya dari tiga sidang tipiring mencapai Rp 15,1 juta. Sudah kami setorkan ke kas daerah (bapenda),” jelasnya. Kepala Bapenda Bojonegoro Ibnu Soeyoeti membenarkan, bahwa kejari telah setor uang denda dari sidang tipiring pelanggar prokes Covid-19.

Uang denda disetor masuk sebagai penerimaan denda pelanggaran. “Setelah ditetapkan dalam peradilan cepat, direkap dan disetorkan minimal 1×24 jam oleh kejari,” terangnya.

Humas PN Bojonegoro Isdaryanto menambahkan, besaran uang denda tiap pelanggar dibagi tiga kategori. Pelanggar tidak membawa masker saat keluar rumah didenda Rp 100 ribu subsider pidana kurungan tiga hari. Pelanggar membawa masker tetapi tidak dipakai didenda Rp 75 ribu subsider pidana kurungan dua hari.

Baca Juga :  Kokmpleks Museum Lamongan Ditarget Rampung Akhir Tahun

“Lalu terakhir, pelanggar membawa dan memakai masker, namun tidak sesuai pemakaiannya seperti disangkutkan di dagu atau dahi akan didenda Rp 50 ribu,” bebernya.

Adapun jumlah berkas para pelanggar disidangkan kemarin berjumlah 68 orang. Rencananya, hari ini (2/10) akan ada tambahan 30 berkas pelanggar lagi. Dia berharap ke depannya jumlah pelanggar terus berkurang.

Kapolres Bojonegoro AKBP M. Budi Hendrawan mengatakan, operasi yustisi berupa razia dan patroli penggunaan masker masih berlangsung setiap hari, pagi dan malam. Per harinya jumlah pelanggar diperkirakan 10 orang.

Pendisiplinan bertujuan agar masyarakat semakin sadar pentingnya mematuhi prokes Covid-19. “Karena pandemi Covid-19 ini belum benar-benar usai sebelum ada vaksinnya. Jadi vaksin pertama kita semua ialah mematuhi prokes Covid-19,” ujar Kapolres.

Radar Bojonegoro – Jumlah denda bagi pelanggar protokol kesehatan (prokes) Covid-19 yang tidak memakai masker telah terkumpul Rp 15,1 juta. Nominal itu dari 195 pelanggar. Uang denda tersebut dikumpulkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro. Selanjutnya disetor ke badan pendapatan daerah (bapenda) setempat.

Kepala Kejari Bojonegoro Sutikno mengatakan, telah menyetor uang denda dibayarkan para pelanggar prokes Covid-19 ke bapenda sebanyak tiga kali. Uang denda itu dibayar usai para pelanggar menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Bojonegoro.

Rinciannya, sidang tipiring pada 17 September ada 14 pelanggar terkumpul Rp 750 ribu. Sidang tipiring pada 24 September ada 113 pelanggar terkumpul Rp 9 juta. Dan sidang tipiring kemarin (1/10) ada 68 pelanggar terkumpul Rp 5,3 juta.

Baca Juga :  Di Bojonegoro, Pedagang Kecil Masih Bertumpu Minyak Goreng Curah

“Jadi jumlah uang denda seluruhnya dari tiga sidang tipiring mencapai Rp 15,1 juta. Sudah kami setorkan ke kas daerah (bapenda),” jelasnya. Kepala Bapenda Bojonegoro Ibnu Soeyoeti membenarkan, bahwa kejari telah setor uang denda dari sidang tipiring pelanggar prokes Covid-19.

Uang denda disetor masuk sebagai penerimaan denda pelanggaran. “Setelah ditetapkan dalam peradilan cepat, direkap dan disetorkan minimal 1×24 jam oleh kejari,” terangnya.

Humas PN Bojonegoro Isdaryanto menambahkan, besaran uang denda tiap pelanggar dibagi tiga kategori. Pelanggar tidak membawa masker saat keluar rumah didenda Rp 100 ribu subsider pidana kurungan tiga hari. Pelanggar membawa masker tetapi tidak dipakai didenda Rp 75 ribu subsider pidana kurungan dua hari.

Baca Juga :  Kebersamaan, Gotong-Royong, Toleransi dan Tenggang Rasa

“Lalu terakhir, pelanggar membawa dan memakai masker, namun tidak sesuai pemakaiannya seperti disangkutkan di dagu atau dahi akan didenda Rp 50 ribu,” bebernya.

Adapun jumlah berkas para pelanggar disidangkan kemarin berjumlah 68 orang. Rencananya, hari ini (2/10) akan ada tambahan 30 berkas pelanggar lagi. Dia berharap ke depannya jumlah pelanggar terus berkurang.

Kapolres Bojonegoro AKBP M. Budi Hendrawan mengatakan, operasi yustisi berupa razia dan patroli penggunaan masker masih berlangsung setiap hari, pagi dan malam. Per harinya jumlah pelanggar diperkirakan 10 orang.

Pendisiplinan bertujuan agar masyarakat semakin sadar pentingnya mematuhi prokes Covid-19. “Karena pandemi Covid-19 ini belum benar-benar usai sebelum ada vaksinnya. Jadi vaksin pertama kita semua ialah mematuhi prokes Covid-19,” ujar Kapolres.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/