alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Mayoritas SMA-SMK Mulai Pembelajaran Tatap Muka Minggu Depan

Radar Bojonegoro – Dari 75 SMA dan SMK yang dibolehkan uji coba belajar tatap muka di sekolah, ternyata belum semua memulainya. “Belum semua sekolah menggelar. Karena masih mematangkan kesiapan,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno kemarin (1/9).

Menurut Adi, sekolah tidak bisa gegabah menerapkan uji coba ini jika belum siap. Sehingga sekolah diminta mematangkan lagi kesiapan sarpras hingga teknis pelaksanaannya. “Tapi mayoritas sudah mulai Senin lalu. Contohnya seperti SMAN 2 Bojonegoro Dan lainnya akan menyusul,” ujar mantan Kacabdisdik Jatim Wilayah Nganjuk itu.

Prinsipnya kebijakan ini bersifat fleksibel. Sesuai kesiapan dan kondisi setiap masing-masing sekolah. Sebab, dalam penerapannya tidak bisa gegabah dan harus dipastikan segala sesuatunya. “Jadi sewaktu memulai (uji coba), setiap sekolah punya waktu uji coba dua minggu,” tandasnya.

Baca Juga :  Hasil Kurang Menguntungkan, Petani Bawang Terkendala Pemasaran

Adi kembali menegaskan bahwa penerapan ini masih berstatus uji coba. Dalam proses hingga setelahnya akan dievaluasi untuk kelanjutan penerapannya. Kepala SMKN 2 Bojonegoro Edy Yusuf menuturkan, belum memulai pelaksanaan uji coba tatap muka. Namun, Senin (31/8) lalu pihaknya telah menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan kesiapan.

“Insyallah minggu depan kami mulai menerapkan. Prinsipnya kami sudah siap,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro. Seperti diketahui, ada 75 sekolah yang dipersiapkan menggelar uji coba tatap muka terbatas tahap kedua. Meliputi 16 lembaga SMA, 56 lembaga SMK, dan 6 lembaga SLB. Dari berbagai wilayah di Bojonegoro. Baik negeri maupun swasta.

Radar Bojonegoro – Dari 75 SMA dan SMK yang dibolehkan uji coba belajar tatap muka di sekolah, ternyata belum semua memulainya. “Belum semua sekolah menggelar. Karena masih mematangkan kesiapan,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno kemarin (1/9).

Menurut Adi, sekolah tidak bisa gegabah menerapkan uji coba ini jika belum siap. Sehingga sekolah diminta mematangkan lagi kesiapan sarpras hingga teknis pelaksanaannya. “Tapi mayoritas sudah mulai Senin lalu. Contohnya seperti SMAN 2 Bojonegoro Dan lainnya akan menyusul,” ujar mantan Kacabdisdik Jatim Wilayah Nganjuk itu.

Prinsipnya kebijakan ini bersifat fleksibel. Sesuai kesiapan dan kondisi setiap masing-masing sekolah. Sebab, dalam penerapannya tidak bisa gegabah dan harus dipastikan segala sesuatunya. “Jadi sewaktu memulai (uji coba), setiap sekolah punya waktu uji coba dua minggu,” tandasnya.

Baca Juga :  Brak, Bus Hantam Truk Akibatkan Empat Orang Luka Berat 

Adi kembali menegaskan bahwa penerapan ini masih berstatus uji coba. Dalam proses hingga setelahnya akan dievaluasi untuk kelanjutan penerapannya. Kepala SMKN 2 Bojonegoro Edy Yusuf menuturkan, belum memulai pelaksanaan uji coba tatap muka. Namun, Senin (31/8) lalu pihaknya telah menggelar rapat koordinasi untuk mematangkan kesiapan.

“Insyallah minggu depan kami mulai menerapkan. Prinsipnya kami sudah siap,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro. Seperti diketahui, ada 75 sekolah yang dipersiapkan menggelar uji coba tatap muka terbatas tahap kedua. Meliputi 16 lembaga SMA, 56 lembaga SMK, dan 6 lembaga SLB. Dari berbagai wilayah di Bojonegoro. Baik negeri maupun swasta.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/