alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Para Pekerja Yang Dirumahkan Kembali Bekerja

Radar Bojonegoro – Gelombang pekerja dirumahkan telah berhenti. Mereka mulai kembali masuk kerja secara normal. Bahkan dinas perindustrian dan tenaga kerja (disperinaker) setempat mengklaim sudah tidak ada pekerja yang diberi upah 50 persen.

“Alhamdulillah, gelombang perumahan dan PHK pekerja sudah tidak ada. Kecuali memang yang pekerja migas kontrak habis,” kata Kabid Hubungan Industrial Disperinaker Bojonegoro Warsono kemarin (1/9).

Sehingga perusahaan di Kota Ledre mulai beroperasi normal dan aman. Seperti halnya pabrik plastik hingga rokok. Sebab, saat Covid-19 meluas banyak pekerja yang terdampak. Baik itu dirumahkan maupaun terkena PHK.

“Kurang lebih 750-an (pekerja dirumahkan dan PHK) dulu,” ujar dia. Disinggung masih adakah pemotongan upah pekerja? Warsono menuturkan kalau sudah masuk kerja normal tidak ada pemotongan. Sehingga pekerja tetap mendapatkan upah secara utuh.

Baca Juga :  Antisipasi Penolakan Imunisasi Difteri, Gandeng Kemenag

“Hasil pemantauan atau yang melapor tidak ada (kaitannya pekerja yang belum masuk normal jam sehingga makanya terjadi pemotongan),” terangnya. Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bojonegoro Sugihanto membenarkan bahwa para pekerja sudah mulai masuk kerja seluruhnya. Terkait upah pun juga tidak lagi terjadi pemotongan.

“Tinggal menunggu subsidi Rp 600 ribu itu (dari pemerintah pusat),” katanya. Sementara itu, Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disperinaker Bojonegoro Joko Santoso menuturkan saat ini para pencari kerja lokal banyak yang melamar ke luar Bojonegoro.

Sebab, lowongan pekerjaan di Bojonegoro masih minim. “Mereka cari lowongan di mana saja yang ada. Karena kondisi gini jarang ada lowongan,” ujarnya kemarin. Disamping itu, pihaknya belum bisa memastikan hingga mengagendakan job fair.

Baca Juga :  Domba Betina Langka, Dinas Peternakan Akui Banyak Dijual Luar Kota

Sedianya merupakan agenda rutin. Apalagi angka pengangguran dimungkinkan bertambah pasca kelulusan siswa SMA dan SMK. “Belum berani mengagendakan. Lihat sikon dulu,” tutur dia. 

Radar Bojonegoro – Gelombang pekerja dirumahkan telah berhenti. Mereka mulai kembali masuk kerja secara normal. Bahkan dinas perindustrian dan tenaga kerja (disperinaker) setempat mengklaim sudah tidak ada pekerja yang diberi upah 50 persen.

“Alhamdulillah, gelombang perumahan dan PHK pekerja sudah tidak ada. Kecuali memang yang pekerja migas kontrak habis,” kata Kabid Hubungan Industrial Disperinaker Bojonegoro Warsono kemarin (1/9).

Sehingga perusahaan di Kota Ledre mulai beroperasi normal dan aman. Seperti halnya pabrik plastik hingga rokok. Sebab, saat Covid-19 meluas banyak pekerja yang terdampak. Baik itu dirumahkan maupaun terkena PHK.

“Kurang lebih 750-an (pekerja dirumahkan dan PHK) dulu,” ujar dia. Disinggung masih adakah pemotongan upah pekerja? Warsono menuturkan kalau sudah masuk kerja normal tidak ada pemotongan. Sehingga pekerja tetap mendapatkan upah secara utuh.

Baca Juga :  Bayi Prematur Astri Meninggal Dunia

“Hasil pemantauan atau yang melapor tidak ada (kaitannya pekerja yang belum masuk normal jam sehingga makanya terjadi pemotongan),” terangnya. Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Bojonegoro Sugihanto membenarkan bahwa para pekerja sudah mulai masuk kerja seluruhnya. Terkait upah pun juga tidak lagi terjadi pemotongan.

“Tinggal menunggu subsidi Rp 600 ribu itu (dari pemerintah pusat),” katanya. Sementara itu, Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disperinaker Bojonegoro Joko Santoso menuturkan saat ini para pencari kerja lokal banyak yang melamar ke luar Bojonegoro.

Sebab, lowongan pekerjaan di Bojonegoro masih minim. “Mereka cari lowongan di mana saja yang ada. Karena kondisi gini jarang ada lowongan,” ujarnya kemarin. Disamping itu, pihaknya belum bisa memastikan hingga mengagendakan job fair.

Baca Juga :  Menunggu Surat Rekomendasi Fraksi

Sedianya merupakan agenda rutin. Apalagi angka pengangguran dimungkinkan bertambah pasca kelulusan siswa SMA dan SMK. “Belum berani mengagendakan. Lihat sikon dulu,” tutur dia. 

Artikel Terkait

Most Read

Petakan 16 Ribu Titik Pengeboran

Terpeleset, Tewas Terlindas Truk di Tuban

611 CJH Belum Lunasi BPIH

Artikel Terbaru


/